<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944</id><updated>2012-01-14T04:07:59.411-08:00</updated><category term='Ratu Ester'/><category term='ruang tunggu surga'/><category term='dukacita'/><category term='sendirian'/><category term='Wanita yang Kuat dan Mulia'/><category term='Impian'/><category term='afrika'/><category term='how to'/><category term='kisah'/><category term='persahabatan'/><category term='India Arie'/><category term='pakaian'/><category term='karakter'/><category term='kebangkitan'/><category term='negatif'/><category term='Story'/><category term='Breakup'/><category term='memilih'/><category term='Naaman'/><category term='tips'/><category term='Selalu Bersamaku'/><category term='tantangan'/><category term='review'/><category term='benih'/><category term='anugerah'/><category term='pria'/><category term='choice'/><category term='sushi bar'/><category term='pikiran'/><category term='Lisa Bevere'/><category term='Esther Women OF Strength and Dignity'/><category term='I Have A Dream'/><category term='Sidney Mohede'/><category term='Wanita'/><category term='Farm'/><category term='cari kerja'/><category term='The Little White Piggy'/><category term='Natal'/><category term='arti'/><category term='Beautiful Flower'/><category term='hal-hal'/><category term='Orang Jahat'/><category term='lahir'/><category term='arti kesabaran'/><category term='tanah'/><category term='teriak'/><category term='love'/><category term='prasangka'/><category term='Charles Swindoll'/><category term='wise'/><category term='Email'/><category term='menyerah'/><category term='The Grace Awakening'/><category term='vacancy'/><category term='Artikel'/><category term='inspirasi'/><category term='quote'/><category term='peran wanita'/><category term='Tuhan'/><category term='Martin Luther King Jr.'/><category term='renungan'/><category term='lembut'/><category term='Komsel Online'/><category term='Mencintai Tuhan'/><category term='pilihan'/><category term='reasonable doubt'/><category term='Gadis'/><category term='hati'/><category term='masalah'/><category term='sushi'/><category term='Cerita'/><category term='kantor'/><category term='hidup'/><category term='perempuan'/><category term='Yesus'/><category term='karir wanita'/><category term='sabar'/><category term='Ahasyweros'/><category term='cinta'/><category term='Kristen'/><category term='Lowongan kerja'/><category term='Doa'/><category term='fashion'/><category term='Analogy'/><category term='rencana'/><category term='Callista'/><category term='bijak'/><category term='wisdom'/><category term='Mordekhai'/><category term='words'/><category term='survive'/><category term='hot pants'/><category term='The waiting room'/><category term='Seri Tokoh Terbesar'/><category term='kala wanita percaya'/><category term='teman-teman'/><category term='Berkat'/><category term='Kissed The Girls and Made Them Cry'/><category term='Curhat'/><category term='kelembutan'/><title type='text'>Women of Heaven.</title><subtitle type='html'>Demi perempuan-perempuan Allah yang ingin menggapai impian. Dan tidak melepasnya lagi.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-5923724312269036875</id><published>2011-05-04T20:52:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T21:08:43.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teman-teman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dukacita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sidney Mohede'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebangkitan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persahabatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Selalu Bersamaku'/><title type='text'>Selalu Bersamaku.</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/_pLLwrCjkKI/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/_pLLwrCjkKI&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266" src="http://www.youtube.com/v/_pLLwrCjkKI&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedalamnya hatiku Kaupun tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dan kasih Mu tak jauh dalam jiwaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Didalam kesesakan didalam kemenangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ku tahu Engkau selalu bersama ku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedalamnya hatiku Kaupun tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dan kasih Mu tak jauh dalam jiwaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Didalam kesesakan didalam kemenangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ku tahu Engkau selalu bersama ku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hanya Kau tempat ku berlindung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hanya Engkau lagu ku dan kekuatan ku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ijinkanlah kudatang menyembah membawa syukur ku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedalamnya hatiku Kaupun tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dan kasih Mu tak jauh dalam jiwaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Didalam kesesakan didalam kemenangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ku tahu Engkau selalu bersama ku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hari  ini, aku mendengar lagu karya Sidney Mohede ini terputar lagi di  ponselku, setelah beberapa lama aku tak mendengarnya. Dalam sekejap aku  tahu, Tuhan ingin mengatakan sesuatu kepadaku. Ia pun seakan-akan  membawa memoriku kembali ke masa-masa itu. Masa-masa yang kelam, yang  kupikir tidak dapat kulewati. Masa-masa ketika Mama meninggal di bulan  Desember 2010.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sudah lewat 4 bulan sejak Mama pergi untuk  selamanya. Dan aku masih ingat benar, bagaimana rasanya, bagaimana  sakitnya, dan bagaimana hancurnya hatiku pada saat itu. Dan bagaimana  aku berpikir bahwa mungkin, aku tidak akan dapat melalui semua ini.  Bahwa aku sebaiknya berhenti, menyerah, dan menutup mataku terhadap  kenyataan yang terlalu menyakitkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam  kehampaan yang terasa begitu sepi itu aku berkali-kali bertanya mengapa  ini harus terjadi, dan karena aku tidak memperoleh jawaban yang cukup  masuk akal, maka berkali-kali pula aku mengatakan kepada Tuhan, &lt;i&gt;“Bapa,  jika aku gagal melalui semua ini, aku harap Kau mengerti. Mungkin  memang aku tidak cukup kuat untuk hal-hal seperti ini. Mungkin kau salah  memilihku untuk situasi ini”. &lt;/i&gt;Aku berkata bahwa aku tidak sanggup,  karena memang pada saat itu, terlalu banyak rasa sakit yang mengikuti  kepergian Mama. Terlalu banyak ‘gempa’ susulan yang mengikuti gempa  pertama. Jadi aku pikir, ini terlalu besar untukku, dan aku kira aku  tidak siap untuk hal-hal yang seperti ini. Pada saat itu, aku pun  berpikir sederhana. Kelihatannya aku harus bersiap-siap tinggal dalam  gua kekelaman ini untuk seterusnya. Aku sebaiknya tidak membuat rencana  masa depan, karena mungkin aku akan terdampar di sini selamanya. Pada  saat itu, sebatas itulah harapanku. Mataku dibutakan oleh kedukaan,  sehingga aku tidak dapat melihat Tuhan. Harapanku terlalu kecil dan  semakin kecil jika dibandingkan dengan Tuhan yang besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku  masih ingat, bagaimana pada masa-masa itu, lagu inilah yang terputar  terus di telingaku dan berulang bait demi baitnya di dalam hatiku. Dan  setiap kali lagu ini dialunkan, setiap kali itu juga aku merasa Tuhan  ada di sana bersamaku. Ia berlutut di tanah yang lembab lalu duduk di  sebelahku di dalam gua yang kelam itu. Tanah yang basah mengotori  jubahNya, tapi Ia tak begitu peduli. Ia mengangkat wajahku yang  bersimbah air mata dan dengan lembut berkata, &lt;i&gt;“Aku ada di sini,  Anakku, Aku ada di sini. I hear you, and I am with You.&amp;nbsp; Karena itu kamu  harus bisa, Aku tahu kamu bisa, karena Aku ada di sini. Aku tidak akan  pergi, Aku akan duduk bersamamu di sini dan menunggu sampai kamu siap  untuk keluar. Dan jika kamu sudah siap, peganglah tanganKu dan selamanya  aku tidak akan melepaskanmu, kamu bisa mempercayaiKu untuk itu, Aku  akan membawamu keluar dari sini. Jangan takut. Sebab kamu tidak akan  pernah sendirian. Aku ada di sini…”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan entah kapan  tepatnya, tapi aku akhirnya memberanikan diriku untuk meraih tangan  Tuhan demi bangkit dari keputusasaanku, aku memegang tanganNya erat-erat  dan dengan takut aku melangkah. Melalui kekelaman, melalui dinginnya  malam, melalui rasa sakit demi rasa sakit. Sampai di suatu masa yang  mencekam itu, samar-samar kulihat cahaya di ujung kegelapan. Aku  memegang tanganNya semakin erat, lalu Dia tersenyum dan mengajakku  berjalan lebih cepat, Ia mengencangkan pegangan tanganNya dan mulai  membawaku berlari, dan berlari lebih kencang, menuju cahaya itu. Dan  sepanjang kami berlari itu Dia terus mengatakan kepadaku, &lt;i&gt;“Percayalah,  Aku masih di sini, Aku memegangmu, kamu tidak akan jatuh, Aku ada di  sini, percayalah padaKu, dan mari kita berlari ke cahaya itu!”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hari ini, di pagi yang cerah ini, aku melihat diriku sendiri, berdiri  di sini. Di tempat yang terang, sangat terang. Dan aku baru sadar, bahwa  aku sudah di luar. Aku sudah di luar! Hey, aku sudah di luar gua  kekelaman itu! Ternyata aku sudah keluar! Ah, aku baru sadar! Tapi jika  kupikir-pikir, sepertinya aku memang sudah berada di luar, karena aku  merasa sangat baik. Aku merasa ‘hidup’ kembali. Dan untuk pertama  kalinya sejak saat itu, aku bisa mengatakan bahwa aku masih punya  kesempatan untuk bahagia. Aku masih punya masa depan yang penuh harapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku sungguh bersyukur aku bisa berada di sini dan mengatakan bahwa hidupku  indah, dan hidupku masih berlanjut, dan perjalananku belum akan berhenti  dalam waktu dekat. Aku bersyukur bahwa aku bisa bangun di pagi hari dan  tersenyum kepada Tuhan karena aku sungguh merasa bahagia. Aku bersyukur  karena aku dapat kembali menari mengikuti alunan lagu Elvis Presley.  Aku bersyukur karena aku dapat kembali menuliskan semua pemikiranku ke  dalam kata-kata yang bermakna. Aku bersyukur karena meskipun hujan  selalu mengguyurku sepulang kerja, aku tetap tersenyum atau bahkan  tertawa. Aku bersyukur karena aku menemukan teman-teman lamaku dan  ternyata mereka masih sama. Aku bersyukur, karena hal-hal yang  sederhana. Aku bersyukur karena ternyata aku tidak kekurangan, tetapi  justru berkelimpahan dengan sukacita. Dan jika aku dapat berada di sini  dalam keadaan yang sangat baik ini, aku percaya bahwa semua itu  semata-mata karena Tuhan. Tuhan yang tidak terlihat tetapi juga tidak  terkalahkan. Yang terlalu besar untuk kuukur dengan logika. Tuhan yang  mau mengotori jubahNya untuk duduk di gua yang lembab hanya supaya Aku  tak merasa sendirian. Tuhan yang kemudian memegang tanganku dan  membawaku keluar dari segala perasaan yang mencekam itu, dan yang tidak  pernah meninggalkanku, walau sedetik pun tidak. Tuhan yang mendengar  erangan kesedihanku, tapi tidak memarahiku atau dengan dingin mengatakan  “Jangan menangis, aku tidak suka melihat orang yang menangis”. Malahan  Ia berkata &lt;i&gt;“Menangislah, menangislah sekeras-kerasnya, Aku  mendengarmu, Aku menangis bersamamu, tetapi setelah itu bangkitlah,  bangkitlah bersamaKu.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ia adalah Bapa yang baik. Ia  mengijinkanku jatuh. Agar Ia dapat mengangkatku kembali. Agar Aku dapat  mengenalNya lebih lagi dan lebih lagi memahami, bahwa Ia tetap tak  terkalahkan bahkan oleh kesedihan atau kehilangan, oleh kedukaan, atau  keputusasaan, karena atas semuanya itu Dia sudah menang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jadi  kalau kamu hari ini benar-benar merasa berada di dalam gua yang paling  kelam dalam hidupmu, Aku hanya dapat berkata, jangan takut, sebab, kamu  tidak pernah benar-benar sendirian. Karena Tuhan ada di sana. Kamu  mungkin tidak dapat melihatNya, tetapi Dia melihatmu. Dan Dia peduli.  Dia sedang mengulurkan tanganNya sekarang. Dan jika kamu sudah siap, Dia  sendiri yang akan membawamu keluar, dan tak akan melepaskanmu lagi  untuk selamanya. Mungkin sekarang adalah saat yang tepat untuk kamu  mengulurkan tangan…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;*Dedicated to all my good friends, can't do it without you!^^*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-5923724312269036875?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/5923724312269036875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=5923724312269036875' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/5923724312269036875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/5923724312269036875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2011/05/selalu-bersamaku.html' title='Selalu Bersamaku.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-7328498538019617081</id><published>2011-05-04T20:47:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T20:47:12.740-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='benih'/><title type='text'>Filosofi Benih dan Tanah.</title><content type='html'>Benih, jika ia jatuh ke tanah yang subur, ia akan tumbuh, meskipun ia  tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, dan meskipun ia jarang  disirami. Meskipun tak ada angin, atau lebah-lebah yang membantu  penyerbukan. Ia akan tetap tumbuh, apapun yang terjadi. Karena ia adalah  benih yang jatuh di tanah yang subur. Jadi ini adalah masalah tanah.  Tanahnya memang subur. Masalahnya, kamu dapat saja menghalangi sinar  matahari, atau memilih untuk tidak menyirami, dan kamu bisa mengusir  lebah-lebah, tetapi kamu tidak bisa menghalangi benih-benih itu jatuh ke  tanah yang subur. Paling tidak, angin cukup punya andil dalam hal ini.  Dan kamu memang tidak dapat menghalangi angin. Jadi mungkin aku harus  berterima kasih pada angin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-7328498538019617081?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/7328498538019617081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=7328498538019617081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/7328498538019617081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/7328498538019617081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2011/05/filosofi-benih-dan-tanah.html' title='Filosofi Benih dan Tanah.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-1769226609185563336</id><published>2011-05-04T20:43:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T20:43:54.067-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tantangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sendirian'/><title type='text'>Aku Tidak Dapat Melakukannya Sendirian.</title><content type='html'>Tuhan, aku baru sadar, aku tidak dapat melakukan semuanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak dapat mengurus hal-hal yang kuhadapi sekarang sendirian, aku tidak dapat menghadapi orang-orang yang harus kuhadapi ini, sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak memiliki pengetahuannya, dan aku tidak mempunyai kemampuannya. Aku melakukan terlalu banyak kesalahan, aku seringkali kehilangan diriku sendiri. Aku sungguh tidak seharusnya mendapat kepercayaan ini. Mungkin Tuhan terlalu tinggi menilai aku. Mungkin ekspektasi Tuhan terlalu besar kepadaku. Aku takut jika aku terus berusaha sendiri, maka sesuatu yang fatal akan terjadi, lalu aku akan menyalahkan diriku sendiri. Dan aku sudah cukup lelah berusaha berpikir secara rasional bahwa semua memang harus terjadi, dan tidak ada satu pun yang terjadi ini yang harus dibebankan kepadaku sebagai sebuah kesalahan, tetapi harus kuhadapi sebagai sebuah tantangan, dan harus kutaklukkan karena aku harus menang. Karena aku memang tidak punya pilihan. Aku harus menang. Itu satu-satunya pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tidak tahu caranya, ya Tuhan. Aku benar-benar tidak tahu caranya. Bagaimana melalui semua ini dengan tanpa rasa sakit. Tanpa kesalahan. Sempurna dengan nilai A. Karena aku tidak sempurna. Engkau melihat aku dengan jelas dari atas sana, betapa lemahnya dan tak berdayanya aku. Betapa kikuknya aku dalam beberapa hal, betapa tak berpengalamannya dan tak berpengetahuannya aku. Aku sudah menekan diriku untuk belajar, tapi aku tidak tahu apakah otakku cukup cepat menyerap semua pengajaran ini dalam waktu singkat. Aku memeras otak, berusaha tegar, memperpanjang batas kesabaran, tapi pada akhirnya, aku tetap ingin berteriak dan menangis sekeras-kerasnya. Aku tidak ingin orang mendengar. Aku hanya ingin Kau mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu aku katakan aku tidak kuat, I mean it God. It is beyond my league. Aku harus mengejar untuk melakukan sesuatu yang dipelajari orang selama bertahun-tahun, dan aku harus menjadi mahir dalam beberapa hari. Demi kebaikan, sekali lagi, aku setuju denganMu, ini memang demi kebaikan. Tapi yang aku tidak yakin adalah waktu yang Engkau berikan. Aku tidak yakin itu masuk akal. Tapi lagi-lagi, bagaimana akalku dapat membatasi Engkau, yang melampaui segala akal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau selalu membuatku melakukan hal-hal yang tidak masuk akal, dan aku tidak menyalahkanMu untuk itu. Sebagai pribadi yang telah menjadikan dunia ini dengan segala keajaibannya, akal tentu bukan ukuran yang Kau pakai dalam menentukan rancangan-rancanganMu. Dan aku tahu Engkau lebih tahu aku daripada diriku sendiri. Sebab Engkau menjadikanku, dan bahkan pikiranku, semuanya dari padaMu. Jadi kalau saat ini Engkau menggunakan aku untuk sesuatu hal yang menurutMu baik, hey, I’m in 100%. There’s no argue in that part.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, syukurlah, di akhir hari ini, dan di akhir segala kepenatanku ini, aku masih percaya Engkau tahu apa yang Kau lakukan. Aku tidak kehilangan keyakinan. Walau di dalam kepalaku sempat berkecamuk beraneka ragam keraguan. Ya, aku tahu, keragu-raguanku terhadap diriku sendiri hanya akan berarti aku meragukan Engkau. Aku cukup yakin Kau tidak begitu menyukai hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, aku harus mengakui di hadapanMu, terkadang aku tidak menguasai diriku sendiri. Aku tidak menguasai sekitarku… Dan aku sungguh tidak dapat melakukan semuanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi hal terbaik –dan mungkin yang paling benar – yang dapat kulakukan saat ini, adalah memohon agar aku tidak menghadapi semua ini sendirian. Aku mohon, please be here God, please be by my side. Cause I can’t do it alone. That’s all I’m asking you. Yaaa, sebenarnya bukan itu saja. Lebih tepatnya, itu yang paling aku butuhkan saat ini. A company. A friend. Dalam segala jalanku. Karena aku tak ingin sendirian. Aku tak bisa sendirian. May God (Yes, I mean You, God) be with me.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-1769226609185563336?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/1769226609185563336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=1769226609185563336' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/1769226609185563336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/1769226609185563336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2011/05/aku-tidak-dapat-melakukannya-sendirian.html' title='Aku Tidak Dapat Melakukannya Sendirian.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-8167839587381060896</id><published>2010-10-10T00:46:00.001-07:00</published><updated>2010-10-10T00:46:21.753-07:00</updated><title type='text'>You are not forgotten.</title><content type='html'>Today I was amazed by God (again) and His restless love and care for me. &lt;br&gt;He said something that broke my heart into pieces and put it again altogether in the right place. &lt;p&gt;I was caught up with my self yesterday, that put me in a really bad mood, which I can say, lucky no one&amp;#39;s there. But that&amp;#39;s the problem at the beginning. No one&amp;#39;s there! I was so fed up with my life and I needed someone to talk to, but no one&amp;#39;s there. Everybody was conveniently busy with their own stuff. My brother was at work, my colleagues were nowhere within my reach, and the only best friend who would listen to me if she wasn&amp;#39;t asleep, lives so far far away that I wish I could go there every time, but apparently I can&amp;#39;t. So I made a short conclusion with unfortunately not much wisdom left, and I just shouted out loud: God, maybe you just don&amp;#39;t love me anymore. How come you make me wait, for everything... Even for a friend? I was lucky that God Himself is love. He didn&amp;#39;t send a large scary thunder to make His point to me. I think He just sat down at His throne and sighed. &lt;p&gt;Then like usually, whenever I am confused and not being myself, God put me to sleep, so deep, that I woke up late this morning. Sunday morning, that I can&amp;#39;t afford to be late, because the church I&amp;#39;ve been going these past few weeks is a very very, and I mean very packed up church. I&amp;#39;m telling you, you can&amp;#39;t be late if you want to go to this church, or you will end up sitting on the stairs, hearing the delayed voice of the priest from a 42&amp;quot; plasma TV. So there I was, so late, still confused, haven&amp;#39;t finished my make up and haven&amp;#39;t gotten the chance to fix my hair, and the clock&amp;#39;s ticking like a time bomb.... then I said God, let me just stay home and cry. I don&amp;#39;t want to sit on the church&amp;#39;s stairs. Just let me stay home, okay. I&amp;#39;m sorry...... But the moment I went back to my bed to sit and cry, God said in my heart: Go. So I woke up, and rushed myself to find a cab. Why? Because I believe when He say something He mean it. I believed Him.&lt;p&gt;I arrived ten minutes later than I supposed to be, I ran and took the stairs and tried to beat everyone who&amp;#39;s taking the elevator. And when I reached the 10th floor, with my heart beat still racing with my breath, getting ready to sit down outside the main room or on the stairs if I must, an usher called me and let me in, then inside, another usher called me and gave me the front seat. I mean the front seat! Where I can see the priest&amp;#39;s face so clear that maybe I can see his pimple if I want (no, I&amp;#39;m just kidding, it&amp;#39;s not that close...). I was about to sit and thank God for all that, when God shouted in my heart: &amp;quot;Now you tell Me I don&amp;#39;t love you?!&amp;quot; &lt;br&gt;That moment, like I said earlier, my heart broke into pieces and pulled together right away to be put back in the right place. Everything that was wrong in my heart was fixed, and I got myself back, a one loved human being, God&amp;#39;s own child, the apple of God&amp;#39;s eye. And I realized, that I was not being myself these two days, I was letting myself go with what satan said about me. It&amp;#39;s all him who said that I wasn&amp;#39;t loved. It&amp;#39;s him who told me that God forgot about me. And I was being stupid when I believed all those lies. &lt;p&gt;At the end of the sermon, the priest asked us to open Jeremiah chapter 1 verse 5 that said, &amp;quot;before I shaped you in the womb, I knew all about you. Before you saw the light of day, I had holy plans for you...&amp;quot; &lt;br&gt;You see, that is how much God loves us. He knew all about us since there is none of us yet. He had plans for us, even before we&amp;#39;re able to make our own plans. So when He loves us that much, it is purely impossible to forget about us. &lt;p&gt;Now I don&amp;#39;t know where you are, and what happened with you. Maybe you&amp;#39;re fed up with life just like I was yesterday, maybe your friends were busy and you feel very lonely, and maybe it&amp;#39;s so hard for you to understand why this or that is happening to you, and maybe you begin to think that God doesn&amp;#39;t love you anymore. If it did cross your mind today, let me suggest that you sit down and pray. Imagine Him holding your hands, and imagine you look Him in the eye. And look again deeper in the realm of your spirit, take your time to calm down... And I bet, you will see, that He has nothing but love for you. Because that is Him. He can only love. And to Him, you are His everything. He had beautiful plans for you. For He loves you more than you love yourself. You have to remember that. So you wouldn&amp;#39;t let satan&amp;#39;s lies take away your joy and faith. &lt;p&gt;Then go to sleep. I think it helps. ^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-8167839587381060896?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/8167839587381060896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=8167839587381060896' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/8167839587381060896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/8167839587381060896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/10/you-are-not-forgotten.html' title='You are not forgotten.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-2810648077017045075</id><published>2010-09-06T09:52:00.001-07:00</published><updated>2010-09-06T09:52:48.746-07:00</updated><title type='text'>Sometimes it's not about what I want.</title><content type='html'>I wanted a room, where everything is mine, but if I only have a desk and a chair, then it&amp;#39;s going to be fine. I wanted new things all the way, but old things work better anyway. I wanted to be heard by people, and no one did, but God heard me, and more than those people, He actually did something, and make a difference. I wanted to be able to solve all my problems, and turned out that I couldn&amp;#39;t, but just in time, God took over everything and everything is solved, in ways I can&amp;#39;t think of... &lt;br&gt;I wanted freedom, but I got stuck in a place where freedom is as rare as seeing mars with bare eyes... but you know what, it doesn&amp;#39;t seem to limit my ability to speak, and to think, and to walk, and to learn and to do good things, so it doesn&amp;#39;t matter. &lt;br&gt;&lt;br&gt;I wanted a lot of things but a lot of things isn&amp;#39;t always the answer. Sometimes the answer is in the smallest thing, if I remember to always give thanks in the end of the day.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-2810648077017045075?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/2810648077017045075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=2810648077017045075' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2810648077017045075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2810648077017045075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/09/sometimes-its-not-about-what-i-want.html' title='Sometimes it&apos;s not about what I want.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-8327231658317244886</id><published>2010-07-18T10:53:00.001-07:00</published><updated>2010-07-18T10:53:09.670-07:00</updated><title type='text'>Hidup yang Besar.</title><content type='html'>Aku telah mengatakannya dan hari ini aku akan mengatakannya lagi... Ada hidup yang &amp;#39;besar&amp;#39; menunggu kita. Kita, maksudnya, aku, kamu, dan semuanya... Tidak terkecuali. Tidak pilih-pilih. Kita. Setiap pribadi, direncanakan Allah untuk menjadi besar. Masalahnya cuma satu, ada prosesnya. Dan ada caranya. Dan terlebih dari itu, kita, pelakunya. Yang kita lakukan, pada akhirnya akan menentukan apakah rencana &amp;#39;besar&amp;#39; itu terwujud atau tidak dalam kehidupan sesungguhnya. Respon kita pada proses, itu yang akan menentukan kehidupan seperti apa yang terjadi di depan. Dan hari ini aku belajar banyak dari sesuatu yang sederhana, dari orang yang tak terlalu kukenal, dan dari jauh, dari tangga sebuah gereja. Ya, aku tak mendapat bangku, jadi aku duduk di tangga di luar ruangan tempat ibadah sesungguhnya sedang berlangsung, mencoba menyelami ibadah dengan bantuan layar plasma dan suara speaker yang kadang ada kadang tiada... Well, aku tidak bersedih untuk itu, aku percaya setia dalam perkara kecil akan diberikan perkara besar, setia di tangga, suatu hari akan naik ke panggung... Lohhh? Bukan berarti aku mau setia di tangga... Perut yang bermasalah membuatku harus puas duduk di tangga untuk pertama kalinya dalam sejarah aku mengunjungi gereja yang selalu penuh sesak ini...&lt;p&gt;Tapi cukup tentang mengapa aku duduk di tangga. Mari kita ke masalah utama. Alasan utama aku menulis tulisan ini. Pesan yang disampaikan Pastor sangat bagus, tapi justru 4 menit terakhir yang paling menyentuh hatiku. Yaitu waktu aku melihat video rekaman saat Sidney Mohede bersanding dengan Israel Houghton di panggung akbar Hillsong Conference. Video itu sukses membangkitkan kembali adrenalin di dalam hasratku. Jika kamu belum pernah mendengar tentang dia, Israel Houghton adalah seorang peraih Grammy Award, salah satu penyanyi gospel terbaik di jaman ini. Dan sekilas aku ingin kalian tahu, bahwa dia pun bermula dari masa lalu yang tak dapat dibanggakan... Tapi dia (Tuhan sebenarnya, dia hanya &amp;#39;follow the plan and the guidance of the Planner&amp;#39;) mengubah masa lalu menjadi masa depan penuh harapan... Dan kemuliaan bagi Tuhan. Lalu selanjutnya, aku berharap kalian sudah kenal Sidney Mohede... Salah satu tokoh musisi rohani Indonesia yang semakin populer saat ini. Tidak banyak yang aku tahu tentang dia, meski demikian, aku banyak mendengar tentang ketekunannya dalam berkarya bagi Tuhan. Bahkan menurut cerita seorang kawan, ketika yang lain mulai menyerah, Sidney tidak. Aku sendiri sebenarnya pernah melihat dia sekali di kota Surabaya, sebelum ia setenar sekarang, dan yang kutangkap saat itu adalah kerendahan hatinya... Dan itu masih kulihat sampai sekarang... Aku percaya itu juga yang membawanya kepada kehidupan yang &amp;#39;sebesar&amp;#39; sekarang, sebagai penyanyi rohani Indonesia, dapat berdiri sepanggung dengan idola kebanyakan penyanyi rohani Indonesia, dan bahkan menyanyi bersama peraih penghargaan Grammy ini... Membuatku ingin berteriak keras-keras... Sidney, seeing how God lifts you up, I bet you are the next Grammy Award winner! &lt;p&gt;Sekali lagi, kehidupan yang &amp;#39;besar&amp;#39; itu tak hanya akan terjadi pada seorang Sidney Mohede, karena Ia telah merancangnya bagi kita semua, dalam porsi, kesempatan, dan waktu yang berbeda. Tetapi arahnya sama. Ke atas. Ke atas berarti terus naik dan bukan turun, ke atas juga berarti, apapun kehidupan itu, hanya diperuntukkan bagi kemuliaanNya.&lt;p&gt;Namun belajar dari Sidney Mohede, ada satu hal yang pasti dibutuhkan dalam perjalanan kita mencapai kehidupan yang &amp;#39;besar&amp;#39; itu.... Dan itu adalah kesetiaan. Sidney setia ketika ia belum menjadi siapa-siapa, ia setia ketika popularitasnya meningkat tajam, sehingga ia menjadi salah satu selebritis Kristen paling dipuja di Indonesia, ia setia ketika Tuhan meletakkan dia di atas sebagai pemimpin, dia setia ketika Tuhan mulai membawa popularitasnya melampaui Indonesia. Ia setia, waktu ia telah dikenal oleh beberapa musisi kelas dunia. Dan karena ia setia, ia dibawa terus naik, melebar, semakin dalam, semakin besar. &lt;p&gt;Selanjutnya, kesetiaan hanya dapat diuji dengan waktu... Aku bertemu pertama dengan Sidney mungkin sekitar 10 tahun yang lalu... Dan aku mengagumi kesetiaannya hingga saat ini. Melalui masa-masa yang sulit, ia tetap setia kepada Tuhan. Kesetiaan yang teruji dengan waktu ini sama dengan kesetiaan Daud mulai dari ketika ia menerima janji Allah bahwa ia akan menjadi raja atas Israel, sampai ia benar-benar menjadi raja atas Israel, yang mana itu memakan waktu yang tidak sebentar. Dan dalam waktu tersebut, ia harus menghadapi hidup yang bagai mimpi buruk. Dikejar-kejar untuk dibunuh oleh Saul salah satunya, bukan kehidupan yang ia harapkan sebagai calon raja. Tapi toh Daud setia... Kesetiaan yang sama juga ada pada Yusuf, sejak dari ia menerima mimpi hingga waktu Ia boleh benar-benar menghidupi mimpi tersebut, makan waktu yang sangat panjang dan melelahkan, serta proses yang mungkin membuatnya berpikir lebih baik mati di sumur waktu itu... Ketika kakak-kakaknya membuang dia. Tapi Yusuf setia, dan Ia pun mendapat anugerah atas kesetiaannya. &amp;#39;Kebesaran&amp;#39; yang jauh lebih besar dari yang dapat ia bayangkan.&lt;p&gt;Jadi? Tidak sulit kan untuk mencapai kehidupan yang &amp;#39;besar&amp;#39;. Hanya butuh satu hal yang harus kita lakukan terus menerus tanpa henti, kesetiaan. Setia pada Bapa yang telah berencana, setia pada apapun yang telah dipercayakan kepada kita untuk kita lakukan sekarang, setia pada waktu yang disediakan bagi kita. Jangan mencari jalan pintas yang tak bertanggung jawab, jangan mencari mesin waktu. Nikmati saja prosesnya. Dan belajarlah untuk setia, hanya itu... Mudah kan...? Aku bohong. Itu sulitnya minta ampun. Aku mengalaminya. Dan aku berkali-kali menyatakan aku menyerah. Tidak sanggup. Mau mundur saja. Tapi satu hal menohokku hari ini... Sebuah video amatir yang memperlihatkan bagaimana Sidney Mohede tampil bersama Israel Houghton di atas panggung internasional Hillsong Conference. Hari ini juga aku mencabut semua kata-kata menyerah yang pernah aku ucapkan. Karena aku percaya, aku sedang berada di jalan menuju kehidupan yang besar seperti Sidney Mohede. Dan tidak ada alasan untuk menyerah. Aku memiliki Tuhan yang besar. Dan aku sudah setengah jalan. Aku tidak dapat kembali ke titik awal. Yang bisa aku lakukan hanya maju terus dengan setia. Suatu hari kehidupan yang besar itu akan tiba tepat di depan bola mataku. Ya, aku tahu, jalan yang harus kulalui ke sana mungkin berkerikil, naik, turun, berlubang bahkan, dan sepertinya banyak rambu-rambu yang menipu. Juga banyak sekali casino yang menggoda kita untuk berhenti dan bermain-main, mempertaruhkan segala sesuatu yang telah kita kumpulkan sehingga kita harus mulai dari nol lagi...(Jangan masuk ke casino-casino itu!). Tapi ada satu kendaraan yang akan membuatku dapat melalui jalan itu, namanya kesetiaan. Tetaplah setia seperti Daud, Yusuf, dan Sidney. Dan siap-siap dikejutkan dengan sebuah kehidupan yang besar!&lt;p&gt;Ketika kita tidak setia, Tuhan setia. Ketika kita setia, Tuhan jauh lebih dari setia. Ia mewujudkan impian kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-8327231658317244886?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/8327231658317244886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=8327231658317244886' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/8327231658317244886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/8327231658317244886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/07/hidup-yang-besar.html' title='Hidup yang Besar.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-37433520004476886</id><published>2010-06-22T08:22:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T08:23:34.416-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analogy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Little White Piggy'/><title type='text'>The Little White Pig and The New Farm.</title><content type='html'>Little White Pig    : Hi God…&lt;br /&gt;God   : Oh hi, my little white pig… How are you? Are you doin’ fine?&lt;br /&gt;Little White Pig    : yeah, I think so… It’s been quite long since I really have a conversation with You. I’m sorry..&lt;br /&gt;God    : You are forgiven. See, piggy, I know you’ve been busy. I guess it’s good to be busy, rather than have nothing to do. But…&lt;br /&gt;Little White Pig    : But…?&lt;br /&gt;God    : But, no matter how busy you are. Don’t forget your priority.&lt;br /&gt;Little White Pig    : Ya, I know… Sometimes I forget my priority.&lt;br /&gt;God    : Yup, like talking to me, no matter small things or big things, it doesn’t matter. What matters to me is meeting you. You are my daughter you know. I can’t imagine one day not seeing you… or hearing your voice.&lt;br /&gt;Little White Pig    : Wow, you are a very romantic person…&lt;br /&gt;God    : Of course! I create romance…&lt;br /&gt;Little White Pig    : Thank You God.&lt;br /&gt;God   : What for?&lt;br /&gt;Little White Pig    : For everything. For a life. A good one actually. And when I say good it doesn’t mean easy, but it’s good.&lt;br /&gt;God    : Nothing is easy. But everything is possible… remember? You have me.&lt;br /&gt;Little White Pig    : Yup! That I know for sure.&lt;br /&gt;God    : Thank God.Oh I mean, thank Me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Little White Pig    : Hahaha, ya thank You. And God thank You for another new farm for me. It’s big and fine place to stay. Though I’m a bit unsure of how long this place would stand. I can’t see anything yet. But I know I will be safe with you. You have provided me with a life I can be proud of. I know I haven’t seen it all. But I will. I know I will. Your promises never fail. What You say is what You do. I don’t know when. And actually, I have no idea how. But I know it will happen. I just have to be patient, and strong, and trustworthy for You to use me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God    : Piggy, I can see that you are strong enough to wait. Remember what your Papa Bear said few days ago right, I can make anything happen, and I will, for my promises are true. But if I make it all happen now, are you sure you can handle it all right like the way we want it? That’s most important. To handle it right. I want you to be ready. And I’m serious about this. You don’t need to worry, when the time comes, everything will be added to you. Every single thing. You have my word. You know you do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Little White Pig    : Yes God! Please guide me through it. I need You.&lt;br /&gt;God    : Everything will be alright dear… I am God. What could possibly happen to a daughter of God?! I bet, only the good things. Only the good things will happen to my children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Little White Pig    : Alright! You’re the Man, God! You’re the Man! I am really happy I can talk to You today.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God    : Talk to me every day. I will be right here waiting for you.&lt;br /&gt;Little White Pig    : Is that a song?&lt;br /&gt;God    : Yeah well, I made it in Heaven, but then I want you to sing it too. So I told Bryan the song, it’s Bryan right? his name? son of Adams?&lt;br /&gt;Little White Pig    : Yeah, hahaha, I think so. OK then, I’ll see You soon, God. I will miss You during the day.&lt;br /&gt;God    : I will always be with you. Just talk to me in your heart. I’ll hear every word you said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Little White Pig    : Thank You. Bye…&lt;br /&gt;God    : Be good. IBU.&lt;br /&gt;Little White Pig    : What’s that? IBU?&lt;br /&gt;God : I bless you. ha ha ha… You guys like abbreviations right. GBU, JBU…&lt;br /&gt;Little White PIg    : ha ha ha thank you God. See you soon.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-37433520004476886?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/37433520004476886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=37433520004476886' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/37433520004476886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/37433520004476886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/06/little-white-pig-and-new-farm.html' title='The Little White Pig and The New Farm.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-7968944878231555095</id><published>2010-06-22T08:18:00.001-07:00</published><updated>2010-06-22T08:23:27.060-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analogy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Little White Piggy'/><title type='text'>The Little White Pig on The Sunny Side of The Street.</title><content type='html'>This is the latest conversation between God and The Little White Pig.&lt;br /&gt;The Little White Pig: God…&lt;br /&gt;God: Yes dear?&lt;br /&gt;The Little White Pig: Thank you…&lt;br /&gt;God: Anytime…&lt;br /&gt;The Little White Pig: I’m free now…&lt;br /&gt;God: A promise is a promise. You know that I never make a fake promise, right?&lt;br /&gt;The Little White Pig: Yup! You have never forsaken me. Never! You are my God, my Defender.&lt;br /&gt;God: As always…&lt;br /&gt;The Little White Pig: You never let me fall down. You are always there. When people left, when my family can’t do anything to help, when I thought I’m nobody and have nobody… I have You.&lt;br /&gt;God: You are the apple of My eyes…&lt;br /&gt;The Little White Pig: Now I know… That there’s no such thing as coincidence… You’ve planned everything, every small part in my life, is a start of something big in the future.&lt;br /&gt;God: Coz when you are with me in small things, I will give you big things… That’s an international, multidimensional, and irrational promise that will not fade through time…&lt;br /&gt;The Little White Pig: What’s with the -nal ends?&lt;br /&gt;God: I like rhymes…. don’t you….&lt;br /&gt;The Little White Pig: O… okay… me too… Actually I got a poem for you…&lt;br /&gt;God: Oh wow… very nice of you… I want to hear….&lt;br /&gt;The Little White Pig: Oh, okay, I hope you like it… It goes like this…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There’s one man in this life&lt;br /&gt;Who will always love me&lt;br /&gt;For whatever I am&lt;br /&gt;‘Till eternity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He never asked me&lt;br /&gt;To wear skirt or pants&lt;br /&gt;or to keep&lt;br /&gt;all that beauty sense&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He don’t even care&lt;br /&gt;About my hair&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whether it’s short or long&lt;br /&gt;He only say&lt;br /&gt;To you I belong….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God:….&lt;br /&gt;The Little White Pig: God? Are You alright?&lt;br /&gt;God: It’s beautiful…&lt;br /&gt;The Little White Pig: Hey God, I believe, more and more people will write more poetries for You… more poems, more songs, more musics, more books, more screen plays…&lt;br /&gt;God: Well looking forward to it, dear… You know that I will be there when those things happen right…?&lt;br /&gt;The Little White Pig: Sure! Anyway God, thanks a lot for the new farm… It’s a great farm. I learned so many new things here… And they are great people too…&lt;br /&gt;God: Of course… no sweat… but there are more great things waiting to be revealed… in your life….&lt;br /&gt;The Little White Pig: Wooow? Are You Sure? I mean like like like like like really sure?&lt;br /&gt;God: Yup. 1000%. Guaranteed by Me.&lt;br /&gt;The Little White Pig: Thanks God… I owe You like like like like like more than life….&lt;br /&gt;God: You owe me nothing… You are Mine, and I am yours.&lt;br /&gt;The Little White Pig: Thank You…&lt;br /&gt;God: But remember… You have to know who you are, and where you came from okay? You are the princess of My Kingdom, so you have to spread the Kingdom, don’t destroy it.&lt;br /&gt;The Little White Pig: Oh, Okay God… I will remember that. It’s a quite challenging thing indeed, You know, The new farm… It’s like… very very earthy… but well I think I can do it…&lt;br /&gt;God: You can. As long as you keep yourself strong.&lt;br /&gt;The Little White Pig: Okay! I will try my best! Okay, God, I’ll talk to You later okay… So many things to tell…. So little time…&lt;br /&gt;God: I will always have the time…&lt;br /&gt;The Little White Pig: Right, You can do all things in the same time right?&lt;br /&gt;God: Ha ha ha, yup, I can make the sun shines bright in Europe while the rain falls roughly in Asia. It depends on my mood (kidding!). Depends on My grace…&lt;br /&gt;The Little White Pig: Cool! that’s awesome!! Can I do that? (of course not…). Okay then, my God of grace, see You soon….&lt;br /&gt;God: See you dear! Call me…&lt;br /&gt;The Little White Pig: Will do! Bye….:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-7968944878231555095?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/7968944878231555095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=7968944878231555095' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/7968944878231555095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/7968944878231555095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/06/little-white-pig-on-sunny-side-of_22.html' title='The Little White Pig on The Sunny Side of The Street.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-610093899503686868</id><published>2010-06-22T08:16:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T08:17:12.499-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analogy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Little White Piggy'/><title type='text'>The Little White Pig and The World.</title><content type='html'>After a long conversation with God, The Little White Pig is getting stronger. And some of her college friends was very thoughtful that they care a lot to the piggy and give piggy good advices. Piggy were very thankful of having them as good friends. Some of ugly and beautiful things happened this month has made piggy think and think… and think…. and think… You know, the world is so strange, God is too unique, and human beings (the piggy thinks she’s human), are just in between. Hate this world a lot, but not ready to go to heaven yet. How come? So many questions. So simple answers. Piggy know that God loves surprises, but sometimes it’s hard to wait. piggy is always on rush. She wants everything, every good things promised to her, happened as quickly as possible. She thinks faster is better. Everybody does huh? Be patient piggy.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-610093899503686868?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/610093899503686868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=610093899503686868' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/610093899503686868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/610093899503686868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/06/little-white-pig-and-world.html' title='The Little White Pig and The World.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-7265311710582744492</id><published>2010-06-22T08:14:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T08:15:39.851-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analogy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Little White Piggy'/><title type='text'>The Little White Pig and God</title><content type='html'>This is a bit serious conversation between God and His creation, the little white pig.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Little White Pig: God…&lt;br /&gt;God: Hi dear… Glad to see you again… Wuzzzup?&lt;br /&gt;The Little White Pig: I’m confused….&lt;br /&gt;God: Why? What’s wrong?&lt;br /&gt;The Little White Pig: Uhm, I’m… not really sure…&lt;br /&gt;God: Well… Let’s start from the very beginning ‘kay… Tell me everything…&lt;br /&gt;The Little White Pig: It’s a long story&lt;br /&gt;God: I have time…&lt;br /&gt;The Little White Pig: You have to take care everyone else in this world…&lt;br /&gt;God: I could do it at the same time… you know Me…&lt;br /&gt;The Little White Pig: Well ya… I know…&lt;br /&gt;God: So… What’s goin’ on?&lt;br /&gt;The Little White Pig: Uhm, it still a long story… Well okay, remember the time when you told me to go to the new farm?&lt;br /&gt;God: Of Course, It’s in my diary…&lt;br /&gt;The Little White Pig: You have a diary?&lt;br /&gt;God: Sure… Why Not? I like writing… It’s a hobby you know…&lt;br /&gt;The Little White Pig: O? Okay… Well why did you send me to the new farm? It doesn’t look to great you know…&lt;br /&gt;God: Well I think it’s good for you. You know that I always give the best to prepare you for the best right?&lt;br /&gt;The Little White Pig: Well, yeah, of course… It’s just You… You will always give what’s best. But… Sometimes, I feel like I’ve gone into the wrong farm… Have I? Maybe the farm next door is the right farm… Did I enter the wrong farm?&lt;br /&gt;God: no.&lt;br /&gt;The Little White Pig: So?&lt;br /&gt;God: What?&lt;br /&gt;The Little White Pig: Well, You know, You see right, it’s getting worse…&lt;br /&gt;God: Uhm… yeah… but it doesn’t fail my plan… in fact.. it’s still my plan…&lt;br /&gt;The Little White Pig: Yeah?&lt;br /&gt;God: Yeah! sure! No worries.&lt;br /&gt;The Little White Pig: But, you know, the farmer..&lt;br /&gt;God: Chill out girl, I will deal with the farmer myself…&lt;br /&gt;The Little White Pig: You have plans for him?&lt;br /&gt;God: Of course, I have big plans for everybody. Too bad that sometimes they just don’t realize it…&lt;br /&gt;The Little White Pig: You know… few days ago… that story…&lt;br /&gt;God: About your friend, the little bird?&lt;br /&gt;The Little White Pig: Yup, You know… She’s going to leave me alone in this farm…. I’m afraid..&lt;br /&gt;God: You got me, right..?&lt;br /&gt;The Little White Pig: Yeah I know.&lt;br /&gt;God: Everyone will come and go, and they will leave you…But I will stay.&lt;br /&gt;The Little White Pig: Thank You. Really. I can’t do it without You. This farm! It’s a mess!&lt;br /&gt;God: Yeah… But I know that you’re strong enough. Remember, you’re already so close to the next level. So close to the next page of My plans…&lt;br /&gt;The Little White Pig: But… I’m just…&lt;br /&gt;God: Hey! Stop that! Don’t pity yourself again! It’s not time to be a little kid. It’s time to be strong, mature, and bold! I put you here coz I know that you can do it! Be bold my dear! You have me! You don’t need to be afraid of anything.&lt;br /&gt;The Little White Pig: Did you see my tears?&lt;br /&gt;God: Sure.. I cry when you cry…. I laugh when you laugh…&lt;br /&gt;The Little White Pig: But why… Why…&lt;br /&gt;God: It’s not time yet. You have to wait for the right time. It’s so close…&lt;br /&gt;The Little White Pig: When?&lt;br /&gt;God: It’s a surprise.&lt;br /&gt;The Little White Pig: O Come on… Just a hint?&lt;br /&gt;God: Uhm…&lt;br /&gt;The Little White Pig: Please…&lt;br /&gt;God: STICK.&lt;br /&gt;The Little White Pig: meaning?&lt;br /&gt;God: Remember this, STICK, and you won’t get stuck.&lt;br /&gt;The Little White Pig: STICK?&lt;br /&gt;God: STICK to My plans. STICK to Me…, do it My way…&lt;br /&gt;The Little White Pig: It’s hard.It’s tough.&lt;br /&gt;God: I know you can… I have trust in you, why don’t you have trust in yourself?&lt;br /&gt;The Little White Pig: Well… I… think I can do it for a few more days… or.. months…?&lt;br /&gt;God: Would it be ugly days?&lt;br /&gt;The Little White Pig: Nope! I will enjoy my life. Because you count every second of my life.&lt;br /&gt;God: So, it’s a promise?&lt;br /&gt;The Little White Pig: Well yeah, think so… I promise You that I will STICK to You.&lt;br /&gt;God: Great. Promise me to rejoice…&lt;br /&gt;The Little White Pig: Well… I’ll try…&lt;br /&gt;God: Just tell me when you ran out of my joy. I will send it a.s.a.i. I’ll send michael too.&lt;br /&gt;The Little White Pig: What’s a.s.a.i.?&lt;br /&gt;God: As Soon As Impossible! Because I’m God of impossible things, ha ha ha….&lt;br /&gt;The Little White Pig: I guess, God of Jokes too…&lt;br /&gt;God: sure! Like jokes. But the clean and intelligent one. No brutal jokes.&lt;br /&gt;The Little White Pig: Yup.&lt;br /&gt;God: So, feeling better?&lt;br /&gt;The Little White Pig: Still confused.&lt;br /&gt;God: Huh???&lt;br /&gt;The Little White Pig: But I do feel a lot better, thanks God.&lt;br /&gt;God: Anytime.&lt;br /&gt;The Little White Pig: Am I on the right path? Your path? Your way?&lt;br /&gt;God: Yup. No worries. You’re in My sight. I can see you clearly from up here. You’re just doing the right thing.&lt;br /&gt;The Little White Pig: Well, that is such a relieve…&lt;br /&gt;God: I’m glad when you are.’&lt;br /&gt;The Little White Pig: Okay then… I think I gotta go finish my job now…&lt;br /&gt;God: Yes. Now that’s my girl.&lt;br /&gt;The Little White Pig: Bye for now…&lt;br /&gt;God: Bye, call me later ‘kay.&lt;br /&gt;The Little White Pig: Of course! See you around God…&lt;br /&gt;God: I am around…&lt;br /&gt;The Little White Pig: :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-7265311710582744492?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/7265311710582744492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=7265311710582744492' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/7265311710582744492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/7265311710582744492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/06/little-white-pig-and-god.html' title='The Little White Pig and God'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-8089722147214059869</id><published>2010-06-22T08:05:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T08:06:07.048-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analogy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Little White Piggy'/><title type='text'>The Little White Pig and The Exhausting Farm</title><content type='html'>It’s just another episode of the little white pig’s life in her new farm. She was so exhausted yesterday, and few days before yesterday, and also… some more days before that few days. Let’s just say… she was exhausted for almost every day of her life, living in this bloody vexatious farm.&lt;br /&gt;For that unexpected burden, the little white pig cried out loud yesterday. She thought she can’t handle it. It’s too heavy… It’s too big… It’s too fast-too furious… And to whom it may concern, she’s still a little pig. But people see her as a big black gorilla… O come on… don’t even think that way.. no, that way! …yup! that way!….such a fool metaphor…&lt;br /&gt;But the little white pig got a nice consolation when she opened her friendster (by the grace of the Lord the farmers are not there…), the day after yesterday… which means today. She found such a supportive comment from Mr. Kind Zzzebra. The little white piggy just want to say thank you to Mr. Kind Zzzebra for his different kind of view of her being in this complicated farm. She is touched and got stronger. She Felt better. Though that ugly squeezing feeling is still there. It hasn’t gone yet. Mr. Kind Zzzebra was right. It’s the real world. Maybe what the piggy needs is just a little more time. to suit this farm. The piggy hopes that after quite some time she will understand the good point of being in this farm. Thank you Mr. Kind Zzzebra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-8089722147214059869?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/8089722147214059869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=8089722147214059869' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/8089722147214059869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/8089722147214059869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/06/little-white-pig-and-exhausting-farm.html' title='The Little White Pig and The Exhausting Farm'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-8499809150324112026</id><published>2010-06-22T08:00:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T08:01:22.081-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analogy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Little White Piggy'/><title type='text'>The Little White Pig and The Blue Sky Bunny</title><content type='html'>The little white pig used to have a very best friend back in the college. She was a blue sky bunny. No, not again. Don’t ask me why the bunny gone blue. It came out of nowhere. Maybe because she’s a calm, yet also a very tough bunny. The blue bunny was a mentor in a college tutorial that piggy joined that year. Well, the tutorial was not fun. But the blue bunny has become such a sister to piggy. Since the first time the little white pig knew she has some sort of connection with this bunny. She was a young and smart college student. She was very supportive to piggy in many kinds. She even crashed her car for piggy sake. For things happened, piggy was so thankful to the Lord that she ever had a friend like bunny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But things are slightly different now. The little white pig can only see her by coincidence. Or if God said so. It’s hard to catch up with her now. The piggy don’t understand what’s wrong with the bunny. They used to spend most of their days together, but now it’s just a matter of presents and goodies that came by her name. The little white pig is so sad and empty. It feels like losing her own sister. Piggy can’t even hear her voice or read her messages again. Slowly but sure, she’s disappearing from the little piggy’s life.&lt;br /&gt;Maybe the blue bunny has new friends now. New surroundings. Maybe, it’s been too hectic to worry about so many things and people. But the piggy knows that she’s still there, somehow. There, in the deepest mind. There, on the same spot where the little piggy left. She is there… And it’s just the piggy’s fancy delusion that… someday… in another part of this life, the little white pig could have more of those precious moments with the blue bunny, all over again.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-8499809150324112026?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/8499809150324112026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=8499809150324112026' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/8499809150324112026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/8499809150324112026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/06/little-white-pig-and-blue-sky-bunny.html' title='The Little White Pig and The Blue Sky Bunny'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-6164867319045164104</id><published>2010-06-22T07:51:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T07:55:59.120-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analogy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Little White Piggy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Farm'/><title type='text'>The Story of The Little White Pig</title><content type='html'>Once upon a sophisticated time, there was a little white pig. Where can you find a white pig? Well it just came out of my mind, so don’t ask me where can you find the little white pig. Just imagine a pig, okay, you got it, got it, okay, now change the color, she’s not pink, no, no don’t color the pig pink, now… let’s give a beautiful white color to the pig.. Okay, now you’re on my delusion. nice….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The little white pig by the way, is not just not an ordinary pig. She’s a very pretty one. her skin was so clean and tidy. And she hates dirty places. Just don’t imagine her playing with muds. No, no, no, get it out from your freakin’ mind. she loves being white. She loves her not-so-smooth white skin. So let’s not make her muddy today. Maybe you can just imagine her wearing a skirt. Or a lovely white gown. So that is nice… Now the pig is also a princess.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And, back to where we were, about the little white pig… Yes, I’ m thinking of a name… but I can’t find any suitable name for now… Do you have one? Just tell me when you know a cute name for her. Now, let’s just call her as it was. The Little White Pig. She lives in a very beautiful farm… A very neat and beautiful farm. It has been quite a month since she came into this small and peaceful-like farm. Her simple brain thinks this is the farm she has been wanting for long… Everything is best here. The facilities is all white just like she wanted to be (It’s so her!), the barn is could be either warm or cool just a matter of asking, and of course the library of knowledge is outrageous. Pigs also need to learn you know, not just human. Sometimes even a white pig could be smarter then human beings. Because she’s not just a pig. She’s more.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well about the farm… It’s tremendous. Inside out. And you know what, she’s not alone in there. There are some other nice animals around her. A bearded hippo, a cute little bird that sounds funny, a monkey that learns to be a great ape, a metropolitan gorilla, and more fun animals that hail the piggy as their amusing newcomer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But the little white pig doesn’t feel too great about the farmers. Something is just not right, she assumes. Well, let’s see what the piggy thinks about them. They seem to be nice and supportable. They like to teach you many things. And sometimes they make jokes that don’t spend too much of your energy cause you don’t need to laugh. For it’s not funny at all. And so on.. But something different from the old place piggy used to live. Freedom. There’s no freedom in this stunning place. There’s just work… and work… and work. The little white pig has to work 9 to 5 for the best of this farm with just an hour corruption to do lunch. Piggy called it corruption because she feel doing lunch is like committing a crime. Piggy only know that she has to work, and keep doing that for seven ugly hours. I guess the little white pig has gone scraggy by now. The farmers also don’t like to see their animals having a break. They really love to see those mammals and birds work, work, and work. Seeing their animals getting sweaty is an irreplaceable satisfaction. Again, The animals are not allowed to see the outside world, even from the "window". They are allowed to speak but not allowed to chat along, even if it’s just for the sake of socialization, for bloody ten minutes. Well of course the little white pig has a problem with this rules. Because she can’t be a quiet nerdy little white pig. Well, she can be quiet, but she can’t stand of not socializing to the other animals. Much worse because her spot is at the corner of the barn. It’s like the edge of the world in this solitary barn. So she won’t be able to hear what are the other animals talking about. What’s the latest topic in today’s discussion, is just a faint whispers in the piggy’s ear. Goodness!! Whispered the little white pig to her very own piece of mind. She feels like holding her breath here in the barn. She can barely move, for some movement could be a felony.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now she finally understand what was really meant by that offensive proverb: "A bird in a golden cage"  yeah right… she is now living in a gold… or maybe.. a diamond cage. But wether it’s a silver or gold, a diamond or an iron, it will still be a cage…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s just a matter of time… and opportunity to get her out of this farm.&lt;br /&gt;But for now, the little white pig knows what to do. Learn as much as she can. Enjoy every experience. Collect and use all free things inside. Use all the free but forbidden things while none of the farmers around. Just have fun! And in time, searching for other beautiful farm that is not a cage.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-6164867319045164104?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/6164867319045164104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=6164867319045164104' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/6164867319045164104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/6164867319045164104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/06/story-of-little-white-pig.html' title='The Story of The Little White Pig'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-6562216895223460151</id><published>2010-06-18T03:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-18T03:54:24.563-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Breakup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='survive'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='how to'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='love'/><title type='text'>How To Survive an Ugly Breakup.</title><content type='html'>So here's the thing about love... It's not easy to let go... I repeat, not easy people, not easy... Been there, done that. Believe me, it felt just like a drug addiction. Maybe even worse than drug addiction. Well, please don't get me wrong. I'm not suggesting that you better have a drug addiction. I'm just saying... It's hard, and it will need a serious attention. And one heck of a serious handling too. Because once we quit the relationship, we will have to go through a painful withdrawal condition: we really want it, but we can't have it. We really want him/ her, but we can't have him/ her. And that condition will be marked (I assure you it will...) with tons of hallucinations and bad dreams, lots of midnight groans and pity cries, the feeling of incomplete, hours (and sometimes could be 'days' or 'months') of daydreaming and blankness... not to mention many other serious illness that may surface, only because we want to get rid of the sweet unforgettable memories of the one we love...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, my simple suggestion is, don't give up. Trust me, you can do it. It's not that bad. It looks damn bad. But actually, it's not. It just looks that way, which lead you to my other simple suggestion, do not believe what you see... ^-^... Just have a determined heart and mind that you want all of these ugly feelings over, and that you want to move on with your life. We will talk more about that determination and other ways of treatment later, but for now, let's focus on the post-relationship conditions. Because, like always, you need to know the conditions in order to find the cure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First of all, It will start with... Cries... Pity cries, followed by the most popular question of desperation: 'why??!!' or 'why me?' Or 'Why God, why??' That's a normal reaction of an ugly break up. It's OK. Do not be ashamed of it. Everybody has that question. Often with no particular answer. I mean, certainly, God will not answer it, right. He'd be exhausted. Too many people are asking the same question nowadays. And because you're the one who ask that question, I can assume, that you also don't know the answer... So the point here is not to find the answer, but to accept, that there might be no answer at all... That these things happen, all the time, to almost all people. Yes, it happens for a reason, but you just don't know it yet, and you don't need to know it now. So popped the question, yes, but don't expect the answer. Just let it go. Let it flow. That way, you will be free from the need of knowing why. Because that need is killing you. And it will kill you sooner or later if you don't stop trying to find an answer, which is usually by making false assumption of yourself and your lover, and life, and more often, of God. Why?? Am I not pretty enough? Am I not kind enough? Did I make mistake? Maybe He just don't love me anymore. Maybe God don't want me to be happy. Believe me, all of your false assumptions are often.. false! And it won't make you feel better. It just makes you feel worse, even worst. Those self pity thoughts are poisonous, do not hear it, or be influenced by it. Just accept and realize that these things happen, and sometimes, it is not your fault. Or even if you did make a mistake, it is not the main reason of your break up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This also conclude the first thing you must have, after an ugly end of your relationship: an acceptance. Accept the situation. Accept the failure. Consider it as a part of life. And if you do really need an answer to the question 'why', please do not answer it with a negative statement like all of those above. Instead, try to answer it generally with a positive statement. For example: why is this happening to me? Well, because God has better plans for me. Because I deserve better. Things like that. It will make you feel a lot better. Don't pity yourself with all those negative statements. Be thankful though, that you are still alive and well. And you will survive. No matter what. You will. No matter what, you will come out as a winner. Trust me. But more than anything, trust yourself. You can do it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some people will have more than self pity, some will have anger. Lots of anger. Uncontrollable anger. Let's face it. Break up makes you angry. I describe anger as a form of reaction of an unsatisfactory in life. And I am positive that break up is not a satisfying condition. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So you are angry now. What would you do? Break stuffs? Kill a cat? Yell at people? Hit the walls with bare hands? Hurt yourself? Hey, I did all that during my ugly break up, except to kill a cat, of course, cause I can't find one. And you know what, frankly, it did make me feel a bit better, BUT (that’s a capital ‘but’ here..) it didn't make my life better, even a tiny tiny bit. We were still breaking up, things are still bad between us, and he's not coming back. And I got a swollen and bleeding left hand that I am not proud of. You know, I can still see some darker colored spots near the knuckles of my hand, reminds me that it has been wounded before because of a silly silly thing that I did a long time ago. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So I'm not telling you not to be angry, the situations are so bad that you deserve to feel irritated and offended by it. Instead, do be angry, but do not lose control. The Bible has a really good way of coping with anger. It says, something like this (I try to make my own version of it): When you're angry, get into your room and lock it, stay there until you're calmed down. And it certainly didn't say, while you're there, break any stuffs you can find. And it also didn't say hurt yourself repeatedly. The one thing I would suggest is scream as loud as you can. But don't lose it. Cause you won't want to lose your voice just for an ugly break up.  &lt;br /&gt;So once again, do be angry, it helps, BUT (it's that capital but again...) do not lose control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And for the next worst thing come these hallucinations and bad dreams, and hours (up until 'days') of daydreaming and blankness. It’s understandable because yes, something precious, or someone, is taken away from you. So suddenly you feel empty, incomplete, inside out. You feel like an empty room without a single furniture... Lame, and again...empty... Well, again, I truly understand your feelings. It's alright to feel that way for sometime. It's perfectly normal. It’s just another phase that you must go through in order to be cured from all of your pain. But you must realize that you can't keep yourself in this phase too long. Don’t keep indulging yourself with this empty and incomplete feelings because it will only make you suffer more, that it will be much harder to forget everything in order to move on with your life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The point is, this phase must happen, but the total control is in your hand, when and how long will you need to have it. In this phase (and actually all the other phases before it), you have the power to say “enough!”. Look, the first and second month after break up are the most crucial times, it’s the right time to be broken. You are allowed to be. People will totally understand. They will come and hug you, and stay by your side and if you’re lucky, they will cry with you. But after two months, dude, it would be just a waste of time. Even the loveliest friend you have will get bored. Believe me, I’ve been in this phase. The longer I stay in this phase, the harder to get out from it. Plus, my friends are getting numb… So, my personal and professional advice to you would be: I understand how you feel, but please, just get back on your feet and face it. Yes, reality sucks. Don’t blame yourself. No way you could bring him or her back. Nothing you can do could fix it. Face it. It’s gone. It’s just a sweet memory now. Remember it, cherish it, but leave it behind. Even how hard you try to remember every beautiful moment you had, it doesn’t belong in the future, because it’s the past. Let the future writes its own beautiful moments, and believe me, it will be a lot more beautiful than the beauty of the past.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See the bright side. Look outside, the sun is still shining bright. The world hasn’t ended yet. You still have so many good things in life you should be thankful of. Wonderful family, amazing friends, good career, and yourself, a nice and talented person inside you. Don’t waste it. Be proud of it. Be thankful of everything. Then wake up and go on with your life. You still have so much great things ahead, waiting to happen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okay, here’s the best way to cope with your feelings in times like this. It’s quite a simple idea really. You feel empty, right? Like a room without furniture (OK it sounds kind of sad, so this would be the last time I say it that way). So, anyway, what I’m trying to say is: fill your empty room with new furniture! Find some ‘new stuffs’, some good stuffs to put in your ‘room’. Fill yourself with new people, new friends, new activities that can help you think about anything else besides your own problem. Help other people in need. The most important thing is don’t let yourself be alone. Make everyday packed with lots of activities and friends. It helps. And it’s the best medicine. In my case, I read new books, watched a lot of comedy movies that can make me laugh at life, I wrote a lot, and believe it or not, I sang and danced by myself! I don’t care, I just want to make me feel better. I went shopping, met some old friends of mine, met some new friends, ate some delicious foods, buy something I’ve been wanting to buy… and all that made me feel a lot better. Maybe you should try it. Or just try something else. Do things you’ve been wanting to do for so long, things you haven’t got the chance to do before. Buy things you really want, spend some money. Free yourself. And you shall be free from your pain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, come on…. It’s just a guy…. Or a girl… (Man, I know how hard it is to think that way, even until now, I am still asking all those ‘why’ questions…). But… you’ll find a better one. I promise you, you will. My point is, don’t rush yourself saying he or she is the one. You don’t know it yet. You haven’t met half a million people living in this earth. And the good news is, you will still be alive and well without him or her. Have fun, enjoy your life, and find a new life with someone new.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-6562216895223460151?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/6562216895223460151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=6562216895223460151' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/6562216895223460151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/6562216895223460151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/06/how-to-survive-ugly-breakup.html' title='How To Survive an Ugly Breakup.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-1987461259507487714</id><published>2010-06-17T09:38:00.000-07:00</published><updated>2010-06-17T09:56:34.014-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ruang tunggu surga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The waiting room'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>The Waiting Room.</title><content type='html'>Kapan terakhir kali aku ‘mendengar’ keheningan yang seperti ini…? Begitu tenang… begitu ringan…. Ah…sudah lama aku tak merasakan ketentraman yang kurasakan sekarang. Saat hanya ada aku dan kedamaian. Dan itu saja. Tak ada beban, tak ada keramaian yang meyesakkan. Tak ada suara dering telepon yang mengangguku dengan sejuta tuntutan. Wow… &lt;span style="font-style:italic;"&gt;I forget how sweet is the sound of silence…&lt;/span&gt; Betapa merdunya suara keheningan ini… Saat suara-suara hanya melambai dari kejauhan. Saat musik swing jazz itu mengalun perlahan dalam harmoni yang lembut… membuat hatiku ingin berayun mengikuti irama yang indah… benar-benar kedamaian yang tak terkatakan… Tapi, sebentar… musik Jazz? Di mana kah aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan aku membuka mata… Samar-samar mataku mengumpulkan cahaya sekitar dan mulai mencari refleksi-refleksi informasi. Aku sedang terbaring di sebuah sofa merah yang sangat nyaman, di dalam sebuah ruangan putih yang luas dan tak berujung. Aku masih mengenakan pakaian kemarin… dan itu hanya berarti aku belum mandi… Dan bahwa aku belum pulang ke rumah… Karena tak mungkin aku bertahan dengan pakaian kerja selewat jam kerja. Sungguh sangat tidak biasanya. Tapi aneh, seingatku, kemarin aku tengah dalam perjalanan pulang….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah aku? Sepertinya itu pertanyaan yang lebih tepat. Aku mencoba melemparkan pandangan dan berusaha memahami di mana dan sedang apa aku di sini. Walaupun, tidak ada perasaan takut atau khawatir, hanya ada rasa damai yang menyejukkan hati. Dan sepertinya, damai itu berniat untuk tinggal selamanya di dalam hatiku. &lt;br /&gt;Lalu… tak seberapa lama aku memandang sekeliling, mataku pun melihat dia, seorang laki-laki yang tampan, dan sepertinya sudah cukup lama ia duduk di sebelah sofa tempat aku berbaring. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai…” Sapanya lembut… “Namaku Gaby…” sambut laki-laki ini. Aku berusaha mengamati dia, dari atas ke bawah, seperti yang biasa kulakukan terhadap semua orang. Ia bersetelan jas abu-abu, dengan sebuah dasi merah marun tergantung manis di lehernya. Rambutnya kecoklatan dan terpangkas rapi, matanya biru. Benar-benar tampan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih…” katanya sambil mengedipkan sebelah matanya padaku… aku heran…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“H…hai….” Aku terpatah-patah…. Mungkin karena ia terlalu tampan…. Atau memang aku terlalu heran… di mana aku sebenarnya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat datang di Surga…” katanya lagi dengan senyuman yang paling mempesona yang pernah kulihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“S…S…Surga?” O my God…. Aku sudah mati…. Hatiku pun sedikit menyesal…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belum… kamu belum mati….? Sebenarnya ini hanyalah ruang tunggu Surga… Kamu di sini karena suatu maksud…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh… belum..” Aku menghela napas lega… “Anda membaca pikiranku?” Tanyaku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pretty much yes… “ Jawabnya sambil tertawa kecil… “Bagaimana perasaanmu?” tanyanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah Anda bercanda…. Tentu Anda sudah tau bagaimana perasaanku.” Jawabku sedikit ketus… Buat apa bertanya jika ia memang dapat membaca pikiran…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahaha, yaaaa aku hanya berusaha bersikap sopan…” Katanya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bingung…” Aku mencoba mencari penjelasan darinya. Ia tersenyum menenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu kemarin mengalami sebuah kecelakaan yang cukup dahsyat… Terlalu banyak yang kamu pikirkan, sehingga kamu berjalan pulang dengan hati yang bimbang, kamu tak waspada saat menyeberang jalan…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh… my God….” Aku tak dapat berkata-kata… Sepertinya memang aku benar-benar berada di ruang tunggu Surga… sedang menunggu giliran untuk masuk ke sana dan selamanya meninggalkan dunia… Ini benar-benar saat yang tepat untuk mengatakan: tamatlah riwayatku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahahaha…. You got a great sense of humor…” Tukasnya sambil tertawa… Ia lalu mengambil sesuatu dari kantong celananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“IPhone 4?!!” Aku berseru kecil…Aku benar-benar terkejut… Apa benar ini Surga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahaha, tentu saja, kau pikir Surga hanya menyimpan lukisan Leonardo Da Vinci? Kami mengikuti trend kok… Aku baru mendapatkannya tadi pagi… Kami sangat terbantu dengan alat-alat ini. Apalagi Ipad… bagus sekali… sekarang semua memakainya saat praise and worship…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak dapat berkata-kata…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebentar..” katanya… ia pun memainkan ujung jarinya pada layar Iphone dambaanku itu dan lalu berpaling kepadaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuhan ingin menyampaikan sesuatu kepadamu…” ulas Gaby lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia mengasihimu… apapun yang terjadi, Ia tetap mengasihimu. Semua orang boleh bilang apa yang mereka mau bilang tentang kamu, tapi itu tidak akan mengubah pendapat Tuhan tentang kamu. Bagi Dia, kamu tetap “kepala jeruk” kesayanganNya…” ujar Gaby sambil menyentuh kepalaku lembut. Aku menitikkan air mata. “Kepala jeruk” adalah panggilan sayang keluargaku kepadaku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang sedang merasa sendirian saat-saat ini, pikiranku kalut. Lalu aku memutuskan untuk menjerumuskan diri ke dalam pekerjaan yang malah dengan sukses memakanku hidup-hidup. Aku jadi tak sempat berpikir dengan kepala yang jernih. Terlalu banyak tekanan, terlalu banyak tuntutan, terlalu banyak masalah yang tak terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penyesalan, itu masalahmu, terlalu banyak penyesalan, bagaimana kamu menikmati hidup, jika kamu selalu dibayangi masa lalu?” Gaby mulai memasang wajah serius. “Hari-hari ini kamu terus teringat akan kesalahan-kesalahan yang telah kamu lakukan puluhan tahun yang lalu. Kesalahan-kesalahan yang telah berkarat karena waktu. Seperti misalnya, ketika kamu melakukan kesalahan pada orang yang kau sayangi, karena kau tak menolongnya saat ia benar-benar membutuhkan pertolonganmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya….” Jawabku lirih… aku harus menahan air mata agar tak semakin membanjir…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sudah mengampunimu anakKu, kata Tuhan, bahkan sejak sebelum kamu memintanya dariKu, Aku telah mengampunimu” Gaby mengutip… Tangisku pun tak tertahankan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tak percaya? Nih, lihat, Tuhan baru saja mengirim sms…” Ia menunjukkan layar Iphone-nya kepadaku… Aku tertawa dan menangis bersamaan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hari-hari ini… kau juga diingatkan oleh masa-masa di mana orang yang kau sayangi tersakiti, dan kau tak dapat berbuat apa-apa… Dan pada masa-masa tertentu, kau memang masih terlalu kecil untuk melawan mereka yang menyakiti orang yang kau sayangi…” kata Gaby perlahan, tapi pasti. Lalu ia pun menambahkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada hal-hal yang di luar kendali kamu, anakKu, tapi tidak pernah di luar kendaliKu. Kamu tidak bersalah apa-apa… Dan terkadang memang tidak dapat berbuat apa-apa selain berdoa. Ada hal-hal yang memang harus terjadi. Tetapi percayalah semuanya pasti akan membawa kebaikan di masa depan… begitu kata Tuhan…” Gaby menjelaskan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghela napas pertanda menyesal… menyesali semua yang tidak dapat kulakukan saat aku seharusnya melakukan sesuatu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada yang dapat kamu lakukan saat itu, my dear… It has to happen, and it happened for good….” Gaby memelukku erat… air mataku membasahi setelan jas yang tampaknya mahal itu… “Menangislah, kalau menangis membuatmu melepaskan masa lalu, kalau menangis membuatmu melupakan kesalahan-kesalahan, kalau menangis dapat membuatmu memaafkan dirimu sendiri.” Ujar Gaby terharu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebentar, aku belum selesai…” Gaby mengambil nafas… “Yang ketiga, ini yang paling menyebalkan dari kamu…” Gaby memegangku agak keras dan kembali memasang ekspresi serius yang sedikit menakutkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hah? Aku?” Aku pura-pura tak bersalah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua penyesalan itu my dear, membuatmu takut menghadapi masa depan! Kamu jadi terlalu takut untuk mencoba. Kamu takut untuk gagal. Padahal, belum tentu kamu gagal. Actually, there’s a good chance that you will suceed, but only if you keep on trying… “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam…. Berpikir… berusaha mencerna apa yang ia katakan barusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seperti misalnya… kamu menyukai seseorang… ya kan…?” Gaby tersenyum penuh arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertunduk… wajahku memerah padam… Aku pura-pura mengusap tangis walau sebenarnya aku berusaha menutupi muka. Aku malu… ini perbincangan yang sangat pribadi lho sebenarnya… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakan… kalau kamu memang suka, katakan… kenapa sih kamu harus bertahan, saat tak ada yang perlu kamu pertahankan? You have nothing to lose, dear, kalaupun kamu tidak mendapatkan dia, kamu pasti mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik. Itu janji Tuhan. Tapi terkadang, dalam suatu masa dalam hidup, kamu harus ambil resiko. Dan menikmati debaran-debaran resiko itu. Itu yang namanya adrenalin, my friend! Dan itu yang namanya hidup! Saat adrenalin itu bergejolak, bukankah pada saat itu kamu merasa hidup?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yeaah… tapi….” Aku ragu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hey, wake up, my dear, wake up! Hidup ini cuma sekali. Percayalah padaku, kamu akan menyesal jika kamu tak pernah menyatakan perasaanmu kepada orang yang seharusnya mengetahui itu. Tuhan bahkan menyerahkan padaku untuk menasehati kamu soal perkara ini… Karena menurut Dia, aku ahlinya! Jadi, dengarlah nasihat dari seorang ahli, kamu akan menyesal, jika kamu memutuskan melewati hidup tanpa melakukan apa-apa…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bingung… dan yang lebih aneh lagi…. Aku percaya padanya… Ia benar… Aku memang menyukai seseorang, tetapi aku memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa, karena terlalu takut untuk mencoba… Aku takut apa tanggapannya jika ia tahu aku suka… Apakah ia akan menjauh? Atau ia akan memandangku sebelah mata? Aaaah…. Aku takuuut….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia tahu kamu istimewa, my dear… Ia pasti tahu… Ia bukan laki-laki bloon lainnya yang pernah kukenal… Gaby hanya berteman dengan laki-laki sejati… dan menurutku ia salah satunya kok… lagipula, percayalah, semua orang yang berhasil dalam hidupnya adalah orang-orang yang berani ambil resiko. Kalaupun ia tidak membalas perasaanmu… pasti akan ada seseorang yang lain yang mampu melihat cahaya yang terpancar dari wajahmu… dan dari hidupmu.” Gaby berkhotbah dengan yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi… aku bahkan tak mengenal dia… kami hanya berpapasan beberapa kali… Aku di sini, dan dia di sana, kami dipisahkan oleh jarak, kesempatan, dan waktu… Aku tidak yakin Gabe, aku benar-benar tidak yakin…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya kalau begitu buatlah jarak, kesempatan, dan waktu! If there’s no way, you make a way!” bentaknya gemas pada keragu-raguan dalam hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yeaah… let me think about it…” aku beralasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Don’t think, do! And remember what I said, wake up, my dear, wake up!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersedak, pandanganku kabur, seluruh udara sekitar seperti ditarik dariku. Aku melesat cepat ke dalam labirin waktu, berkecepatan maksimum hingga 400 km/ jam, dan blar… ada sinar yang sangat terang di depanku, lalu aku dan segenap tubuhku dilempar jauh ke dalamnya, aku jatuh terpelanting ke atas sebuah tempat tidur… menyelinap masuk ke dalam tubuh penuh luka yang menyerupai aku. Aku tersadar dengan cepat, karena udara sekitarku belum kembali… Dadaku sesak memanggil O2…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dear…. My dear” Suara yang kukenal memanggilku lembut… itu… itu mama…. Aku berusaha membuka mata…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“M…Mama…” aku menjawab lirih… tapi lega… aku telah kembali… Aku…. Rasanya aku hidup sih… karena aku dapat merasakan remuknya tulang-tulang di tubuhku… Sakitnya luar biasa… Tapi entah mengapa aku seperti merindukan rasa sakit ini… bahkan aku bahagia menyambutnya… Karena itu berarti aku masih bernyawa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dok…dokter, bagaimana anak saya… kok seperti sesak nafas gitu…?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa bu, ini berarti kesadarannya telah kembali… Ia akan baik-baik saja…” jawab seseorang berjas putih di sebelahku, dasi-nya merah marun… rambutnya coklat dan terpangkas rapi, tampan, dan bermata biru… tunggu….. sepertinya aku mengenal dia??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ga…Gab…..” Aku berusaha memanggil…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gabriel, nama saya Dokter Gabriel… ooh, kamu pasti melihat name tag saya ya… Wah bu, anak Anda sepertinya akan cepat pulih… Ia sudah dapat mengenali saya dengan baik…” ujar… dokter gadungan ini… Dia Gaby! Aku tahu dia Gaby…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya ya dok… aduuuh syukurlah, saya sudah ekstra kawatir tadi…” Ujar mama dengan mata yang berseri… Ia lega karena aku baik-baik saja…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“My dear, cepat sehat ya, dan ingat… wake up!” kata Gaby tegas… mama bingung… aku mengerti… lalu ia membisikkkan beberapa kata ke telingaku… “karena mungkin kamu cuma punya hari ini… Lakukan apa yang harus kamu lakukan…” lalu Gaby berjalan meninggalkan aku dan mama, keluar dari kamar dan menghilang di kejauhan…. Aku terdiam… Aku bingung… jadi aku kembali ke dunia ini hanya sehari?? Jadi aku hanya diberi kesempatan hari ini?! Aaah betapa tidak adilnya dunia ini… Apa yang bisa kulakukan dalam sehari…? Tapi… aku tahu apa yang harus aku lakukan… at least, dalam semua kesempatan yang telah aku lewatkan, aku tidak akan melewatkan kesempatan yang terakhir. Karena toh, aku tak akan bertemu lagi dengannya… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ma….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yes dear… eeh, pelan-pelan…” aku berusaha bangun dan melepas semua alat bantu medis yang membelit aku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mau ke tempat Matthew…” Mama mengernyitkan kedua alis tanda tak mengerti… Ia tahu siapa Matthew… karena aku selalu menceritakan tentang dia sepulang kerja… Tapi yang ia tak mengerti adalah mengapa aku harus menemui orang itu sekarang… namun hari itu mama tak mengucap sepatah kata… Walau biasanya sejuta wejangan harus kuterima sebelum akhirnya aku memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa karena aku sudah terlalu lelah mendengarkan semua wejangan itu. Tapi kali ini mama diam, membantuku melepas semua alat bantu yang menempel di tubuhku…. Aku heran… tulang-tulangku tak terasa begitu sakit lagi… Hanya tersisa nyeri-nyeri kecil. Aku pun berjalan, mengambil pakaianku dan melangkah pergi… sebelum berlari keluar, aku menoleh sejenak ke arah mama…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ma, mama tahu kalau aku menyayangi mama kan… aku akan segera kembali, aku hanya harus melakukan sesuatu yang seharusnya sudah ku lakukan sejak lama… aku harus mengatakannya ma, aku harus…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama terharu, ia sedih dan bahagia…. Ia sedih karena aku harus pergi meninggalkan dia dalam kegundahan, tapi ia bahagia karena aku akhirnya berani melangkah ke depan dan menempuh segala resiko demi kebahagiaanku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berusaha berlari, tertatih-tatih tapi pasti… mama melepas kepergianku dengan bangga, sembari mengusap tangis sukacita… Aku terus berlari, dan berlari… lalu aku sadar, mungkin aku seharusnya naik taksi… lalu aku pun naik taksi…. Menyusuri jalan yang lengang karena ternyata hari itu masih pagi… hingga akhirnya aku pun tiba di kantor Matthew… lalu aku duduk… aku baru sadar… ia pasti belum datang… jadi untuk apa sebenarnya aku tadi lari-lari… ah, aku ingat… karena aku cuma punya sehari untuk hidup… Aku memang punya alasan untuk terburu-buru… Tapi bagus… bagus…benar-benar sempurna… aku harus cepat, tapi aku bahkan tak tahu nomor telepon pria yang aku suka, karena terlalu takut untuk bertanya… Jadi aku hanya bisa berdoa, agar ia datang lebih pagi ke kantor… karena aku sudah mengigil kedinginan, diliputi embun pagi yang membeku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai…?” sapa sebuah suara yang sangat kukenal… Suara yang selalu menabuh genderang di dalam hatiku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“H…haiiii Matthew….hehehehe….” Aku tertawa… mengapa aku tertawa… aku tidak perlu tertawa, aku perlu mengatakan sesuatu… jadi ayooo kumpulkan kata-kata yang tepat… katakan… lalu pulang…. Masih banyak orang yang harus aku ucapkan selamat tinggal… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok… kamu ada di sini….? Pagi-pagi begini?” ada tanda tanya besar pada wajah Matthew…&lt;br /&gt;“Hehehe… kamu juga… kok ada di sini…?” Aku mulai tidak waras, ditanya malah balas bertanya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Well…. Kita bisa saling bertanya sampai siang nanti… tapi kayaknya itu bukan tujuan kamu ke sini kan…?” Jawabnya sembari tersenyum lembut… Senyum itu lah yang tak akan pernah dapat kulupakan… Ke alam baka sekalipun, akan kubawa fotomu Mattheeeww….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“A…Aku tahu….eehmm Ini mungkin terdengar aneh…” Aku memberanikan diri… sudah saatnya aku berbuat sesuatu… atau lebih tepatnya tinggal ini saatnya jika aku ingin melakukan sesuatu. Besok aku pasti sudah berjumpa dengan Gaby lagi… di ruang tunggu Surga… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Matthew, aku suka kamu… Aku tidak peduli betapa aneh ini menurut kamu, karena aku mungkin tidak punya waktu lagi untuk mengkhawatirkan apa yang akan kamu katakan tentang aku, jadi lebih baik aku mengatakannya, daripada tidak sama sekali… Aku tahu kita tidak terlalu mengenal… Kita hanya berjumpa beberapa kali, dan kita hanya berpapasan dalam kesempatan… Tapi perasaanku tidak dapat kuingkari, bahwa dalam saat-saat yang singkat itu pun, aku terpesona olehmu dan tidak dapat melupakan kamu…. Aku tahu, dan aku minta maaf, jika aku terlalu tergesa-gesa, tapi aku berharap kamu mau makan malam denganku….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matthew terdiam, ia tersenyum-senyum sendiri, sembari menggaruk-garuk kening. Aku tahu, ini terdengar seperti hal yang sangat bodoh… Mungkin ini hal terbodoh yang pernah diusulkan oleh seorang wanita kepada seorang pria. Dan ini semua berkat usulan bagus dari Gaby… hebat! Tunggu sampai aku bertemu dengannya lagi.. real soon, Gabe…. Real soon…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“A…Aku tahu… ini hal yang bodoh…. Ah… Aku minta maaf… Aku tidak akan mengatakannya lagi…. Aku hanya ingin menyampaikan apa yang ingin kukatakan sejak lama, dan kamu mau berdiri di sini mendengar semua perkataan aneh ini, itu pun sudah cukup bagiku. A… Aku sebaiknya pergi… t… terima kasih ya…. Sampai kita jumpa lagi…” Aku menundukkan kepala dan melangkah pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hey, tunggu dong… “ Ia menggaet tanganku cepat, pandangannya tajam, seperti ditembak pistol kaliber 35 rasanya… “Ayo kita makan malam….” Ujarnya tersenyum yakin… “Atau lebih tepatnya, ayo kita makan pagi saja sekarang…” ajak Matthew dengan wajah yang sumringah… Ia menyentuh lembut wajahku, lalu menggandeng tanganku, membawaku berlarian menjauhi gedung dan aktivitas keseharian yang bernama ‘kantor’. Alkisah pada hari itu… kami menghabiskan waktu bersama dari pagi hingga siang, dari siang hingga malam… kami berbincang, bercanda, berdiskusi tentang masalah-masalah serius… Sedikit berargumen mengenai beberapa topik politik…  lalu bercanda lagi hingga sepertinya semua lelucon telah kami candakan. Aku tak menyangka, ternyata ia benar-benar humoris… seperti dugaanku… tetapi sayang, aku mungkin hanya dapat mendengarkan lelucon-leluconnya yang menggelitik itu hari ini, dan hanya hari ini… karena tidak ada hari esok bagiku… Tapi aku bangga, aku bangga pada diriku sendiri, dan aku puas, semua yang perlu aku lakukan telah aku lakukan… Aku siap, kapan pun aku harus kembali duduk di sofa merah ruang tunggu Surga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih ya…. Untuk hari ini…. Aku menikmatinya..… sangat… sudah lama aku tak merasakan kegembiraan yang seperti ini” Kata Matthew sembari mengecup keningku perlahan… Lalu memelukku… sepertinya ia adalah idola yang hebat, ia tahu bagaimana memperlakukan fans-fans beratnya dengan sopan. Aku tersenyum kepadanya untuk terakhir kali… lalu aku terhilang, dalam kegelapan malam…. Sepertinya aku pingsan…. Aku masih mendengar samar-samar Matthew memanggil-manggil namaku…………&lt;br /&gt;…….&lt;br /&gt;…….&lt;br /&gt;……. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengar lagi ada suara di kejauhan….&lt;br /&gt;Perlahan-lahan aku membuka mata… Ruangan putih…. Ah aku pasti sudah kembali ke ruang tunggu Surga… Yah… baguslah… tak apa-apa… Toh, semuanya sudah aku lakukan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak…. Aduh… untung kamu sudah sadar… Matthew yang tadi malam membawa kamu kembali ke rumah sakit…. Kamu masih terlalu lemah…. Makanya kemarin kamu pingsan….” I…itu mama kan…. Sepertinya wajah dan suara itu memang mama…. Tapi…. Jadi…. Itu berarti aku tak meninggal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya ibu, anak ibu perlu istirahat total….” Kata seseorang yang aku juga tahu benar suaranya… Dia Gaby! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“G….Ga…” Aku selalu berusaha memanggil namanya, tapi aku tak bisa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya… ini Dr. Gabriel… beristirahatlah my dear… kamu tampak sangat lelah….” Dan lalu ia mendekati telingaku dan kembali berbisik… “Aku berbohong…” Whaattt? Hatiku melompat terkejut… “Aku tadi berbohong, kamu tidak akan meninggal dalam waktu dekat ini… Hidupmu masih panjang… Dan masih ada Matthew, yang menunggumu…” bisiknya sambil tertawa kecil…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“J… Jadi…” Aku bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, nikmati hidupmu…. I was just trying to make a point yesterday… Kalau kamu cuma punya waktu satu hari, kamu tentu akan memanfaatkan hari itu dengan sebaik-baiknya kan? Kamu akan katakan apa yang perlu kamu katakan, dan kamu akan lakukan apa yang perlu kamu lakukan. Jadi, mengapa tidak kamu anggap setiap hari adalah hari terakhirmu? Manfaatkan setiap detik sebaik-baiknya, lakukan yang terbaik dari setiap usahamu, dan yang terpenting, jangan pernah takut. Tuhan tidak pernah meninggalkan kamu, dan Dia sudah menyiapkan masa depan yang indah untukmu…. dan dia…” matanya melirik ke Matthew, sambil lalu tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matthew datang. Ia tergopoh-gopoh membawa beberapa keranjang buah-buahan dan makanan. Gaby mengedipkan sebelah matanya, memegang tanganku erat-erat… lalu ia pergi meninggalkan aku, dan aku berani bersumpah aku melihat dia menghilang dalam kilatan cahaya yang menyilaukan… Tapi aku tahu, tidak akan ada yang percaya, bahwa dia adalah malaikat, yang diutus Tuhan untuk membukakan mataku, agar aku berani menatap kehidupan. Berani mengatakan ya pada tantangan, dan berani mengambil resiko. Karena seperti halnya mata uang, di balik setiap kegagalan, pasti ada sejuta keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matthew menghampiriku, duduk di dekatku dan kami pun berbincang-bincang lagi…. Sepertinya, masih akan banyak perbincangan yang akan aku lakukan bersamanya… Terima kasih Tuhan… Untuk kesempatan… kesempatan kedua. Dan… untuk sebuah ruang tunggu yang indah di Surga…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-1987461259507487714?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/1987461259507487714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=1987461259507487714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/1987461259507487714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/1987461259507487714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/06/waiting-room.html' title='The Waiting Room.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-2596074643313987170</id><published>2010-06-15T01:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T02:08:08.085-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memilih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sushi bar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilihan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='choice'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bijak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sushi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wise'/><title type='text'>Sushi Bar.</title><content type='html'>Ingin tertawa rasanya. Aku sedang duduk di sushi bar sebuah restoran… Saat aku menyadari, betapa serupanya hidup dengan sushi bar. Sepiring demi sepiring sushi melewatiku, menawarkan kelezatan yang tak terkira, namun aku harus bertahan untuk tak mengambilnya, sebab aku sudah makan terlalu banyak hari itu. Tapi coba lihat, piring yang sama lewat lagi beberapa menit berikutnya. Dan lagi beberapa menit setelah itu. Lalu lagi, dan lagi, dan lagi... Jika aku duduk lebih lama di sana, pasti aku sudah mengambil sepiring atau dua piring lagi. Aku rasa konsep sushi bar ini memang satu bentuk strategi penjualan yang sangat menguntungkan. Tawarkan saja berulang kali. Dan hanya masalah waktu sampai seseorang menerima tawaran Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan hidup. Dunia ini menawarkan segalanya. Yang terbaik, dan yang terburuk, semuanya dalam urutan yang sama, berputar melewati kita, dan menunggu saat kita mengambilnya. Kesempatan berjalan melewati kita, tapi di belakang kesempatan bisa saja godaan sedang menanti, seperti piring-piring sushi yang berputar puluhan kali di sushi bar hari itu, mereka ‘menanti’. Semuanya berlalu pada jalur yang sama yang bernama hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita baiknya, sama seperti ketika sedang duduk di sebuah sushi bar, kita dapat memilih. Kita dapat memilih apa yang kita ambil. Kita dapat memilih mengambil yang baik, atau yang buruk demi kelezatan yang sementara. Kita dapat memilih. Just like sushi bar. Dan entah ini berita baik atau berita buruk, mereka akan lewat lagi! Dan lagi, dan lagi. Kalau yang lewat lagi adalah kesempatan, itu hal yang baik. Tapi jika yang lewat berulang kali lagi adalah godaan, Anda sebaiknya membulatkan tekad untuk bertahan, menutup mata, dan berdoa. Tapi inilah berita baiknya. Anda selalu dapat memilih. Ya mereka akan selalu lewat lagi, lebih-lebih godaan, mereka tidak mudah menyerah. Mereka akan terus berusaha. Sampai Anda berkata tidak dengan tegas. Satu hal yang terpenting adalah membuat pilihan yang benar. Dan Anda tidak perlu tergesa-gesa untuk itu. Bahkan dikatakan dalam Lukas 6:12, Yesus pun berdoa ‘semalam-malaman’ sebelum memilih kedua belas muridnya. Artinya, Ia mengerti tentang pentingnya memikirkan setiap langkah pilihan kita. Pentingnya bijak dalam memilih. Itulah sebabnya pemilu Amerika Serikat dapat berlangsung setahun lebih, agar orang-orang benar-benar memikirkan pilihannya, dan bertanggung jawab atas pilihan mereka. Bijak dalam memilih akan memberikan Anda kehidupan yang lebih baik. Dan sudah pasti akan menjamin masa depan yang lebih cemerlang. Be wise.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-2596074643313987170?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/2596074643313987170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=2596074643313987170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2596074643313987170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2596074643313987170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/06/sushi-bar.html' title='Sushi Bar.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-1346781449731038749</id><published>2010-04-03T08:56:00.001-07:00</published><updated>2010-04-03T08:56:29.713-07:00</updated><title type='text'>Ketika Ku Pergi.</title><content type='html'>Ketika ku pergi nanti&lt;br&gt;Mungkin baru kau sadari&lt;br&gt;Betapa cinta kita terlalu berarti&lt;br&gt;Lebih manis dari rasa rindu ini.&lt;br&gt;Lebih menyakitkan dari segala luka di hati.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika terbentang jarak antara kita&lt;br&gt;Baru kau akan berkata&lt;br&gt;Tak seharusnya kita berpisah&lt;br&gt;Sampai selamanya, seharusnya bersama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kembali, akankah kau kembali&lt;br&gt;Saat kau akhirnya mengerti &lt;br&gt;Harga cinta yang tak dapat kau beli&lt;br&gt;Kutunggu, akankah kutunggu&lt;br&gt;Hadirmu lagi dalam hidupku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku bertanya... Aku merindu...&lt;br&gt;Aku menduga...Aku memilu...&lt;br&gt;Aku berserah...&lt;br&gt;Biar esok hari menjawab pertanyaannya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-1346781449731038749?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/1346781449731038749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=1346781449731038749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/1346781449731038749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/1346781449731038749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/04/ketika-ku-pergi.html' title='Ketika Ku Pergi.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-2232446630764105758</id><published>2010-03-26T21:02:00.000-07:00</published><updated>2010-03-26T21:03:20.401-07:00</updated><title type='text'>Disciplines of Durability by Charles R. Swindoll</title><content type='html'>Tucked away in the folds of Hebrews 11 is a two-word biography worth a second glance: &amp;quot;he endured&amp;quot; (11:27). The &amp;quot;he&amp;quot; refers to Moses. Moses was the one who hung tough, who refused to give in or give up, who decided that no amount of odds against him would cause him to surrender. He had staying power. He possessed the disciplines of durability.&lt;p&gt;He endured, despite the contempt of Pharaoh, the mightiest monarch of that era. He endured, despite the stubbornness of the Hebrews who grumbled, blamed, complained, and rebelled. He endured, despite the criticism of Miriam and Aaron, his own sister and brother. When ten out of twelve spies came back with their nay-sayings, Moses stood fast. When Korah and Dathan and Abiram led a cold, cunning conspiracy against him, Moses remained &amp;quot;resolute.&amp;quot;&lt;p&gt;Maybe the great Apostle of Grace had such things in mind when he introduced his classic essay on the armor of God by saying, &amp;quot;and having done everything . . . stand firm&amp;quot; (Eph. 6:13).&lt;p&gt;Stand firm when the wicked appear to be winning. Stand firm in times of crisis. Stand firm even when no one will know you compromised. Stand firm when big people act contemptibly small. Stand firm when people demand authority they don&amp;#39;t deserve. Stand firm . . . keep your head . . . stay true . . . endure!&lt;p&gt;I have no idea where this finds you. For all I know, you are stronger than ever, pressing on with a full tank of resolve. That&amp;#39;s great. However, you may be getting shaky. Your normally thick hide of moral purity and ethical integrity may be wearing thin. It&amp;#39;s possible you&amp;#39;ve begun to listen too closely to your critics or need others&amp;#39; approval too much. Maybe you&amp;#39;ve started giving in to the kids in little areas you once resisted because you&amp;#39;re tired, sort of shrugging off your better judgment.&lt;p&gt;Moses endured---even in his eighties. How? The same verse tells us: by focusing his attention on &amp;quot;Him who is invisible.&amp;quot; He fixed his heart and soul on the One who, alone, judges righteously. He continually reminded himself that his sole purpose in life was to please the Lord . . . to obey Him . . . to glorify Him . . . to gain His approval at all cost.&lt;p&gt;Whatever it is you&amp;#39;re facing, stand strong. Walk in quiet confidence, not veiled pride. Be sure without being stubborn . . . firm without being unteachable . . . enduring but not discourteous . . . full of truth balanced with grace.&lt;p&gt;Exacting indeed are the disciplines of durability.&lt;p&gt;&amp;quot;To be torn unmercifully by external forces, and still to preserve one&amp;#39;s inward integrity, is to know the discipline that endures&amp;quot; (V. Raymond Edman).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-2232446630764105758?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/2232446630764105758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=2232446630764105758' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2232446630764105758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2232446630764105758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/03/disciplines-of-durability-by-charles-r.html' title='Disciplines of Durability by Charles R. Swindoll'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-5599216717285186012</id><published>2010-01-08T08:49:00.001-08:00</published><updated>2010-01-08T08:49:43.883-08:00</updated><title type='text'>How Good It Would Be.</title><content type='html'>I used to think of leaving You.&lt;br&gt;Try to live the world on my own.&lt;br&gt;I thought I was strong enough.&lt;br&gt;To live outside Your zone.&lt;br&gt;&lt;br&gt;The world seems rather easy.&lt;br&gt;But now I know that it&amp;#39;s so hard.&lt;br&gt;Every time I try...&lt;br&gt;I come back and cry...&lt;br&gt;&lt;br&gt;How good it would be outside the Lord, &lt;br&gt;far from Him and His love.&lt;br&gt;You never know, but I know you know, &lt;br&gt;it won&amp;#39;t be this good...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-5599216717285186012?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/5599216717285186012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=5599216717285186012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/5599216717285186012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/5599216717285186012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2010/01/how-good-it-would-be.html' title='How Good It Would Be.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-2049439242476912675</id><published>2009-12-31T22:46:00.001-08:00</published><updated>2009-12-31T22:46:25.691-08:00</updated><title type='text'>Sebuah Refleksi Tahun Baru</title><content type='html'>Aku sungguh terharu saat detik demi detik mengajakku meninggalkan tahun 2009. Karena di dalam kesendirian aku diberi kesempatan untuk memutar memori itu kembali, semua yang telah terjadi selama 365 hari perjalananku menempuh 2009. Perjuangan melawan kebebalan dan monarki, adalah yang pertama-tama teringat olehku... Bukan perjuangan yang mudah ketika kita harus berhadapan dengan pikiran-pikiran yang bebal. Bagaimanapun kita ingin membuat perubahan, jika tidak diikuti dengan seia sekata oleh segenap elemen terkait, hanya akan menjadi mimpi indah di siang bolong. Perubahan adalah gerakan bersama. Bukan &amp;quot;Kamu berubahlah, Aku tidak...&amp;quot;. Perubahan adalah dampak dari suatu bentuk kesatuan. Termasuk perubahan diri sendiri. Hati dan pikiran harus &amp;#39;bersatu&amp;#39; jika ingin terjadi suatu perubahan dalam diri. Tapi ketika aku sedang merenungkan sakitnya perjuanganku (dan berdoa dengan sepenuh hati agar aku tidak perlu menghadapinya lagi), Tuhan mengatakan dengan lembut, &amp;quot;Aku ada di sana.&amp;quot; Aku pun semakin diliputi haru...&lt;p&gt;Memoriku pun memutar hal lain dalam kehidupanku, tentang keputusan-keputusanku yang salah... Yang karenanya aku harus berhadapan dengan hari-hari yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya... Hari-hari yang penuh rasa bersalah, rasa kehilangan, sakit hati, rendah diri, amarah yang hampir tidak terkendali, I have to cope with all that. Dan setelah semua perasaan yang menghukum itu, aku tetap tidak merasa lega. Tidak ada yang dapat membuat aku lega, atau merelakan apa yang sudah terjadi, atau mengampuni diriku sendiri, sampai aku mendengar Ia berkata lagi, &amp;quot;Aku ada di sana...&amp;quot;, aku pun menangis bahagia, karena aku diyakinkan akan pengampunanNya...&lt;p&gt;Lalu muncullah dalam memoriku, hal-hal yang seharusnya sudah aku lakukan, tapi akhirnya belum atau baru sebagian, karena proses-proses penundaan yang sistematik. Membanggakan bukan? Ternyata ada yang namanya sistem penundaan...  Aku akan melakukan ini, tapi tidak sekarang, karena aku harus melakukan itu dulu. Tapi ternyata &amp;#39;itu&amp;#39; tidak selesai sampai akhir tahun. Bukan salahku 100 persen memang, itu hanyalah bawaan situasi, tapi, mungkin mengetahui bahwa &amp;#39;itu&amp;#39; adalah hal yang tidak pernah selesai, maka seharusnya aku memilih untuk melakukan &amp;#39;ini&amp;#39; dari dulu... Mungkin &amp;#39;ini&amp;#39; akan selesai lebih dulu. Aku hanya bisa tertunduk malu dalam penyesalanku, hingga dengan lembutnya Tuhan kembali berkata, &amp;quot;Aku ada di sana&amp;quot;. Aku pun dibasahi air mata, karena aku tahu maksudNya, karena Ia seolah-olah berkata, &amp;quot;Masih ada kesempatan kedua...&amp;quot;. Aku dan Tuhan punya kisah sendiri tentang &amp;#39;kesempatan kedua&amp;#39;. To me, He is The God of second chances. Karena Dia dan kasihNya, dan pengorbananNya, dan pengampunanNya, kita semua jadi punya kesempatan-kesempatan kedua dalam hidup. Bahkan pergantian tahun pun menandai adanya kesempatan kedua untuk membuat diri dan hidup jadi lebih baik. Dan banyak kejatuhan dalam kehidupanku dan orang-orang yang kukenal dekat, selalu berujung bukan pada penghakiman, tapi justru pada kesempatan kedua, masa yang baru dalam kehidupan. Di mana semua dikembalikan putih dan terserah bagaimana kita mewarnainya kembali dengan bebas. Sungguh, aku hanya dapat melukiskan kebahagiaanku dalam tangisan, atas kebaikan yang kuterima, dalam keadaan tidak layak aku menerimanya atau bahkan memikirkan untuk menerimanya. Aku yakin pasti kita semua merasakan hal yang sama... Belas kasihanNya yang besar, tidak akan pernah aku temukan di mana-mana di atas bumi, karena memang, kasih yang sedemikian hanya datang dari Surga.&lt;p&gt;Lalu akhirnya, di tengah kegundahanku, aku teringat akan hal-hal yang baik yang telah aku capai di tahun 2009. Hal-hal yang menyenangkan, hal-hal yang memuaskan, hal-hal yang mengharukan. Hal-hal yang melegakan. Hal-hal yang membuatku dapat berkata &amp;quot;aku bahagia&amp;quot;. Dan juga orang-orang yang bersamaku di dalamnya, yang membuat itu terjadi, sungguh aku bersyukur memiliki mereka. Keluarga yang siap sedia, sahabat yang melebihi seorang saudara, orang-orang tercinta, partner-partner kerja yang luar biasa, sebuah tim yang hebat. Dan melihat semuanya itu, hatiku mulai tenang, dan perlahan aku mendengar Suara yang lembut itu kembali berkata, &amp;quot;Aku ada di sana&amp;quot;, seolah-olah ia merestui kebahagiaanku... Tangisanku kali ini penuh dengan aliran sukacita...&lt;p&gt;Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu ada di sana, di saat aku jatuh, di saat aku berdiri, di saat aku terdesak, di saat aku bebas, di saat-saat yang baik, terlebih di saat-saat yang buruk. Engkau ada di sana. Dalam tangisku, dan dalam tawaku. Dalam kesusahan, dan dalam kemenangan. Engkau ada di sana. Dalam kehilangan, dan dalam kebersamaan. Dalam kesulitan, dan dalam jalan keluar. Dalam prestasi, dan terlebih, dalam keadaan tidak ada yang bisa kubanggakan, sungguh aku bersyukur, karena Engkau ada di sana. Dalam kekuatanku, dalam kelemahanku. Melalui kedahsyatan malam, dan teriknya siang. Dalam badai kehidupan, dan tenangnya lautan. Engkau ada di sana. Dan tidak ada sedetikpun di mana aku tidak melihat kehadiranMu dalam hidupku. Tidak sedetik pun Engkau meninggalkan aku. Atau menelantarkan aku. Selalu Engkau yang turun untuk mengangkatku dari kubangan. Selalu Engkau yang membersihkan lumpur-lumpur kesalahanku. Selalu Engkau yang memandikanku dengan air kehidupan.. Bahkan saat aku tidak dapat melihat jalan ke depan, Aku boleh menjadi tenang, karena Engkau ada di sana. Menuntunku dalam iman.&lt;p&gt;Dan karena Engkau ada di sana, aku tahu, aku pasti baik-baik saja... Terima kasih Tuhan. Karena Engkau menganggapku berharga di mataMu. Aku bangga memiliki Allah seperti Engkau, Allah yang dapat kupanggil Bapa. Biarlah perenunganku ini akan membawaku ke kehidupan yang jauh lebih baik di 2010. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-2049439242476912675?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/2049439242476912675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=2049439242476912675' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2049439242476912675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2049439242476912675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2009/12/sebuah-refleksi-tahun-baru_31.html' title='Sebuah Refleksi Tahun Baru'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-1233789738501051539</id><published>2009-12-27T06:02:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T06:07:23.101-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lahir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hal-hal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yesus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Natal dan Hal-hal Yang Menggangguku.</title><content type='html'>Natal… refleksi kasih dan kedamaian yang sejati. Sumber kebahagiaan Kristiani. Perwujudan visi Allah akan penyelamatan umat manusia, bumi dan seisinya. Sungguh sebuah rangkaian fakta yang sepatutnya menenteramkan hati kita. Namun ada beberapa hal yang sangat menggangguku di Hari Natal ini… Hal-hal ini telah membuat tidurku tak tenang sejak beberapa hari. Hal-hal yang boleh dibilang sederhana, tapi menyentuh hati… Ya, hal-hal seperti… kebaikan orang-orang yang tidak dapat kubalas…  Kebaikan, yang tidak datang dari orang-orang yang kukenal dengan baik. Tetapi kebaikan yang disampaikan dengan tulus oleh beberapa orang yang belum sempat kukenal lebih dekat. Kebaikan itu telah menjadi hadiah Natal terindah yang pernah diberikan kepadaku selama 26 tahun kehidupanku. Dan itu ternyata tidak diberikan oleh seorang sahabat, tidak diberikan oleh keluarga terdekat, atau seorang mitra dalam pekerjaan. Kebaikan itu diberikan kepadaku dari jauh. Sungguh jauh. Yang saat ini mungkin semakin jauh. Tapi itu hanya masalah jarak dan waktu. Sesungguhnya mereka dekat di hatiku. Di sebuah ruang yang istimewa di dalam lubuk hatiku. Mereka ada di sana. Dan semua kenangan yang hanya beberapa, semua tersimpan rapi, sampai waktunya dibuka lagi. Semoga ada asa, dan ada masa, untuk aku melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal seperti… tidak dapat mencintai. Ah, itu sangat menggangguku. Seingatku cinta adalah hal pertama yang dicantumkan dalam deklarasi kebebasan manusia. Manusia bebas mencinta. Jadi sudah barang tentu bukan karena tidak boleh mencintai. Tetapi lebih karena cinta yang tidak pada tempatnya. Atau tidak dapat dipertanggung jawabkan keberadaannya, dan kelanjutannya. Sehingga cinta itu tidak berujung pada solusi, tetapi hanya memancing lebih banyak pertanyaan, merangkai lebih banyak kebohongan, menambah tumpukan persoalan yang sudah sama sekali melenceng dari tujuan cinta. Bagaimana pun bebasnya cinta, jika ia tidak dapat dipertanggungjawabkan, hanya akan menjadi beban kehidupan. Jadi oleh pemahaman yang sangat menyeluruh itulah, aku berpendapat aku tidak dapat mencintai. Tapi sekuat-kuatnya pendapatku dan seteguh-teguhnya hatiku, sesungguhnya cintaku berteriak dari kubur masa laluku. Karena ia belum waktunya mati. Tanah-tanah kebijaksanaan dan janji-janji masa depan yang berusaha keras menguburnya pun tidak dapat menahan gelora cintaku. Ia berteriak kepadaku dari tempat aku memendamnya dalam-dalam. Dan aku masih dapat mendengarnya dengan jelas. Tidak terlalu jauh gaungnya untuk aku mendengar betapa tidak puasnya cinta ketika kusuruh dia pergi dan mati. Tapi apa yang harus aku lakukan? Memang tidak adil bagi cinta bahwa ketika ia baru berbunga, ia harus dicabut dari akarnya. Tapi apakah adil pula bagiku untuk memeliharanya tanpa ada arah dan tujuan dalam kehidupan? Jika nanti bunga-bunganya bermekaran, siapa yang akan mengagumi indahnya? Siapa yang akan memetik dan mencium harumnya? Tidak ada? Bukankah cinta akan semakin menderita jika ia tumbuh tanpa ibu dan ayahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ya, hal-hal lain yang lebih sederhana… seperti mengapa tidak turun salju di negeri kita (aku sangat menginginkannya!), dan mengapa liburan ini aku akhirnya memutuskan untuk tidak ke mana-mana, padahal liburan sepanjang ini adalah seperti oasis di gurun Sahara. Dan aku bukan kaktus yang memang penghuni gurun, tetapi Mawar yang hampir mati kekurangan suplai mata air ketenangan, kebebasan, dan nikmatnya bersantai. Tapi toh dengan semangat kepahlawanan, aku memutuskan untuk tetap tinggal di tempat aku berada sekarang, sebagai bentuk dedikasiku bagi pekerjaan. Dedikasi yang konyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terlebih dari hal-hal yang menggangguku itu, aku bahagia karena Natal kali ini, aku tahu pasti, Ia Yang Mahatinggi itu Mahatahu. Ia melihat kedalaman hatiku. Ia sudah membaca semua sebelum aku membuka halaman demi halamannya. Ia tahu bagaimana rasanya. Ia pernah ada di sana. Dan kali ini, tidak seperti dulu Ia ditinggalkan oleh leluhur kita manusia, ketika Ia harus digantung di kayu salib hingga hilang nyawaNya, tidak, kali ini, Ia tidak meninggalkanku. Sejauh-jauhnya aku pergi, Ia ada di sana. Dan karena oleh kasihNya yang sangat dapat dipertanggungjawabkan, Ia turun ke dunia, memenuhi tujuanNya sebagai manusia jelata, lahir dalam kesederhanaan untuk sebuah tujuan kemuliaan, dan lalu, setelah semua itu dilakukanNya dengan sempurna, aku jadi boleh memanggilNya Bapa… Sebuah hadiah Natal yang terindah bagi segenap umat manusia. Sebuah kesempatan kedua. Sebuah kehidupan baru. Dan seorang Bapa, yang tidak dapat melakukan selain yang terbaik bagi anakNya. Untuk itu semua, aku rasa, aku dapat sejenak melupakan hal-hal yang menggangguku tadi. Sejenak meletakkannya di samping, dan sejenak kembali memusatkan pikiranku pada hal yang terpenting. Yakni betapa besarNya kasih Allah bagi kita. Dan dalam sejenak perenunganku ini aku memanjatkan rasa syukurku karena aku dapat menikmati kebahagiaan Natal sembari melihat kasihNya yang mengalir bagiku dari segenap penjuru alam. Bahkan udara, air, sinar, lempengan-lempengan bumi, dan segala kekuatan alam ikut merayakan kebesaran kuasaNya, memuji-muji Dia dan menyorakkan namaNya yang ajaib, Yesus. Ia telah lahir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-1233789738501051539?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/1233789738501051539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=1233789738501051539' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/1233789738501051539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/1233789738501051539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2009/12/natal-dan-hal-hal-yang-menggangguku.html' title='Natal dan Hal-hal Yang Menggangguku.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-3360080882105499746</id><published>2009-08-24T02:49:00.000-07:00</published><updated>2009-08-28T22:40:14.292-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelembutan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lembut'/><title type='text'>Kelembutan Hati Seorang Wanita</title><content type='html'>Saat ia ingin berkata-kata, ia diam&lt;br /&gt;Saat ia ingin marah, ia bersabar dalam keheningan&lt;br /&gt;Saat ia ingin menangis, ia tertawa&lt;br /&gt;Saat ia direndahkan, ia mengucap syukur&lt;br /&gt;Saat ia ditinggalkan, ia menunggu untuk kembali&lt;br /&gt;Saat ia dihina, ia mencinta&lt;br /&gt;Saat ia disakiti, ia mengampuni&lt;br /&gt;Saat ia ingin pergi, ia menunggu meski tak pasti&lt;br /&gt;Saat ia ingin berhenti, ia berlari &lt;br /&gt;Saat ia lelah, ia tak menyerah&lt;br /&gt;Saat ia ragu-ragu, ia bertahan&lt;br /&gt;Saat putus asa, ia berdoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita, lebih lembut daripada cinta&lt;br /&gt;Mulia dalam ketidakmuliaan&lt;br /&gt;Keindahan yang terasing bagai mutiara&lt;br /&gt;Siapakah yang akan menemukannya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-3360080882105499746?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/3360080882105499746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=3360080882105499746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/3360080882105499746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/3360080882105499746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2009/08/kelembutan-hati-seorang-wanita.html' title='Kelembutan Hati Seorang Wanita'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-5135067193644050512</id><published>2009-08-23T06:53:00.000-07:00</published><updated>2009-08-23T06:56:02.403-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Callista'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><title type='text'>Doa untuk Callista.</title><content type='html'>Aku berdoa untuk Callista,&lt;br /&gt;Keponakanku yang pertama.&lt;br /&gt;Agar saat malam tiba&lt;br /&gt;Tuhan yang menimangnya&lt;br /&gt;Menyanyikan lagu kemuliaan,&lt;br /&gt;Menceritakan tentang kehidupan&lt;br /&gt;Membisikkan nilai kebaikan&lt;br /&gt;Memperkenalkan tentang cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat pagi&lt;br /&gt;Tuhan membangunkannya&lt;br /&gt;Canda dan tawa Allah mencerahkan mata kecilnya&lt;br /&gt;Malaikat-malaikat melagukan harmoni&lt;br /&gt;Agar si kecil turut menyanyi&lt;br /&gt;Tentang kebesaranNya yang tak terkira&lt;br /&gt;Di atas bumi, terukir megah di cakrawala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku berdoa agar Callista&lt;br /&gt;Dalam cengkeramanya dengan Bapa, &lt;br /&gt;Lantas Bapa pun bercerita…&lt;br /&gt;Tentang kebaikan, kebenaran, dan kasih, dan cinta,&lt;br /&gt;Dan kami… yang terhilang dari memori.&lt;br /&gt;Agar apa yang dihapuskan ditulis kembali.&lt;br /&gt;Dalam kehidupannya, dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa sampaikanlah pada Callista,&lt;br /&gt;Salam dari kami yang mencinta.&lt;br /&gt;Kalau ia bahagia,&lt;br /&gt;Kami bahagia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-5135067193644050512?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/5135067193644050512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=5135067193644050512' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/5135067193644050512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/5135067193644050512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2009/08/doa-untuk-callista.html' title='Doa untuk Callista.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-2339795636414922099</id><published>2009-02-07T00:27:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T21:03:43.882-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arti kesabaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sabar'/><title type='text'>Arti Kesabaran.</title><content type='html'>Kesabaran adalah kemampuan untuk menghadapi pengulangan, dan melaluinya.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Pengulangan sikap-sikap yang kurang menyenangkan, pengulangan waktu-waktu penantian, pengulangan cercaan dan hinaan, pengulangan ujian demi ujian, pengulangan masalah-masalah lama, pengulangan keragu-raguan dari orang-orang yang memandang kita sebelah mata. Pengulangan perlawanan orang-orang yang tak dapat menerima nasihat kita. Pengulangan pengkhianatan dari mereka yang menyayangi kita. Pengulangan kesalahan-kesalahan yang menyebalkan, pengulangan kegagalan dalam kehidupan, pengulangan kelalaian orang-orang yang kita harapkan tidak melakukannya. Pengulangan pilihan-pilihan yang salah. Pengulangan perjumpaan dengan orang-orang yang tidak menyenangkan. Pengulangan rasa lelah yang berkepanjangan. Pengulangan pengajaran Allah atas kebebalan kita. Pengulangan, meningkatkan kesabaran. Karena itu saya akan mengulangi nasihat saya dengan berulang... Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar... Sabar......... Sabar. Pengulangan meningkatkan kesabaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-2339795636414922099?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/2339795636414922099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=2339795636414922099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2339795636414922099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2339795636414922099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2009/02/arti-kesabaran_07.html' title='Arti Kesabaran.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-2503433984542903174</id><published>2008-09-03T22:47:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T23:31:59.541-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mencintai Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karakter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Mencintai Tuhan.</title><content type='html'>Hari-hari ini saya dipaksa untuk bertanya pada diri sendiri, mengapa seseorang yang awalnya begitu mencintai Tuhan, bisa dengan mudah luntur cintanya. Agar Anda mendapat gambaran yang jelas, tanda-tanda cinta yang luntur itu adalah karakter yang berubah, dari seorang yang begitu rendah hati menjadi seorang yang meng-aku-i diri sendiri. Dari seseorang yang mengutamakan Tuhan dalam segala sesuatu menjadi orang yang menomorduakan Tuhan. Dari seorang yang militan dalam Tuhan menjadi seorang yang bersikap seolah-olah Ia tak memiliki tempat dalam kehidupan. Saya bertanya-tanya. Saya sungguh bertanya-tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban pertama yang Tuhan taruh dalam hati saya adalah, seperti semua orang bisa jatuh ke dalam selokan yang jelas-jelas ada di pinggir jalan, begitu pula semua orang bisa luntur cintanya kepada Tuhan. Semua orang. Jadi jangan terlalu lama heran melihat kemunduran orang lain, tapi berjaga-jagalah, agar kita tidak ikut-ikutan luntur-cinta terhadap Tuhan. Karena seperti halnya cinta itu menular, luntur-cinta terhadap Tuhan juga menular. Saya pribadi sangat takut jika saya sampai luntur-cinta terhadap Tuhan. Lebih takut daripada Tuhan luntur-cinta terhadap saya. Karena itu kemungkinannya kecil sekali, atau malah tidak mungkin terjadi. Tapi ketika kita luntur-cinta terhadap Tuhan, dalam sekejap, semua karakter yang telah dibangun Tuhan dengan sangat hati-hati bagai membangun sebuah menara kartu yang indah, runtuh dalam satu malam. Percayalah saya sedang melihat hal itu terjadi di sekitar saya. Orang-orang yang hebat itu, yang penuh urapan itu, runtuh, rata dengan tanah. Memang ada tanda-tanda. Fondasi yang mulai goyah, hati yang mulai enggan berjumpa dengan Tuhan, keakuan yang semakin kuat. Tapi jika Anda tidak melihat tanda-tanda itu dan melakukan sesuatu, keruntuhannya akan berlangsung seketika, tidak bertahap, tidak satu persatu, tapi seketika. Persis seperti waktu Tuhan mengangkat penyertaanNya dari Raja Saul. Berdoalah. Waspadalah. Luntur-cinta dapat menyerang siapapun. Virus ganas itu menanti di balik pintu keakuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban kedua yang sangat kuat dalam hati saya adalah sebuah kalimat yang menyingkapkan pengertian, “Butuh iman untuk mencintai seseorang yang tidak dapat kamu lihat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya! Butuh iman untuk mencintai Tuhan. Mencintai manusia tidak membutuhkan iman. Mencintai sesama hanya butuh saling percaya, saling mendukung, saling peduli, dan saling-saling yang lain. Sementara mencintai lawan jenis, membutuhkan hasrat. Tetapi, mencintai Tuhan, membutuhkan iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charles Swindoll dalam bukunya “ESTER” mengatakan bahwa Tuhan adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;‘Yang Tak Kelihatan, tapi Yang Tak Terkalahkan’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Butuh iman untuk mempercayai bahwa ‘Pribadi’ yang tidak dapat kita lihat ini sangat mengasihi kita dan sedang melakukan yang terbaik untuk kita. Butuh iman. Iman. Iman. Saya harus mengulangi lagi, IMAN. Karena ketika iman itu hilang, Anda hanya melihat diri Anda sendiri. Saul memulai kesalahannya juga dari kehilangan imannya kepada Tuhan. Lalu Ia melihat diri sendiri; melihat keunggulannya dan menjadi tinggi hati, melihat kelemahannya dan merasa terancam. Anda tahu kelanjutannya. Roh Tuhan meninggalkan Saul. Ia ‘runtuh’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman diterjemahkan sebagai ‘kepercayaan yang sempurna’ kepada Tuhan. Tetapi iman lebih tepat didefinisikan sebagai ‘penyerahan diri yang sempurna’. Anda tidak dapat percaya dengan sempurna kalau Anda tidak menyerahkan diri Anda secara sempurna kepada seseorang. Jadi kalau Anda mencintai Dia dengan penyerahan diri yang sempurna, niscaya, Anda tidak akan pernah luntur-cinta terhadap Tuhan. Sebab dalam penyerahan yang sempurna, Anda juga menyertakan ke-aku-an, kekhawatiran, harga diri, cita-cita, rencana, bahkan hidup Anda, ke dalam tanganNya. Jadi percayalah, jangan kawatir Tuhan tidak lagi mencintai Anda, karena Ia akan selalu mencintai Anda, tapi kawatirlah kalau Anda tidak lagi mencintai Tuhan, karena itu lebih mungkin terjadi, dan itu lebih menyeramkan. Ya, kejatuhan karakter. Itu sangat menyeramkan. •@•&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-2503433984542903174?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/2503433984542903174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=2503433984542903174' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2503433984542903174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2503433984542903174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/09/mencintai-tuhan.html' title='Mencintai Tuhan.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-5625423475976139253</id><published>2008-08-25T03:44:00.000-07:00</published><updated>2008-08-25T05:38:11.611-07:00</updated><title type='text'>Khawatir?</title><content type='html'>Khawatir, khawatir… Siapa mau khawatir… Kalau dijual, khawatir mungkin jadi jualan paling laris di dunia. Penjualnya selalu pulang dengan tersenyum lebar. Dan keesokan hari, dia akan membawa lebih banyak lagi paket kekhawatiran untuk dijual pada Anda. Entah mengapa, kita selalu membelinya. Lalu kita terintimidasi olehnya, seperti kecanduan yang tak berakhir, sehingga akhirnya kita diperdaya oleh kekhawatiran kita sendiri. Lalu hari berikutnya, kita mendengar satu orang lagi melompat dari puncak gedung tinggi. Persis seperti rokok, kekhawatiran membunuh. Secara literal, dan mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya khawatir tidak selalu salah. Khawatir dapat berarti Anda menghormati Allah, karena Anda sadar bahwa Anda adalah manusia biasa yang tidak berdaya. Manusia yang kecil di hadapan Allah. Yang tidak selalu dapat mengatasi semua masalah dan menyelesaikan semua tantangan. Khawatir berarti, kita menyadari keterbatasan kita. Yang salah adalah, membeli kekhawatiran itu dan menyimpannya dalam pikiran kita. Yang kemudian mempengaruhi bagaimana Anda berpikir dan memutuskan sesuatu. Yang salah adalah, kalau kita tidak menyerahkan kekhawatiran kita kepada Tuhan. Yang salah adalah kalau kemudian kita dikendalikan olehnya bukan malah kita yang mengendalikannya. Yang benar seharusnya Anda mengendalikan kekhawatiran, menaklukkannya, lalu membuangnya ke tempat sampah, atau, menyerahkan ke dalam tangan Tuhan dan biar Ia yang membuangnya ke tempat sampah. Yang benar adalah, kalau si pedagang asongan yang licik itu mulai berteriak-teriak menjual sekeranjang penuh kekhawatiran yang ia bawa, Anda melewatinya. Nah yang lebih bagus lagi, adalah waktu melewati dia, Anda melemparinya dengan tomat sampai ia pulang dan tak berjualan lagi di hadapan Anda. Melemparinya dengan tomat? Ya, melawan kekhawatiran Anda dengan Firman! Ini contohnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda merasa semua tampak mustahil,&lt;br /&gt;Tuhan bilang, tidak ada yang mustahil.&lt;br /&gt;(Lukas 18:27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda merasa Anda tidak dapat melakukannya,&lt;br /&gt;Tuhan bilang, Anda bisa bersama Dia.&lt;br /&gt;(Filipi 4:13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda merasa Anda tidak memiliki kemampuan itu,&lt;br /&gt;Tuhan bilang “Aku yang mampu.” (2 Korintus 9:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda merasa tidak ada yang mencintai Anda,&lt;br /&gt;Tuhan bilang “Aku mencintai kamu.”&lt;br /&gt;(Yohanes 3:16, 13:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda merasa terlalu lelah,&lt;br /&gt;Tuhan bilang, Aku akan memberimu kelegaan.&lt;br /&gt;(Matius 11:28-30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda merasa Anda tidak cukup pintar,&lt;br /&gt;Tuhan bilang, “Aku akan memberimu hikmat.”&lt;br /&gt;(1 Korintus 1:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda merasa sendiri,&lt;br /&gt;Tuhan bilang, “Aku tidak akan meninggalkan kamu atau melupakan kamu.”&lt;br /&gt;(Ibrani 13:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda merasa tidak termaafkan,&lt;br /&gt;Tuhan bilang, “Aku sudah mengampunimu.”&lt;br /&gt;(1 Yohanes 1:9, Roma 8:1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Anda mengerti kan sekarang? Jangan beli kekhawatiran dari si pedagang yang licik itu. Serang dia dengan Firman sampai dia benar-benar pergi dari kehidupan Anda. Dan tak kembali lagi selamanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-5625423475976139253?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/5625423475976139253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=5625423475976139253' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/5625423475976139253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/5625423475976139253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/08/khawatir.html' title='Khawatir?'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-2910544011026172210</id><published>2008-08-25T03:27:00.000-07:00</published><updated>2008-08-25T03:42:29.486-07:00</updated><title type='text'>Bible is not Bantal</title><content type='html'>Jadi begini ceritanya, sebelum Anda mulai bertanya-tanya ada apa antara bible dan bantal, ada penjelasan di baliknya. Mulai hari ini 'Women of Heaven' ingin menyajikan serial perenungan bertajuk 'Bible is...' atau 'Bible is not...'. Nah di 'Bible is/ is not' ini Bible/ Alkitab dibandingkan dengan segala sesuatu yang ada dalam kehidupan sehari-hari kita, baik itu tentang fungsi ataupun manfaatnya.  Obrolan ini ringan-ringan saja, tapi bisa jadi bermanfaat untuk mengingatkan kealpaan manusia. Tujuannya agar dari perbandingan itu kita bisa belajar bagimana menerapkan dan memperlakukan Alkitab dalam kehidupan kita. Dan dari sana, kita dapat menyadari betapa pentingnya Alkitab, dan membaca Alkitab setiap saat, bagi kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, mari kita bahas hubungan yang sangat jauh sekali antara Bible dan Bantal. Meskipun diawali dengan huruf yang sama, tapi fungsinya jauh berbeda. Tetapi entah mengapa, mereka terkadang menjalankan profesi bersama. Yah maksudnya, ada juga orang yang enjoy menjadikan Bible sebagai bantal.... Untungnya tidak ada orang yang menjadikan bantal sebagai bible. Bisa gawat nanti. Bible/ Alkitab memang mendatangkan kedamaian, tapi bukan berarti bisa jadi alas tidur. Bisa juga mengembalikan kekuatan dan sukacita, tapi kalo cuma di letakkan di ujung rak buku sampai berdebu atau dibawah bantal (atau lebih parahnya, jadi bantal) untuk mendatangkan keberuntungan, rasa-rasanya peri gigi pun tak akan datang. (ingat kepercayaan meletakkan gigi yang copot di bawah bantal??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, bible tidak akan berguna kalau tidak dibaca. Firman Allah memang berkuasa, tapi kitab yang menampungnya hanya akan menjadi buku biasa kalau Anda tidak membacanya. Jangan jadikan bible Anda alas tidur, maksudnya, jangan menjadikannya sesuatu yang tidak berharga dan melupakannya setiap kali Anda bangun dari tidur. Atau mungkin sekarang Alkitab Anda sedang meringkuk sendirian di pojok rak buku sambil berdebu... Ia menggigil kedinginan, sedih, karena Anda tidak pernah mengambilnya, membukanya, bahkan membaca Firman di dalamnya? Sampai-sampai ia minder karena setumpuk buku politik atau komik lebih populer di mata yang empunya? Ck ck ck....&lt;br /&gt;Jika itu tengah terjadi saat ini, wahai saudara-saudari, bertobatlah. Karena hanya dengan membaca Firman, umatNya dipulihkan dan kuasa Allah dinyatakan. Hanya melalui FirmanNya, Anda dapat mengenal Dia lebih dalam dan  mengetahui rencana-rencanaNya yang besar dalam hidup Anda. Tapi kalau Anda hanya menjadikannya bantal, untuk tidur di atasnya dan melupakan segera setelah bangun, hidup Anda pun akan seperti bantal, terlalu lunak dan lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, lihatlah Alkitab Anda hari ini dengan pandangan yang penuh arti, serta ingatlah untuk membacanya, menurut kesadaran Anda sendiri, agar Anda diisi dengan Firman, bukan debu-debu jalanan. Sehingga Anda dipulihkan, dikuatkan, dan mendapat kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang kita boleh belajar dari kita dan bantal. Kita selalu tidur di atas bantal, setiap hari, berjam-jam lamanya, tanpa terpaksa, tanpa dipaksa, bahkan terkadang kita merindukannya dengan sangat, sampai ingin memeluknya, mencium baunya, dan pergi tidur. Tidakkah Anda bisa merindukan Firman Allah lebih dari pada bantal?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-2910544011026172210?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/2910544011026172210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=2910544011026172210' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2910544011026172210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2910544011026172210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/08/bible-is-not-bantal.html' title='Bible is not Bantal'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-8126620308396810715</id><published>2008-08-20T06:33:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T06:49:37.750-07:00</updated><title type='text'>Nenek Miskin yang Pintar.</title><content type='html'>Aku bertemu dengan seorang nenek pengemis yang sangat tua tadi pagi. Begitu tua hingga aku tak dapat menghitung berapa banyak garis kerutan di wajahnya. Ia jalan terbungkuk seakan tulang belakangnya sudah layu. Sekilas aku teringat sebuah iklan televisi. Lalu pikiranku kembali dari khayalan. Kembali kepada nenek tua itu. Sisi melankolisku tak tertahankan. Seperti bayi yang ingin keluar dari kandungan. Aku ingin memberikannya sedekah untuk kebahagiaan. Tapi ketika aku membuka pagar rumah tempat tinggalku demi menyampaikan niat baikku, ia menerobos masuk dan melalui badanku sambil berkata: "Aaah, mobil-mobilnya udah pada nggak ada semua ya..." sambil setengah melirik sedekah yang kuberikan. Astaga, nenek-nenek pun kalau mengemis pilih-pilih. Kalau yang bawa mobil pasti sedekahnya besar, begitu mungkin siasat nenek itu. Luar biasa, ilmu bisnis dan marketing memang mendunia. Pemikiran tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;target audience&lt;/span&gt; penting bagi nenek pengemis ini. Memilih orang yang tepat untuk dimintai uang. Mereka yang membawa mobil mendapat senyuman ramah dan mata memelas. Mereka yang berjalan kaki ia tak peduli. Uang seribu di tanganku langsung layu. Kehilangan semangat. Dan niat baik.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-8126620308396810715?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/8126620308396810715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=8126620308396810715' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/8126620308396810715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/8126620308396810715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/08/nenek-miskin-yang-pintar.html' title='Nenek Miskin yang Pintar.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-246351470383218587</id><published>2008-08-20T01:31:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T05:28:36.416-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anugerah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Charles Swindoll'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Grace Awakening'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berkat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Naaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Email'/><title type='text'>Anugerah itu Gratis!</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" id="w"&gt;perisai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;."&lt;/span&gt; Mazmur 5:13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini seorang teman mengirim kepada saya email massal yang berbunyi kira-kira seperti ini: “Kirimkanlah ke 10 orang atau lebih dan sesuatu yang luar biasa akan terjadi dalam hidupmu.” Atau “Kirimkanlah ke 10 orang atau lebih dan kamu akan menerima berkat dari Tuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, saya begitu jengkel menanggapinya. Pertanyaan yang berkecamuk dalam diri saya selalu, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terus kalau kita tidak mengirimkan email ini ke 10 orang atau lebih, berarti kita tidak diberkati begitu?&lt;/span&gt;” Wah, bagaimana dengan orang-orang yang belum punya email? atau belum punya komputer malah? Bagaimana dengan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa waktu saya tidak dapat menemukan alasan mengapa saya begitu tidak setuju dengan aktivitas kirim-mengirim email ini. Masalahnya adalah, saya tidak suka. Tapi mengapa saya tidak suka. Saya tidak tahu. Persis seperti mengapa saya tidak suka cokelat batang dan burger. Saya tidak dapat mengatakan alasannya. Saya tidak dapat mengatakan “karena burger itu bundar” karena memang bukan itu alasannya. Saya hanya tidak dapat merasakan lezatnya daging berbalut roti bundar khas Amerika itu. Entah mengapa. Satu-satunya burger yang dapat saya nikmati adalah burger &lt;span style="font-style: italic;"&gt;smoked beef&lt;/span&gt; Arbys, dan mereka telah pergi dari negeri ini. Terpangkas oleh persaingan pasar yang kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi masalah email itu. Hingga berminggu-minggu saya tidak dapat menemukan jawaban kegundahan saya. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa hal ini terasa begitu tidak benar?&lt;/span&gt;” Sampai suatu hari, saya membaca tentang Naaman, seorang panglima yang kustanya ditahirkan. Kisah lengkapnya ada di dalam&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 2 Raja Raja 5:1-19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Naaman adalah panglima Raja Aram yang terhormat dan disayangi, juga seorang pahlawan perang. Kalau di sini mungkin, ia adalah seorang Jenderal Sudirman. Sayangnya, Naaman yang terhormat ini sakit kusta. Penyakit yang sangat memalukan pada saat itu. Untungnya istri Naaman punya pelayan seorang gadis Israel yang memberitahu istrinya tentang Elisa, nabi Allah di Samaria yang diyakini dapat menyembuhkan tuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya dengan iman pelayannya dan karena putus harapan, Naaman berangkat ke negeri Samaria untuk menemui Elisa, sambil membawa persembahan berupa sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas, dan sepuluh potong pakaian. Saya lupa pastinya, tapi yang pasti, jika dikurskan ke masa kini, persembahan itu bernilai milyaran dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di depan pintu rumah Elisa, tidak ada sambutan yang kehormatan terhadap pahlawan perang ini, padahal jauh-jauh ia sudah berkelana. Hanya seorang suruhan yang celingukan sambil mengeluarkan kepalanya dari balik pintu sambil mengatakan “Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin marah, tapi juga ingin sembuh. Itulah isi hati Naaman.  Untungnya, meski dilanda amarah karena merasa kehormatannya dinodai oleh Elisa, Naaman lebih ingin sembuh, sehingga ia memutuskan untuk menuruti nasihat yang aneh itu. Singkat cerita, ia sembuh dari penyakit kustanya dan dapat kembali tampil percaya diri di depan semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa berhutang budi pada Elisa, Naaman kembali ke rumah Elisa demi mempersembahkan milyaran dolar yang dibawanya. Elisa menolak dan mengatakan “Demi Tuhan yang hidup, yang di hadapanNya aku menjadi pelayan, sesungguhnya aku tidak akan menerima apa-apa.” Elisa, nabi Allah itu menolak mentah-mentah kekayaan yang dapat menjamin segenap kehidupannya. Mungkin kalau saja ia menerima persembahan Naaman, ia tak perlu lagi mengharapkan mujizat setiap hari. Makanan dan minuman pasti berlimpah. Dan beberapa milyar bisa dipakai untuk beli sawah (itu kalau di Indonesia) atau franchise restoran terkenal (kalau jaman sekarang). Tapi Elisa tidak menerimanya. Mengapa? Karena Tuhan sendiri ingin memastikan agar Naaman tahu bahwa kesembuhannya itu GRATIS. Tidak dapat dibayar oleh uang bermilyar-milyar sekalipun. Tidak dapat ditukar dengan kebaikan kita. Tidak dapat dibeli. Karena GRATIS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai mengerti mengapa hal kirim mengirim email massal itu terasa tidak benar. Karena seperti Naaman, dengan mengirim email sebanyak-banyaknya kita berusaha membeli berkat dan anugerah Tuhan dengan sejumlah kebaikan kita, sejumlah usaha, yang kita anggap halal. Kalau caranya seperti itu, Sorga adalah MLM mungkin. Besarnya berkat berdasarkan jumlah downline. Untung saja, Sorga tidak menganut paham Multi Level Marketing. Tidak. Jangan. Atau kita tidak akan pernah mencapai targetnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anugerah Tuhan itu GRATIS! Anda tidak dapat membelinya. Bahkan berkat dan perlindunganNya sudah dilabel ‘tidak dijual’. Tulisan Charles Swindoll berikut ini, mungkin dapat menegaskan pengertian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INJIL LAIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;oleh: Charles Swindoll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galatia 1:6-7&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah “Injil lain” yang mengatakan keselamatan itu tidak hanya bekerja karena iman saja. Tapi pencapaian manusia juga harus menyertai iman sebelum Anda boleh yakin bahwa Anda diselamatkan. Kita terus menerus mendengar injil ‘lain’ itu bergaung hingga hari ini dan ini adalah suatu kebohongan. (Catatan: Oprah dan ajaran New Age-nya termasuk dalam kebohongan ini. Mereka mengatakan keselamatan kita berasal dari kita sendiri. Sungguh sangat disesalkan pernyataan ini). Teologi yang mendasarkan keselamatan pada satu ons saja kebaikan dan usaha manusia bukanlah berita baik; Ini adalah informasi yang salah. Ini adalah ajaran yang sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keselamatan yang bermula dengan Tuhan menggapai umat manusia yang terhilang dan diwujudkan oleh kematian Kristus dan kebangkitanNya berakhir dengan segala pujian bagi Tuhan. Tetapi keselamatan yang melibatkan pencapaian manusia, kerja keras, upaya-upaya pribadi, bahkan niat-niat religius membengkokkan “kabar baik” itu karena jadinya manusia yang dimuliakan, bukan Tuhan. Masalahnya adalah, itu tampak ‘masuk akal’. Tapi lihatlah dua kali reaksi keras Paulus terhadap mereka yang memperkenalkan ajaran yang sesat itu, “Terkutuklah ia!” Terjemahan aslinya adalah Anathema! Ini merupakan satu kata paling kuat dalam bahasa Yunani yang dipakai untuk mengutuk atau menuduh seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, ajaran-ajaran sesat itu terus berjalan. Sebagian besar dari ajaran-ajaran itu adalah ajaran-ajaran yang mengatakan keselamatan dapat Anda peroleh melalui usaha manusia. Melalui hal-hal yang masuk akal, yang tidak mustahil untuk kita lakukan. Ajaran-ajaran itu mengatakan, jika Anda dapat berdiri cukup lama di ujung jalan dan mengajarkan kebenaran, jika Anda mau mengorbankan sebagian besar dari kehidupan Anda, kalau Anda mau dibaptis, kalau Anda mau menyumbangkan uang Anda, kalau Anda mau berdoa dan menghadiri pertemuan-pertemuan, maka perbuatan baik dan kerja keras Anda akan memnyebabkan Tuhan tersenyum kepada Anda (versi saya: membuat Tuhan merasa berhutang kepada Anda, dan membuatnya merasa Ia wajib membayarnya kembali.). Lebih hebat lagi, pada hari penghakiman ketika kebaikan Anda itu ditimbang beratnya dan dibandingkan dengan kecilnya keburukan Anda, maka Anda dinyatakan ‘layak’ mendapatkan kasih karuniaNya. Hasil dari semua ini, saya katakana lagi, adalah kemuliaan bagi manusia, karena kesannya Anda turut berusaha untuk mendapatkan keselamatan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih Karunia mengatakan Anda tidak perlu memberikan apa-apa, tidak harus melakukan apa-apa, tidak harus membayar apa-apa. Anda tidak akan bisa sekalipun Anda mencoba! Keselamatan adalah pemberian yang gratis! Anda cukup berpegangan pada apa yang telah disediakan dan diajarkan Yesus. Titik. Meskipun, ajaran-ajaran yang tidak benar itu juga akan tetap berkeliaran di seluruh dunia dan akan selalu demikian. Ajaran itu begitu efektif karena harga diri manusia itu tinggi sekali. Kita selalu merasa harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu, atau untuk dibenarkan. Tidak masuk akal dan kesannya tidak sopan saja kalau kita mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dengan cuma-cuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkanlah saya untuk bersikap tegas terhadap Anda. Berhentilah mentoleransi ajaran-ajaran sesat itu! Itu hanyalah legalisasi tindakan Anda. Sadarlah bahwa itu hanya akan membuat Anda terjebak dalam suatu ikatan yang tak pernah berakhir. Injil yang benar tentang ‘anugerah’, di lain pihak, akan membebaskan Anda. Bebas selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Grace Awakening – The Freedom of Grace&lt;/span&gt; oleh Charles Swindoll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar sebuah pernyataan yang sangat kuat! Saya bahkan menyarankan Anda untuk membeli buku Charles Swindoll yang berjudul the Grace Awakening ini, sehingga kita tidak lagi salah paham tentang anugerah Allah. Karena mengirimkan email-email massal yang menjamin pertambahan berkat itu menunjukkan kurangnya pemahaman kita tentang ‘anugerah’, yang sekali lagi, sama sekali tidak menganut paham Multi Level Marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang harus Anda lakukan? Pertanyaan yang tepat. Yang bisa Anda lakukan adalah bersyukur, dan setia kepada apa yang telah Ia berikan kepada kita, kasih, anugerah, kepercayaan, kebaikan, perlindungan, kuasa, pilihan, hidup, waktu, tubuh, kepandaian, pengetahuan, hikmat. Setia, dan berjanjilah, untuk menjalani semuanya demi kemuliaan nama Tuhan. Bukan demi Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,&lt;br /&gt;maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” &lt;/span&gt;Matius 6:33&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-246351470383218587?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/246351470383218587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=246351470383218587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/246351470383218587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/246351470383218587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/08/anugerah-itu-gratis.html' title='Anugerah itu Gratis!'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-1929721010380826264</id><published>2008-08-19T21:52:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T05:28:53.280-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Jahat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Tidak Ada Orang Jahat.</title><content type='html'>Tidak ada orang jahat. Itulah yang selalu saya katakan pada diri saya sendiri. Yang ada adalah orang yang mementingkan kepentingannya sendiri. Sehingga sebagai hasilnya, ia merugikan atau menyakiti orang lain. Kebanyakan orang yang telah menyakiti orang lain mengatakan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya tidak bermaksud demikian&lt;/span&gt;”, atau “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya tidak tahu kalau itu telah menyakiti kamu, maafkan saya&lt;/span&gt;”. Mereka tidak tahu. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan keras-keras “Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Karena ‘mereka’ memang tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah mempelajari manusia dan tindakannya selama saya bisa mengamati diri saya sendiri dan orang lain, dan inilah yang saya temukan. Manusia akan merugikan orang lain tepat saat ia menempatkan kepentingannya di atas kepentingan orang lain. Ketika kita menyelamatkan kepentingan kita sendiri, tanpa sadar kita sudah merugikan orang lain. Percayalah. Anda boleh mencoba. Meskipun saya tidak menyarankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini saya dirugikan orang lain. Hal ini membuat saya sangat marah terlebih karena mereka tidak menyadari bahwa mereka telah merugikan saya. Tapi cukup lama setelah saya kesulitan untuk mengontrol kemarahan saya (saya benar-benar marah saat itu, saya harus mengakuinya), tiba-tiba Tuhan mengingatkan saya akan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta Timotius Arifin selalu mengatakan, JOY (sukacita) akan datang dengan sendirinya jika urutan prioritas kita benar, yaitu Jesus, Others, You. Yesus yang pertama, orang lain yang kedua, dan diri sendiri yang terakhir. Pastikan diri Anda selalu berada di urutan terakhir, atau anda akan mengubah JOY menjadi JYO, OYJ atau YOJ. dan percayalah, itu tidak berarti ‘sukacita’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka memberi saran.&lt;br /&gt;Pertama, saran saya, sebelum melakukan sesuatu yang membela kepentingan Anda, pikirkanlah, apakah Anda akan merugikan orang lain atau tidak dengan tindakan Anda itu. Mungkin jika Anda tahu Anda akan merugikan orang lain, Anda dapat mencegah hal itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jika yang sebaliknya terjadi, Anda yang dirugikan atau disakiti oleh orang lain, ingatlah satu dua hal ini: Orang itu tidak bermaksud menyakiti Anda, dia melakukannya tanpa sadar.  Dan katakan, “Bapa, Ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Ini sangat membantu untuk meredakan amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya kesulitan menahan amarah dan hampir-hampir kehilangan kontrol diri saya, saya tiba-tiba reda setelah Tuhan mengingatkan hal ini kepada saya. Yang tersisa hanyalah perasaan konyol atas kemarahan yang tidak perlu yang telah menguasai saya berjam-jam sebelumnya, dan membuat saya merugikan diri saya sendiri. (Ya, kemarahan yang berlarut-larut adalah hal yang Anda lakukan sendiri dan merugikan diri sendiri, jadi menghindarinya mungkin akan menjadi pilihan yang mendatangkan sukacita... Itu berarti saran ketiga ya?).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-1929721010380826264?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/1929721010380826264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=1929721010380826264' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/1929721010380826264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/1929721010380826264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/08/tidak-ada-orang-jahat.html' title='Tidak Ada Orang Jahat.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-4661361296919033131</id><published>2008-08-10T20:06:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T23:34:00.939-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kala wanita percaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><title type='text'>Review Buku "KALA WANITA PERCAYA" Dari Seorang Teman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SJ-teDGH4wI/AAAAAAAAABs/X16gXP7tYRs/s1600-h/Cover+Depan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SJ-teDGH4wI/AAAAAAAAABs/X16gXP7tYRs/s320/Cover+Depan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233092023766475522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ini sebuah review menarik tentang "Kala Wanita Percaya" dari seorang teman yang sangat saya kagumi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Perjalanan hidup seseorang menurut saya adalah selalu menarik untuk disimak. Kita cuman bisa menjalani satu versi timeline kehidupan, dan dengan waktu yang berjalan kian cepat, belajar dari hidup yang kita alami sendiri kadang terasa begitu menguras waktu tersebut. Ini sebabnya saya selalu tertarik untuk belajar dari cerita hidup orang lain untuk paling tidak, bisa sedikit menambah dari sedikitnya hal2 yang harus saya alami sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, mengungkapkan sebuah cerita hidup sendiri juga bukan merupakan sebuah hal yang mudah, apalagi jika cerita itu sedemikian berlikunya. Bercerita tentang kehidupan berantakan yang dialami adalah sebuah hal yang berat. Mengeluarkannya dari kepala dan mengubahnya menjadi tulisan adalah perjuangan, dan menerima reaksi dari pengeluaran itu, bahkan bila itu berupa hal positif seperti dorongan inspiratif, atau sekedar tepuk ringan di punggung, akan terasa begitu menyesakkan dada karena haru dan kadang membuat sumber air dimata tidak dapat menahan daya gravitasi alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini tentu saja bercerita tentang itu semua. Tentang 12 tahun perjuangan Audrey berjuang di tengah konflik keluarganya. Bagaimana Audrey dalam usia belasan tahun menjadi saksi dimulainya konflik ini, harus tetap menjalani masa2 remaja dengan penuh penolakan, berjuang menghadapi kehilangan sang Oma, satu dari dua wanita berpengaruh dalam hidupnya, harus terus menghadapi kerasnya sang Papa dalam segala hal, bahkan dalam satu fase terpenting dalam perkembangan sang anak, yaitu pendidikannya, dan tentu saja saat harus mengikuti roller coaster menyesakkan bersama wanita terdekatnya saat ini, sang Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Audrey menyajikan semua hal itu dengan jalinan sentral dari hubungan 3 wanita beda generasi di keluarganya, Audrey, sang Mama, dan Omanya. Bagaimana perjuangan Oma untuk mendidik dengan cara memberi contoh langsung kepada kedua generasi wanita dibawahnya, sang anak dan cucunya ini untuk tak berhenti berjuang dan percaya, di tengah segala keruwetan yang dipicu oleh sang Papa, dan diwarnai dengan kondisi Oma sendiri yang telah berumur, juga kondisi Mama dengan begitu banyak penyakit dalam yang menderanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun serangkaian tanda kekuasaan sang Pencipta telah mampu membuat Audrey dan sang Mama tetap bertahan dan terus bangkit, yang pada akhirnya semua itu membuat kehidupan Audrey dan keluarganya semakin membaik. Dan 12 tahun dalam ombang ambing kerasnya kehidupan tentulah menjadi sebuah cerita hidup yang sungguh mampu memberikan banyak pelajaran dan mengangkat motivasi banyak orang yang mau membaca dan mendengarkannya. Audrey juga mampu menyajikan ceritanya dengan sederhana namun tetap bermakna dalam. 140 halaman buku kecil adalah ukuran yang reliable untuk masyarakat di sebuah negara dengan minat baca yang tidak terlalu tinggi. Ukurang tersebut juga sangat memungkinkan untuk dibaca berulang2 sesuai dengan pesannya sebagai sebuah cerita inspiratif bagi pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So.&lt;br /&gt;Audrey are my dearest friend...,&lt;br /&gt;dan oleh sebab itulah meskipun fakta bahwa Audrey menulis sebuah buku bernafaskan keTuhanan Kristiani sesuai keyakinannnya tidaklah menghalagi saya untuk beli (yes..., aku beli loh..:P) dan baca bukunya..&lt;br /&gt;dan saya begitu bangga dengan temen saya yang satu ini sekaligus ngiri karena dah bisa buat buku sementara saya cuman bisa ngereview doang..^_^&lt;br /&gt;dan saya juga pengen minta maaf dengan tulus kalo saya pernah "berani-beraninya" ngasih nasehat yang mungkin gak mengena..&lt;br /&gt;apa yang saya alami sepanjang hidup tidaklah sampe secuil dari apa yang kamu alami, so how dare me lecturing you how to live...&lt;br /&gt;keep up the good work and the good life sis, dan buku berikutnya tak tungguin yah..~__^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://zzet.multiply.com/reviews/item/46" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://zzet.multiply.com/r&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;eviews/item/46&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-4661361296919033131?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/4661361296919033131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=4661361296919033131' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/4661361296919033131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/4661361296919033131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/08/review-buku-kala-wanita-percaya-dari.html' title='Review Buku &quot;KALA WANITA PERCAYA&quot; Dari Seorang Teman'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SJ-teDGH4wI/AAAAAAAAABs/X16gXP7tYRs/s72-c/Cover+Depan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-6015898693011919085</id><published>2008-07-07T01:15:00.000-07:00</published><updated>2008-07-07T01:17:04.628-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prasangka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='negatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reasonable doubt'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pikiran'/><title type='text'>Reasonable Doubt.</title><content type='html'>Aku sedang tergila-gila pada sebuah serial televisi yang mengisahkan pengacara-pengacara paling top di Amerika, dan bagaimana skenario pembelaan yang mereka luncurkan demi menyelamatkan nama baik pihak-pihak tertentu. Salah satu skenario pembelaan yang paling terkenal dan paling sering digunakan adalah reasonable doubt atau keragu-raguan yang beralasan. Kalau kamu tidak punya bukti yang cukup, tidak punya saksi yang dapat dipertanggungjawabkan kesaksiannya, maka kamu tidak dapat menjatuhkan hukuman pada seseorang, betapa pun ia tampak bersalah. Sesederhana itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Tuhan mengingatkan aku, bagaimana hal ini juga berlaku dalam kehidupan. Tak terhitung panjangnya dan lebarnya dan banyaknya kita mudah berprasangka terhadap seseorang, hanya karena apa yang kelihatan dari luar atau berdasarkan opini mayoritas. Kalau yang lain begitu, yang ini pasti begitu. Begitulah pikiranmu mulai membangun penilaian-penilaian buruk terhadap orang lain, tanpa kamu punya bukti yang cukup, atau tanpa lebih duu mencoba untuk mengenal mereka lebih dalam. Guru sejarahmu seorang wanita setengah baya yang tidak bersuami, pasti galak. Nadia bertubuh pendek, pasti menjengkelkan. David berasal dari kota A, pasti pelit. Dina anak konglomerat, pasti sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, seringkali pula terjadi, kamu salah. Ternyata Dina baik banget, boro-boro sombong, ia malah suka menolong. David malah suka traktir makan di kantin. Dan Guru Sejarah yang kamu takuti itu ternyata seorang wanita yang lemah lembut dan perhatian. Tapi pada saat itu, kamu sudah terlanjur menghakimi mereka dengan sikapmu yang tidak ramah dan cenderung menjauh. Pada saat kamu tahu kalau segenap prasangkamu itu salah, kamu sudah tidak punya kesempatan untuk berteman dengan mereka, karena mereka juga sudah balik berprasangka terhadap kamu. Prasangka menimbulkan prasangka. Kamu terlambat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mengapa harus berprasangka kalau itu merugikan kamu nantinya? Semakin banyak kamu berprasangka semakin sedikit temanmu. Semakin banyak kamu berpikir positif tentang orang lain, semakin banyak orang akan berpikir positif tentang kamu. Lagipula, penghakiman itu hak mutlak Tuhan kan. Biarkan Tuhan melakukan bagianNya, sementara kamu lakukan bagianmu: tidak berprasangka, lebih baik lagi, berpikir positif tentang orang lain, mulai sekarang. Ya, mulai sekarang, setiap muncul prasangka terhadap orang lain dalam pikiranmu, ingat-ingat, kamu tidak pernah punya bukti yang cukup, kamu tidak mungkin punya saksi yang dapat dipertanggungjawabkan, reasonable doubt. Selalu ada alasan untuk meragukan prasangkamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-6015898693011919085?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/6015898693011919085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=6015898693011919085' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/6015898693011919085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/6015898693011919085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/07/reasonable-doubt.html' title='Reasonable Doubt.'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-4395895872054423808</id><published>2008-07-02T00:38:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T23:48:49.901-07:00</updated><title type='text'>Review Buku "KALA WANITA PERCAYA"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_AHlHwIoLEw8/SGsyXULh-_I/AAAAAAAAABk/y4bSjIwJg80/s1600-h/Cover+Depan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_AHlHwIoLEw8/SGsyXULh-_I/AAAAAAAAABk/y4bSjIwJg80/s320/Cover+Depan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218319969374305266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tentang Audrey:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sarah Audrey Christie adalah lulusan Fakultas Desain Komunikasi Visual, Universitas Kristen Petra. Dia pernah memperoleh beberapa penghargaan, di antaranya: Juara pertama Inovasi Problem Kota dari Jawa Pos-IM3, Golden Purnawidya, dan Purnawidya Utama dari Universitas Kristen Petra. Selain sebagai Penulis dan Graphic Designer, Audrey juga bekerja sebagai penulis iklan (copywriter) untuk berbagai perusahaan periklanan (advertising) di Indonesia. Saat ini Audrey bekerja di TVN - Televisi Nusantara, Jakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tentang buku ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Buku ini adalah sebuah pengharapan di tengah tidak adanya pengharapan. Seperti segelas air dingin yang sejuk bagi jiwa yang dahaga di padang gersang. Di tengah penolakan, penelantaran, penghinaan, pelecehan, dan ketidakpedulian, KRISTUS di dalam Audrey Christie, oma, dan mamanya menyanyikan lagu kemenangan, dan bukan ratapan. Sebagai Gembala dan pembina rohani mereka, saya percaya buku ini akan menjadi inspirasi dan kekuatan buat banyak wanita di tiga generasi. Bangkit!!!" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana - Gembala Senior GBI R.O.C.K.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Meskipun buku ini lebih ditujukan untuk wanita, tetapi ketika saya membaca buku ini, saya sangat terinspirasi sekaligus terkagum-kagum. Audrey menuliskan kisah hidup pribadi dan keluarganya dengan sangat tajam dan menyentak! Saya rasa buku ini harus dibaca oleh siapapun, khususnya untuk setiap wanita yang ingin disentuh dan tenggelam dalam 'kekuatan yang mulia'."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;'Josua' Iwan Wahyudi - Penulis, Trainer, Graphic Desainer, dan Host www.getyourwisdom.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Matahari selalu bersinar di balik awan yang kelam. Buku ini membuat Anda menangis dan bersyukur di saat bersamaan. Buku ini akan memberkati Anda, terutama para wanita. Woman, you are blessed and precious."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maya Uniputty - Worship Leader&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Buku ini akan membuat Anda melihat keajaiban Tuhan. Di mana Tuhan dapat mengubah seseorang dari nothing menjadi something."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Eka Deli - Artis/ Penyanyi, Worship Leader&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-4395895872054423808?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/4395895872054423808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=4395895872054423808' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/4395895872054423808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/4395895872054423808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/07/review-buku-kala-wanita-percaya.html' title='Review Buku &quot;KALA WANITA PERCAYA&quot;'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_AHlHwIoLEw8/SGsyXULh-_I/AAAAAAAAABk/y4bSjIwJg80/s72-c/Cover+Depan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-9069287859075177475</id><published>2008-06-30T21:10:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T23:47:55.008-07:00</updated><title type='text'>Telah Terbit: "KALA WANITA PERCAYA"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SGmvAp8AzmI/AAAAAAAAABc/ICvdJ5e6w0c/s1600-h/Cover+Depan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SGmvAp8AzmI/AAAAAAAAABc/ICvdJ5e6w0c/s320/Cover+Depan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217894069077855842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa yang terjadi jika seorang wanita benar-benar percaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Wanita dianugerahi Tuhan dengan potensi mujizat yang sangat besar -kekuatan yang mulia- sebuah potensi di mana melalui wanita-wanita, mujizat Allah terjadi dengan limpah. Masalahnya sekarang, wanita tak mudah menyadari -apalagi mempercayai- potensi tersebut karena keras kehidupan yang dialaminya. Seringkali tantangan dan tekanan membuat kita lebih percaya pada keterbatasan, daripada keajaiban.  Tapi buku ini menceritakan sebaliknya. Bagaimana Tuhan mengajar 3 wanita -dari 3 jaman yang berbeda- untuk mempercayai Dia, bahwa Dia berkuasa dan kuasanya tak lekang oleh waktu dan peristiwa, bahwa sejak dulu, sekarang, hingga selamanya Ia tetap berkuasa melakukan apa yang tidak mampu dilakukan manusia. Dia berkuasa dan mujizatNya tetap nyata, meskipun dunia tidak menerima kita. Dan ketika kita benar-benar percaya, mujizat itu pasti terjadi dengan sendirinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temukan dalam buku ini kisah nyata bagaimana mujizat-mujizat itu terjadi. Bagaimana Oma yang telah berusia 80-an tahun sembuh dari patah tulang siku tanpa disentuh pisau bedah, bagaimana Mama yang bahkan sempat divonis mati karena 7 macam penyakit sekaligus, sembuh total secara luar biasa. Bagaimana Sarah, yang dipersulit uang kuliah oleh sang Papa akhirnya lulus dengan nilai tugas akhir terbaik. Bagaimana sebuah kehancuran berubah menjadi kemuliaan, hanya karena kita percaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga buku ini dapat memberkati Anda dan keluarga. Dan semoga semua wanita kembali mengenali potensi mujizat yang telah dipercayakan Tuhan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau Anda sedang tertekan, buku ini dapat membantu Anda menemukan kebebasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau Anda sedang kurang percaya, buku ini dapat menuntun Anda untuk kembali menemukan iman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau Anda sedang putus asa, buku ini dapat membantu Anda untuk bangkit lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau Anda adalah seorang wanita, buku ini mengerti pergumulan Anda, dan dapat membantu Anda menemukan kembali impian-impian Anda yang terhilang, serta tidak melepasnya lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga : Rp 24.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dibeli di toko-toko buku pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau untuk pesan langsung (bebas biaya kirim) hubungi:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;artfreax@yahoo.co.id&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;YM: audrey_christie_aw@yahoo.com&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;0817334077&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-9069287859075177475?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/9069287859075177475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=9069287859075177475' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/9069287859075177475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/9069287859075177475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/06/telah-terbit-kala-wanita-percaya.html' title='Telah Terbit: &quot;KALA WANITA PERCAYA&quot;'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SGmvAp8AzmI/AAAAAAAAABc/ICvdJ5e6w0c/s72-c/Cover+Depan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-3234007959338421907</id><published>2008-06-24T01:25:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T01:32:25.233-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Impian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Martin Luther King Jr.'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='I Have A Dream'/><title type='text'>Impian Martin</title><content type='html'>Impian, benar-benar sebuah media penyambung antara apa yang belum kita lihat dan apa yang ada di depan mata.  Mimpi bergerak bersama-sama dengan iman. Mimpi membuat kita bertahan. Impian masa depan menambah kekuatan iman. Iman memampukan kita bertahan, meski terkadang, apa yang kita lihat, yang berlabel ‘kenyataan’, sungguh masih jauh dari apa yang kita lihat dalam hati dan pikiran. Tetapi impian juga telah membuat satu orang, bersama Tuhan, memutuskan untuk melakukan perubahan. Perubahan yang dulu cuma sekedar harapan tak terucapkan, kini ia selipkan dalam sebuah pidato pada kaum yang dipimpinnya. Impian itu sangat besar, begitu besarnya hingga hampir mustahil untuk dilakukan. Tapi toh, ia tak berhenti bermimpi, hingga akhirnya ia harus mati untuk membela impiannya. Orang itu adalah Martin Luther King Jr., dan ini adalah sepenggal pidatonya yang terkenal, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I Have A Dream&lt;/span&gt; (Aku punya sebuah impian):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Kukatakan hari ini, sahabat-sahabatku, bahwa meskipun kita menghadapi berbagai kesulitan hari ini dan esok, aku masih punya impian. Ini adalah sebuah impian yang telah berakar dalam impian Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya sebuah impian bahwa suatu hari bangsa ini akan bangkit  dan menghidupi makna sesungguhnya dari pernyataan: “Kami memegang kebenaran-kebenaran ini agar jelas bahwa semua manusia diciptakan sama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya sebuah impian bahwa suatu hari nanti di atas bukit merah Georgia, anak-anak dari mantan budak dan anak-anak dari mantan pemilik budak-budak akan bisa duduk bersama pada meja persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya sebuah impian bahwa suatu hari nanti bahkan Negara bagian Mississippi, Negara yang mendidih dengan panasnya ketidakadilan dan tirani, akan bertransformasi menjadi oasis kemerdekaan dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya sebuah impian bahwa empat anak-anakku akan suatu hari nanti hidup dalam suatu bangsa di mana mereka tidak akan dinilai berdasarkan warna kulit tapi oleh kualitas karakternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya sebuah impian hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya sebuah impian bahwa suatu hari ini, di Alabama sana, dengan sifat rasisnya yang kejam, dengan gubernurnya yang biasa dengan interposisi dan pembatalan undang-undang, suatu hari nanti tepat di Alabama, anak-anak kulit hitam perempuan dan laki-laki akan bergandengan tangan dengan anak-anak kulit putih laki-laki dan perempuan seperti layaknya saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya sebuah impian hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya sebuah impian bahwa suatu hari nanti setiap lembah akan ditinggikan, setiap gunung akan ditundukkan, tanah yang bergelombang akan diratakan, yang berliku diluruskan, dan kemuliaan Tuhan akan dinyatakan, dan semua yang hidup akan menyaksikannya bersama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impiannya, hari ini, telah menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang Anda berhenti bermimpi, karena Anda tak percaya, atau karena Anda terlalu lelah untuk mempercayainya. Tapi ketahuilah, jarang ada impian yang tidak menjadi kenyataan kalau ia benar-benar dipelihara dengan iman dan perbuatan. Ya, ada perjuangan, ada pengorbanan, ada kesusahan, ada kesedihan, ada tangisan, ada keragu-raguan, ada kesendirian, ada keputusasaan yang harus kita tempuh dalam perjalanan menuju impian-impian kita, tapi kalau impian itu cukup besar, cukup mulia, cukup menakjubkan, maka impian itu cukup&lt;br /&gt;berharga untuk dipertahankan, karena seperti kata Martin Luther King Jr., suatu hari nanti, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dreams do come true.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Jalankan terus gerakan ini. Gulirkan terus gerakan ini. Terlepas dari semua kesulitan yang harus dihadapi, dan kita akan menghadapi kesulitan lain lagi. Datanglah terus. Bergeraklah terus. Jika engkau tak bisa terbang, berlarilah. Jika engkau tak bisa berlari, berjalanlah.  Jika tak mampu berjalan, merangkaklah. Yang penting, dengan segala cara, teruslah bergerak."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-3234007959338421907?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/3234007959338421907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=3234007959338421907' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/3234007959338421907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/3234007959338421907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/06/impian-martin.html' title='Impian Martin'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-3533145521364265781</id><published>2008-06-15T20:31:00.000-07:00</published><updated>2008-06-15T20:47:04.237-07:00</updated><title type='text'>Richard Carlson</title><content type='html'>Stephen Levine, penulis terkenal, pernah menulis sebuah kutipan yang akhirnya menjadi populer:&lt;br /&gt;“Kalau Anda mempunyai satu jam untuk hidup dan hanya dapat membuat satu panggilan telepon, siapa yang akan Anda telepon, apa yang akan Anda katakan, dan mengapa Anda menunggu saat seperti itu untuk mengatakannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Richard Carlson, penulis seri terlaris “Don’t Sweat The Small Stuff” itu, tanpa kita ketahui, telah meninggal secara mendadak pada tahun 2006 karena Cardiac Arrest, semacam serangan jantung. Ia meninggal pada usia 45 tahun. Seorang istri yang setia dan 2 orang anak hancur hati dan tidak dapat membendung kesedihan karena kepergiannya yang mendadak. Apa hubungannya dengan kutipan Stephen Levine? Karena 3 tahun sebelum ia meninggal, Richard Carlson menulis sebuah perenungan tentang kutipan Stephen Levine itu, yang kemudian diberikan pada istrinya untuk memperingati ulang tahun pernikahan mereka yang ke-18. Ia menulis bahwa, kalau Ia hanya punya satu jam untuk hidup, ia tak kan menelepon pengacaranya, atau konsultan keuangannya, bankirnya, pialang sahamnya, karena uang sudah tak ada artinya pada saat-saat seperti itu. Semua kekayaan yang telah ia dapatkan tak sebanding, dengan keluarga, yang telah dititipkan Tuhan kepadanya. Sebab itulah, dalam satu jam terakhir kehidupannya itu ia akan menelepon istrinya, dan mengatakan betapa ia mencintai dia, Kristine. Dan kalau ia dapat mengulangi hidup bersama dengan istrinya sekali lagi, maka ia akan menjalaninya dengan penuh semangat. Ia juga bersyukur buat anak-anak, yang Tuhan berikan kepadanya, yang mengajarkan kepadanya tentang kehidupan, mungkin jauh lebih banyak dari semua tulisannya di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bundle&lt;/span&gt; jadi satu. Richard mengatakan “God was kind enough to share Jazzy and Kenna (anak-anaknya) with us (Richard dan istrinya).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 tahun kemudian, ia meninggal. Mengapa saya menulis tentang Richard Carlson? Karena inilah orang, yang dalam ketenaran, kekayaan, kehebatan, dan kebesaran namanya, bisa dengan mudah menyadari, arti hidup yang sesungguhnya. Dan tahu untuk menjalani setiap detik hidupnya dengan rasa syukur dan sukacita, dengan sepenuhnya menghargai setiap anugerah yang telah diletakkan Tuhan di pangkuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia orang yang berhasil, dalam arti yang utuh. Sementara ada banyak orang yang hidupnya hampir seabad, tapi tidak punya hati dan sikap, dan rasa syukur sebesar Richard Carlson untuk menjalani hidup ini. Mari, hargai hidup ini lebih lagi. Isilah setiap hari dengan cinta, kebaikan, dan kualitas. And...Don’t Sweat The Small Stuff. But Do The Big Stuff. Jangan perkarakan masalah-masalah kecil, tapi lakukan perkara-perkara besar! •@•&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-3533145521364265781?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/3533145521364265781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=3533145521364265781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/3533145521364265781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/3533145521364265781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/06/richard-carlson.html' title='Richard Carlson'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-4296245120876156977</id><published>2008-06-15T20:20:00.000-07:00</published><updated>2008-06-15T20:22:13.080-07:00</updated><title type='text'>Winner before winning</title><content type='html'>Ini masalahnya dengan kemenangan. Kamu harus terlebih dahulu mempunyai sikapnya, sebelum benar-benar meraih kemenangannya. Albert Einstein mengatakan, “Kamu nggak akan bisa menyelesaikan masalah dengan kemampuan yang kamu miliki pada saat membuat masalah tersebut.” (Duh, aku sangat suka dengan kata-kata Einstein itu). Jadi artinya, kamu harus memiliki kekuatan dan kemampuan yang melampaui masalahmu. Sama dengan kemenangan. Kemenangan adalah keberhasilan dalam memecahkan suatu masalah. Kamu harus memiliki sikap yang melampaui masalahmu, berarti kamu harus punya sikap pemenang sebelum benar-benar menjadi pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini ilustrasinya, anggap saja masalahmu adalah rivalmu dalam balap mobil Formula 1. Dia bergerak dengan kecepatan 200 km/ jam. Untuk menjadi pemenang, kamu harus bergerak melampaui dia, yang berarti kecepatan mobilmu harus lebih dari 200 km/ jam! Nah misalnya saja, dengan kecepatan 300 km/ jam, kamu akan melesat jauh melewati dia dan meraih kemenangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang dimaksud oleh Einstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingat juga apa kata Tuhan, bahwa ia tidak akan mengijinkan masalah yang tidak dapat kamu tanggung. Jadi sepanjang Ia mengijinkan, maka Ia tahu, kalau kamu mampu mengalahkan masalah itu dan menjadi pemenang. Satu saja resepnya, milikilah sikap dan cara pandang seorang pemenang. Berjalanlah tegap. Berbesar hati. Jujur. Mengasih orang lain. Rendah hati. Dan terutama, TIDAK MENYERAH. Itulah sikap yang telah terbukti membuat banyak orang menjadi pemenang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-4296245120876156977?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/4296245120876156977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=4296245120876156977' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/4296245120876156977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/4296245120876156977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/06/winner-before-winning.html' title='Winner before winning'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-2473675126287071959</id><published>2008-05-12T05:34:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T05:36:41.130-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='quote'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='words'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisdom'/><title type='text'>Quote of the week</title><content type='html'>&lt;span class="sqq"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: arial;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic; font-family: arial;" class="sqq" href="http://thinkexist.com/quotation/yesterday-s_the_past-tomorrow-s_the_future-but/332207.html"&gt;Yesterday's the past, tomorrow's the future, but today is a &lt;b&gt;gift&lt;/b&gt;. That's why it's called the present.&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: arial;"&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Bill Keane [Comic Artist]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-2473675126287071959?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/2473675126287071959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=2473675126287071959' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2473675126287071959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2473675126287071959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/05/quote-of-week.html' title='Quote of the week'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-2309962362516660613</id><published>2008-02-13T20:53:00.000-08:00</published><updated>2008-05-08T22:18:45.137-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kala wanita percaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menyerah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Kala Wanita Percaya</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kala Wanita Percaya&lt;/span&gt; adalah judul buku yang aku tulis untuk para wanita Indonesia yang lagi berjuang untuk menggapai impian, untuk mereka yang lagi bertahan, atau bahkan yang lagi berada dalam tekanan. Buku ini merupakan rangkaian kisah nyata perjumpaan tiga orang wanita dengan Tuhan dan kuasaNya, yang telah menyelamatkan dan menuntun mereka pada perubahan dan kehidupan yang baru. Buku ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;encourage&lt;/span&gt; kamu untuk nggak menyerah. Apapun yang terjadi. Apapun yang lagi kamu hadapi. Seperti apapun tertekannya kamu. Karena Tuhan juga nggak pernah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;give up on you&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini diterbitkan untuk semua wanita. Yang kaya, yang miskin, yang biasa-biasa, yang doyan browsing, yang nggak kenal internet, yang tinggal di ibu kota, yang berdiam di desa, yang berpendidikan tinggi, yang nggak terlalu tinggi, atau bahkan yang nggak makan sekolahan...., serta banyak lagi wanita dari berbagai kalangan yang ingin digapai oleh buku ini&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini juga udah siap dibundle dengan harga yang nggak mahal, supaya semua wanita yang butuh kekuatan bisa memilikinya. Jadi tunggu terbitnya buku berjudul Kala Wanita Percaya. Diterbitkan oleh Penerbit Andi Offset. hadir Juni 2008, di toko-toko buku di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-2309962362516660613?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/2309962362516660613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=2309962362516660613' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2309962362516660613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/2309962362516660613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/02/kekuatan-yang-mulia.html' title='Kala Wanita Percaya'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-8086954693212261519</id><published>2008-02-12T20:33:00.000-08:00</published><updated>2008-02-13T04:03:15.513-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='afrika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beautiful Flower'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='India Arie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Beautiful Flower</title><content type='html'>This is a song for every girl who's&lt;br /&gt;Ever been through something she thought she couldn't make it through&lt;br /&gt;I sing these words because&lt;br /&gt;I was that girl too&lt;br /&gt;Wanting something better than this&lt;br /&gt;But who do I turn to&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now we're moving from the darkness into the light&lt;br /&gt;This is the defining moment of our lives&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Cause you're beautiful like a flower&lt;br /&gt;More valuable than a diamond&lt;br /&gt;You are powerful like a fire&lt;br /&gt;You can heal the world with your mind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is nothing in the world that you cannot do&lt;br /&gt;When you believe in you, who are beautiful&lt;br /&gt;Yeah, you, who are brilliant&lt;br /&gt;Yeah, you, who are powerful&lt;br /&gt;Yeah, you, who are resilient&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is a song for every girl who&lt;br /&gt;Feels like she is not special&lt;br /&gt;'Cause she don't look like a supermodel Coke bottle&lt;br /&gt;The next time the radio tells you to shake your moneymaker&lt;br /&gt;[ Beautiful Flower lyrics found on http://www.completealbumlyrics.com ]&lt;br /&gt;Shake your head and tell them, tell them you're a leader&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now we're moving from the darkness into the light&lt;br /&gt;This is the defining moment of our lives&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Cause you're beautiful like a flower&lt;br /&gt;More valuable than a diamond&lt;br /&gt;You are powerful like a fire&lt;br /&gt;You can heal the world with your mind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is nothing in the world that you cannot do&lt;br /&gt;When you believe in you, who are beautiful&lt;br /&gt;Yeah, you, who are brilliant&lt;br /&gt;Yeah, you, who are powerful&lt;br /&gt;Yeah, you, who are resilient&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah, you, who are beautiful&lt;br /&gt;Yeah, you, who are brilliant&lt;br /&gt;Yeah, you, who are powerful&lt;br /&gt;Yeah, you, who are resilient&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah, you, this song is for you&lt;br /&gt;Yeah, you, this song is for you&lt;br /&gt;Yeah, you, this song is for you&lt;br /&gt;Yeah, you, yeah, you&lt;br /&gt;You are brilliant&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*India Arie bikin lagu ini khusus buat para gadis di Afrika yang sedang berjuang keluar dari penderitaan, kemiskinan, keterpurukan, kesedihan, kejatuhan, yang mungkin, jauh lebih parah dari yang kamu bayangkan tentang Afrika. India Arie membuat lagu ini, agar gadis-gadis di Afrika tetap kuat dan nggak menyerah, meskipun kelihatannya tekanan dan tantangan datang silih berganti. Bahkan hasil penjualan lagu ini akan disumbangkan untuk mendukung perbaikan kehidupan mereka. Jadi aku juga ingin mengajak kalian turut membeli CD lagu ini yang berjudul India Arie-Beautiful Flower, demi gadis-gadis Afrika, demi wanita di seluruh dunia. Teman, aku juga nggak begitu tahu bagaimana kondisi di sana, tapi aku percaya, kondisimu mungkin masih jauh lebih baik. Jadi, kalau para gadis di Afrika nggak berhenti berjuang, nggak ada alasan buat kita untuk berhenti juga kan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-8086954693212261519?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/8086954693212261519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=8086954693212261519' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/8086954693212261519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/8086954693212261519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2008/02/beautiful-flower.html' title='Beautiful Flower'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-4154567346204162725</id><published>2007-11-20T02:27:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T20:51:24.846-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pria'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakaian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kantor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hot pants'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fashion'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lisa Bevere'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Ada Apa dengan Hot Pants?</title><content type='html'>Pernah pakai hot pants? Yup, celana ekstra pendek, yang maksudku, sangat pendek. Bukan-bukan, nggak sependek itu, lebih pendek lagi. Lagi, lagi, lebih ke atas lagi, ya, kira-kira segitu, beberapa centimeter di bawah underwear kamu. Pernah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur kalau belum. Nggak, aku nggak melarang kamu memakai itu. Hey, kamu perempuan, aku rasa, kamu berhak menampilkan bentuk tubuh yang memang masterpiece abadi ini. Tapi, apa kamu yakin, kamu tahu pasti tempat yang tepat untuk melakukannya? Bukannya nggak percaya, tapi sudah beberapa kali ini, seorang temen kantorku, "ngantor" dengan hot pants. Yup, "ngantor" maksudnya pergi ke kantor. Kerja. Kenapa dia melakukan itu? Honestly, aku bener-bener nggak tahu. Aku mencoba berpikir positif dengan mencari alasan-alasan yang positif... seperti misalnya, celana panjangnya lagi dicuci semua, dan karena ini musim ujan, jadi belum kering semua. Atau malah, belum ada yang nyuci baju karena pembantu pulang kampung belum balik juga. Atau bla bla bla, semakin aku berusaha mencari alasan, semakin aku nggak menemukan sejumput sebab positif sampai seorang memutuskan memakai hot pants ke kantornya. Temanku bertanya, "Memangnya itu kantor nggak ada HRD-nya? Nggak ada yang negur gitu? Atau nglarang?" Nggak ada-lah, kantor Advertising, di sebuah tempat kreatif, kamu bebas melakukan apa saja.Tapi, kamu bertanggung jawab atas tindakanmu sendiri. Buat aku itu cukup profesional. Semuanya kan kembali ke kita. Semua yang kita lakukan, sepenuhnya tanggung jawab kita. Aku rasa kebebasan inilah yang membuat orang jadi hilang akal. Bebas bisa berarti beban. Beban untuk bertanggung jawab atas kebebasan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.dictionary.com mendefinisikan hot pants sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;very brief and tight-fitting shorts for women&lt;/span&gt;. Ada juga yang menyebutnya sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;short shorts&lt;/span&gt;, atau kalau di-Indonesiakan bisa jadi, celana yang lebih pendek dari celana pendek... Ha ha ha... Yah, memang begitu penampilannya. Tapi yang bikin kaget adalah pengertian kedua, Hot Pants diartikan sebagai bahasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;slang&lt;/span&gt; dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;strong sexual desire; sexual arousal; a state of sexual arousal; horniness&lt;/span&gt;. Salah satu terjemahan malah menyebutkan Hot Pants sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;vulgar slang&lt;/span&gt;. Atau kemungkinan besar, pelecehan. Oh My God. Aku sendiri nggak tahu kenapa terdorong buat nyari arti kata Hot Pants. Kebiasaan penulis mungkin. Awalnya cuma ingin tahu, di mana Hot Pants dipakai kalau di luar negeri. Tapi, aku menemukan ini. jadi coba kita teliti. Siapa yang paling sering mengalami &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sexual arousal&lt;/span&gt;? Jelas, kaum pria. jadi tebak siapa yang membangkitkan gairah seksual pria, yup, kaum wanita. Jadi kesimpulannya? Hot Pants bisa jadi cuma celana ekstra pendek. Tapi Hot Pants bisa jadi juga sebuah istilah pelecehan yang datang saat, mungkin, seseorang menggunakan Hot Pants. Dan bisa jadi dengan menggunakan Hot Pants seorang wanita akan membuat seorang pria yang melihatnya mengalami &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sexual arousal&lt;/span&gt;, dan percayalah, itu kemungkinan yang sangat beralasan. Pada akhirnya, syukur kalau cuma pelecehan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;harassment&lt;/span&gt;), kalau kekerasan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;abusement&lt;/span&gt;)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke temen kantorku itu. Dia pulang pergi naik bis lho... Oke kalau nggak naik bis, semisal abis gajian, mungkin agak mewah dikit, naik taksi. Menurut kamu apa yang ada di pikiran sopir bis, kernet, sopir taksi, dan para penumpang bis itu? Aku nggak tahu pasti, karena aku juga perempuan. Tapi, ini bayangannya, seorang temen kantorku dulu mengatakan kalau sebagai laki-laki, dia bisa melihat seorang wanita berpakaian lengkap, jadi telanjang bulat, dalam imajinasinya. Man, dia katakan itu sudah beberapa tahun yang lalu, tapi aku nggak bisa lupa. Persis seperti di film-film waktu seseorang dapat melihat tembus pandang sampai ke balik pakaian seorang wanita. Satu kejadian lagi, waktu itu aku lagi jalan-jalan di sebuah plasa yang cukup lumayan di Jakarta. Bukan Plasa murahan lah pokoknya. Tapi kemudian ada beberapa orang yang memang agak buta moral, sedang melihat ke atas, ke arah eskalator naik. Mereka melihat sesuatu sambil saling mendorong, tanpa melepaskan pandangan dari sesuatu yang aku pun jadi ingin tahu. Ternyata begitu aku melihat ke arah atas, Oh My God lagi, seorang wanita sedang bersama pacarnya, dan rok yang dipakainya, percayalah, aku nggak bohong, sangat pendek! Aku dapat melihat dengan jelas apa yang di balik rok itu.Kumpulan laki-laki itu tertawa-tawa sambil terus dorong-mendorong untuk mendapatkan sudut pandang yang tepat agar dapat menemukan keseluruhan misteri di balik rok seorang wanita. Tapi hatiku menangis. Apa yang terjadi dengan moral? Itu pertanyaanku, tapi jawaban mereka bisa-bisa: Moral? Apa itu moral? Perdebatan bisa sangat panjang untuk memutuskan siapa yang salah. Wanita yang salah menginterpretasikan kebebasan dan emansipasi, atau pria yang tidak dapat mengendalikan kehewaniannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang wanita, jujur aku tak dapat menyalahkan pria.Karena wanita dianugerahi dengan kontrol lebih baik daripada pria. Wanita juga dianugerahi dengan kemuliaan lebih tinggi daripada pria. Jadi memang, beban untuk menjaga moral itu lebih berat ke wanita daripada pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisa Bevere, penulis Best Seller yang bukunya kuulas beberapa waktu lalu mengatakan yang intinya seperti ini, "kalau kamu mau berpakaian seperti pelacur nggak masalah, kalau kamu memang mau mendapatkan pria-pria yang melacur" Katanya lagi, "Jangan berharap mendapatkan pria-pria yang tepat dengan berpakaian yang tidak tepat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah, wanita kurang mengerti. Seumur hidup, wanita berusaha memperlihatkan sebagian (atau seluruh?) dari misteri di balik pakaiannya, hanya untuk mendapatkan perhatian pria-pria yang tepat yang mereka idamkan. Tapi kenyataannya, sebelum itu terjadi, ia sudah disakiti oleh pria-pria yang tidak tepat.Wanita bahkan mengalami luka yang dalam hanya untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi lupakan soal teman kantorku yang suka sekali mengenakan Hot Pants (entah berapa kali dalam seminggu). Lupakan juga tentang seorang wanita yang memutuskan untuk memakai rok yang lebih pendek dari underwearnya. Dan sejenak, hanya sejenak saja, lupakan tentang pendapat pria. Sekarang, kembalilah kepada suara hati yang paling dalam, ya, suara hati yang itu, yang sering kamu bilang membatasi kamu, suara yang sering mengingatkan kamu saat kamu melakukan sesuatu yang tidak seharusnya. Orang menyebutnya nurani. Aku menyebutNya Tuhan. Dan dalam kondisi ini, coba teliti kembali apa yang ingin kamu dapatkan melalui cara berpakaianmu? Pujian, kekaguman, rasa hormat, atau pelecehan? Percaya nggak percaya, itu tipis sekali perbedaannya. Yang jelas, pria-pria yang tepat tidak datang dari cara berpakaian yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah saatnya untuk kembali memikirkan alasan-alasan dari tipisnya, dan pendeknya, dan sedikitnya kain, dan tidak proporsionalnya pakaian yang kamu beli. Apakah itu bermanfaat, apakah itu baik, dan terlebih, apakah itu mendatangkan dampak yang baik buat kehidupanmu, kamu yang memutuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, perlu juga untuk kamu mengingat kembali begitu panjangnya, dan lebarnya, dan dalamnya kasih Tuhan untuk menyayangi kamu. Jangan sampai, Ia menyayangkan cara berpakaianmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-4154567346204162725?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/4154567346204162725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=4154567346204162725' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/4154567346204162725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/4154567346204162725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2007/11/ada-apa-dengan-hot-pants.html' title='Ada Apa dengan Hot Pants?'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-7512835436407212376</id><published>2007-11-14T22:04:00.001-08:00</published><updated>2008-02-12T21:12:49.887-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mordekhai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ratu Ester'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esther Women OF Strength and Dignity'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Charles Swindoll'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita yang Kuat dan Mulia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seri Tokoh Terbesar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahasyweros'/><title type='text'>ESTHER. Women of Strength and Dignity:           by Charles Swindoll</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/Rzvhm4FnoyI/AAAAAAAAABQ/y4eBHXHJjQQ/s1600-h/13839_1_ftc_dp.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/Rzvhm4FnoyI/AAAAAAAAABQ/y4eBHXHJjQQ/s320/13839_1_ftc_dp.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132944258326045474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ini adalah salah satu seri Great Lives from God's Words karangan Charles Swindoll, dan satu-satunya seri yang membahas tentang seorang wanita. Tapi bahasan Charles Swindoll di sini sangat menyeluruh, sehingga meskipun aku terkenal sebagai orang yang suka membeli buku tapi jarang selesai membaca buku, aku dapat menyelesaikan buku ini! Karena buku ini sangat menarik. Sangat detil dalam membahas setiap langkah kehidupan Ester, sang tokoh utama. Dan jujur, aku belajar banyak dari sebuah buku, lebih banyak dari apa yang kudapatkan dari SD 6 tahun. atau SMP 3 tahun, atau SMU 3 tahun lagi. Yah, kalian mengerti maksudku, banyak! Charles Swindoll segera menjadi penulis idolaku karena ia mampu menegur dengan kasih tanpa mengesampingkan keadilan Allah. Charles Swindoll mengatakan dalam salah satu bukunya, "Kebenaran tanpa kasih sangat kejam, tapi kasih tanpa kebenaran juga merupakan sebuah ketidakadilan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini menceritakan detil perjalanan hidup seorang wanita hebat bernama Ester. Berangkat dari wanita biasa menjadi seorang permaisuri raja. Ratu, atas sebuah kerajaan yang sangat besar. Lewat hikmat yang ia pelihara di dalam hatinya, ketaatan dan takut akan Tuhan, ia telah meletakkan dasar bagi wanita-wanita yang lain untuk sebuah kedudukan yang sepadan dengan pria. Keberaniannya, tekad, bahkan sikap diam yang ia lakukan, membuat sang Raja pun terkagum padanya. Raja Ahasyweros berkata "Katakan apapun yang kamu mau, bahkan setengah kerajaan akan kuberikan kepadamu" Dan kalau menurut kalian setengah kerajaan itu kecil, kalian harus membaca ulang kitab Ester, karena pada saat itu, Raja Ahasyweros menguasai hampir seluruh dunia. Hingga pesta perayaan yang diadakannya berlangsung 6 bulan lamanya. 6 bulan! Pesta kawin selama 3 jam sudah jadi sangat membosankan. Bayangkan 6 bulan! Mungkin karena terlalu banyak orang yang harus diundang... Dan terlebih dari pada itu, sesungguhnya Ester menjadi bagian terpenting dari rencana besar Tuhan menyelamatkan umatNya dari kepunahan.  Ada hal yang menarik di sini. Bagaimana kalau ternyata Ester tidak mau dipakai Tuhan? Ya, percaya tidak percaya, Tuhan dapat memakai wanita-wanita yang lain. Mordekhai, Ayah angkat Ester berkata kepada Ester sewaktu ia setengah menolak rencana Tuhan. "Kalau kamu nggak mau, percayalah pertolongan atas  bangsa ini akan datang dari pihak lain." (Ester4:14)&lt;br /&gt;Atau dengan kata lain, Kalau kamu nggak mau, itu keputusanmu. Tuhan bisa pakai orang lain, wanita lain. Tapi apa benar kamu mau "nggak ikutan" dalam rencana Tuhan yang hebat ini, hanya karena kamu takut? Jadi, ikut atau nggak ikut rencana Tuhan itu keputusan kita sepenuhnya. Manusia diciptakan dengan kehendak bebas. Dan Tuhan tidak bilang kamu akan dihukum setelah itu. Tapi yang aku tahu, kalau Tuhan ijinkan, aku mau terlibat dalam rencana besarNya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, itu sebagian kecil dari yang aku temukan di dalam buku ini, dan untuk menemukan sebagian besar dan seluruhnya, kalian harus membaca sendiri setiap halaman dan menikmati pengertian-pengertian baru yang Tuhan bukakan untuk kita lewat Charles Swindoll.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Publisher Reviews:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Everyone loves a transforming story. Rags to riches. Plain to beautiful. Weak to strong. Esther’s story is that, and much more. It is a thought-provoking study of God’s invisible hand, writing silently across the pages of human history. Perhaps most of all, it is an account of a godly woman with the courage, wisdom, and strength to block an evil plot, overthrow an arrogant killer, and replace with joy in thousands of Jewish homes. Through Esther’s courageous struggle to help her people, Swindoll explains the power of divine providence in volume 2 of the best-selling &amp;amp;"Great Lives&amp;amp;" series.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-7512835436407212376?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/7512835436407212376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=7512835436407212376' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/7512835436407212376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/7512835436407212376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2007/11/esther-women-of-strength-and-dignity-by.html' title='ESTHER. Women of Strength and Dignity:           by Charles Swindoll'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/Rzvhm4FnoyI/AAAAAAAAABQ/y4eBHXHJjQQ/s72-c/13839_1_ftc_dp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-1049296668502814980</id><published>2007-11-14T20:54:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T23:07:12.297-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kissed The Girls and Made Them Cry'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gadis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lisa Bevere'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Kissed The Girls and Made Them Cry: by Lisa Bevere</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/RzvUfIFnoxI/AAAAAAAAABI/Ip6dUPgmEZY/s1600-h/Kissed+the+Girls+and+Made+Them+Cry.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/RzvUfIFnoxI/AAAAAAAAABI/Ip6dUPgmEZY/s320/Kissed+the+Girls+and+Made+Them+Cry.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132929831530898194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="padding-left: 4px;"&gt;I&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ni adalah sebuah buku yang baru kubaca beberapa hari ini. Aku baru membaca bab I tapi aku sudah diberkati dengan luar biasa oleh perenungan Lisa Bevere tentang perempuan, dan sejauh apa perempuan boleh pergi... dalam hubungannya dengan seks, dan kekudusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum aku mengetahui tentang Lisa Bevere, aku sama sekali tidak mengenal dia.&lt;br /&gt;Lalu suatu pagi... dan aku maksud, sangat pagi. Aku terbangun. Percayalah, seumur hidup tidak semudah itu aku bangun jam setengah empat pagi... Pernah sih, karena ada maling AC. itu pun setengah enam. I mean, bener-bener nggak pernah bangun subuh seperti itu. Karena aku terjaga dan tak bisa tidur lagi. Lalu aku melihat ke arah televisi. Televisi adalah satu-satunya alat elektronik yang harus menyala pada saat aku tidur, karena aku tidak suka suasana yang sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disney channel... channel favoritku... Channel yang aman dan tak perlu pikiran untuk memahami kelucuan tokoh-tokoh yang berperan. Tapi entah mengapa, sepertinya Tuhan menyuruhku untuk angkat remote TV dan pencet 9, Star World. Sesungguhnya aku jarang menonton Star World. Tapi itulah Tuhan kita, saat Ia mau berbicara tentang sesuatu, Ia akan menggunakan apa saja.  Kapan saja. Dan di situlah, sebuah pertanyaan yang telah kuajukan ke Tuhan tentang kekudusan, dijawab melalui Lisa Bevere, dan Kelly Copeland.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur aku sebelum ini, menganggap kekudusan penting, tapi sejauh apa yang kita sebut penting, aku tidak dapat menarik garis yang jelas. Aku banyak terganggu oleh betapa dunia ini mengidolakan seks, dan mencibir kekudusan. Pendapat dunia, membuat pendapatku sendiri tentang kekudusan menjadi goyah. Seorang sahabatku dan juga seorang penginjil, mengatakan kepadaku tentang pentingnya pengertian. Kalau kamu tidak mengerti maka apapun yang sedang kamu pegang sekarang, akan dengan mudah diruntuhkan orang. Dan diputarbalikkan setan. Kalau kamu tidak mengerti kebenaran itu bagaimana kamu mau membela kebenaran itu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan stand for what is right?&lt;/span&gt; Ia benar. Aku tidak mengerti, karena itu pemahamanku tentang kekudusan pun lebih sering goyah daripada berdiri tegap seperti seharusnya. Aku tidak melakukan hubungan seks sebelum nikah, tapi ketika aku ditanya akankah aku melakukannya kalau aku benar-benar mencintai orang yang memintaku melakukannya, aku tak bisa menjawab tidak. Padahal ini bahkan belum terjadi. See, betapa rentannya kita kalau kita tidak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, subuh itu, Tuhan memberiku lebih dari pengertian. Ia memberiku kesadaran. Kesadaran akan kekudusan yang ia percayakan kepadaku. Kekudusan yang Ia percayakan pada pria berbeda dengan kekudusan yang Ia percayakan kepada kita. Kekudusan kita adalah kekudusan yang diturunkan. Kekudusan yang menular, merembet, dan mempengaruhi generasi selanjutnya. Simple thoughts, kalau pria tidak menjaga kekudusan, apa yang ia dapatkan? Kalau wanita tidak menjaga kekudusan, apa yang ia dapatkan? Malu, ketergantungan pada pria yang meminta kekudusannya, sakit hati, dan yang paling drastis, kehamilan sebelum waktunya. Dan anak yang dilahirkan, menderita bukan karena ia tidak kudus. Ia tetap kudus, tapi ia menderita karena ketidakkudusan orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, subuh itu, subuh yang sangat bersejarah bagiku. Dan sejak saat itu aku mengerti, bahwa kekudusan itu penting bukan hanya untukku, tapi untuk keturunanku, dan terlebih, untuk Tuhan. Ya, kekudusan adalah milik Tuhan. Jadi jangan memberikannya tanpa seijin Tuhan. Subuh itu pula, buku ini diperkenalkan kepadaku, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kissed the Girls and Made Them Cry.&lt;/span&gt; Seakan-akan Tuhan menyuruhku mencari buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, aku mencari tahu tentang Lisa Bevere. Ternyata ia adalah seorang penulis Best Seller, juga seorang penginjil, dan pelayanannya sebagian besar adalah tentang wanita. Aku mencari buku itu, tidak mudah mencarinya memang jika tidak tahu tempatnya. Setelah 2-3 minggu baru aku mendapatkannya dari seorang teman, dan kini buku itu selalu berada di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;backpack&lt;/span&gt;-ku. Sangat memberkati dan menguatkan pengertian yang kudapatkan pagi itu. Dan berita gembiranya buku ini sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Kalian dapat memperolehnya di toko-toko buku Kristen yang lengkap seperti Metanoia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini akan membuat kalian mengerti, sejauh mana kalian harus pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini review mereka-mereka yang juga sudah membaca buku ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="padding-left: 4px; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Reviewed by Rachel&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; (Australia), December  26, 2006&lt;/span&gt; &lt;p style="clear: left; padding-top: 0px; margin-top: 0px; font-family: arial;"&gt;I read this book when I was 18 and it settled so many questions for me - I really loved her take on different issues I had been sick of hearing the heavy lines and rules that I had heard and read in the past to see it all put into the perspective of relationship was wonderful. A must read for young christian teen girls&lt;/p&gt;&lt;b style="padding-left: 4px; font-family: arial;"&gt;Reviewed by Curtis Wilmoth&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; (Fairmont WV), January   07, 2003&lt;/span&gt; &lt;p style="clear: left; padding-top: 0px; margin-top: 0px; font-family: arial;"&gt;I feel that Lisa is very much in touch with the losses a woman will suffer if they choose to live a life of promiscuity. As our church's teen minister I was anxious to get a woman’s perspective on how to talk with our teen girls. The answer is simple. Let Lisa through her book. I recommend this book to anyone who is wondering how to address such sensitive issues as a woman’s virtue.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-1049296668502814980?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/1049296668502814980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=1049296668502814980' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/1049296668502814980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/1049296668502814980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2007/11/kissed-girls-and-made-them-cry-by-lisa.html' title='Kissed The Girls and Made Them Cry: by Lisa Bevere'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/RzvUfIFnoxI/AAAAAAAAABI/Ip6dUPgmEZY/s72-c/Kissed+the+Girls+and+Made+Them+Cry.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-8381686069438355085</id><published>2007-11-14T20:37:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T23:35:24.427-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vacancy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lowongan kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kantor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kristen'/><title type='text'>Any Vacancy?</title><content type='html'>Ini serangkaian wanita hebat yang aku kenal, yang sedang meniti jalannya menuju impian. Kalau ada di antara kalian yang punya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kesempatan&lt;/span&gt; buat mereka (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;please be specific&lt;/span&gt;, jangan bilang, di koran kemarin aku liat... Karena kalau ada di koran kita juga bakalan udah liat... hehehe), atau kalian tahu orang-orang yang tepat yang membutuhkan wanita-wanita yang tepat, leave your comments, I'll reach you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri, 23th&lt;br /&gt;Seorang akuntan. Pendidikan S1 akuntansi Universitas Petra Surabaya Class 2002. Pengalaman 1th di perusahaan travel. Lokasi: Jakarta&lt;br /&gt;Mencari pekerjaan impian: Yang berhubungan dengan akuntansi atau berhubungan dengan anak-anak. Karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;she loves children.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ella, 27th&lt;br /&gt;Pendidikan S1 Psikologi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Speaking and writing English fluently&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Good teamwork&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;A very talented young woman. Smart and passionate.&lt;/span&gt; Pengalaman bekerja 3 th. Lokasi: Jakarta&lt;br /&gt;Mencari pekerjaan impian: Bekerja di foundation atau social organization. Contoh: PBB, Unicef, WWF, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Febs, 26 th,&lt;br /&gt;Akuntan, Pendidikan S1 akuntansi. Saat ini bekerja di akuntan publik. Pengalaman 2-3th. Lokasi: Jakarta&lt;br /&gt;Mencari pekerjaan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ada beberapa lainnya mencari pekerjaan yang berhubungan dengan desain grafis, kalau ada di antara kalian yang sedang mencari seorang desainer, please leave comment…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Appreciate it. Thx.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-8381686069438355085?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/8381686069438355085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=8381686069438355085' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/8381686069438355085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/8381686069438355085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2007/11/any-vacancy.html' title='Any Vacancy?'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-7392643519381353886</id><published>2007-11-14T20:25:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T23:42:17.296-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komsel Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Komsel Online</title><content type='html'>Temans, konsep blog ini adalah komsel online, jadi apapun yang kalian alami, we're here to help you. Sebenernya di sini bukan hanya akan ada aku, tapi juga teman-temanku, senior-seniorku. Mereka adalah orang-orang yang "tepat" yang aku ceritakan dulu. Mereka telah membuatku kembali kepada impianku. Sebenarnya, mereka  menuntunku kepada Tuhan. Dan Tuhan menuntunku pada impianku yang hilang. Mereka juga akan membantu kamu. Mereka terdiri dari sarjana psikologi, sastra, dan komunikasi. Tapi terlebih dari itu, mereka adalah wanita-wanita Allah yang hebat, oleh penyertaan Roh Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalian bebas cerita, dengan atau tanpa nama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-7392643519381353886?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/7392643519381353886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=7392643519381353886' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/7392643519381353886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/7392643519381353886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2007/11/komsel-online.html' title='Komsel Online'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-5114598600527260961</id><published>2007-11-14T20:16:00.000-08:00</published><updated>2007-11-14T20:19:57.715-08:00</updated><title type='text'>Thoughts: Aku Salah Kalau Aku Benar</title><content type='html'>Aku bingung...&lt;br /&gt;Antara harus melakukan yang benar. Atau diam lebih benar. Lagipula benar, apa definisi benar? Apa yang benar dan benar menurut siapa? Aku tidak dapat memahami semuanya, tapi akhirnya, tetap aku yang salah. Apakah aku tak boleh berdiri atas kebenaranku? Lalu ketika aku benar-benar mengejar kebenaranku, mengapa semua orang mencibir dan mengatakan aku salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mencoba berdiri atas apa yang aku anggap benar. Karena orang lain juga melakukannya. Tapi mengapa, mengapa, setiap aku yang melakukannya, semua orang bilang aku salah? Mengapa mereka tak pernah salah? Mengapa mereka melimpahkan kesalahan ke mukaku lalu meludahinya? Apakah aku seburuk itu? Haruskah aku diam, ketika sesuatu yang kuanggap benar ditindas di depan mataku? Haruskah aku menyerah, dan tak berkata apa-apa saat aku semestinya bisa? Kalau kita semua boleh membela kebenaran, bukankah aku boleh membela kebenaran yang berdasar yang menjadi alasan segala tindakanku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mereka selalu begitu. Mereka hanya peduli pada kebenaran mereka sendiri. Sama. Aku juga hanya akan peduli pada kebenaranku sendiri. Benar, aku nggak akan memaksakan kebenaranku kepada mereka. Tapi aku pun takkan membiarkan diriku ditindas oleh kebenaran mereka. Aku punya harga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, aku sudah kehilangan kepercayaan pada kebenaran mereka. Bagiku, semua lebih nampak seperti kebohongan. Aku tak dapat mempercayai mereka seperti aku mempercayai mereka dulu. Mereka bersekutu di belakangku. Mereka menganggap aku dan kebenaranku hanya angin lalu. Mereka berkata "Benar, ini benar, benar-benar", tapi telingaku tak ingin mendengar. Bagiku, hanya kebenaranku yang paling penting sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memaafkan. Tapi kepercayaanku hilang. Mereka memaafkan. Tapi kepercayaan mereka hilang. Dan tanpa kepercayaan, tak pernah ada persahabatan. Aku kecewa, dan aku menyesal. Karena pasti, ada persahabatan yang hilang, tapi sekali lagi, apakah aku tak boleh berdiri atas kebenaranku sendiri? Bagaimana kalau kebenaranku sendiri itulah kebenaran yang sebenarnya? Dan bagaimana kalau kebenaran itu tak kubela lalu kebenaran itu lenyap? Bukankah aku akan lebih menyesal lagi nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesalah-salahnya aku membela kebenaranku, aku telah melakukan apa yang benar. Karena kalau aku tak melakukannya, orang lain tak kan melakukannya untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, aku benar. "Salah!" kata orang lain kepadaku. Tapi aku tahu aku benar. Aku harus yakin bahwa aku benar. Kalau aku sendiri tak yakin, bagaimana orang lain akan percaya kalau aku benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi aku benar. Dan itu cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya Tuhan membela kebenaranku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-5114598600527260961?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/5114598600527260961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=5114598600527260961' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/5114598600527260961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/5114598600527260961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2007/11/thoughts-aku-salah-kalau-aku-benar.html' title='Thoughts: Aku Salah Kalau Aku Benar'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-5797897696482895630</id><published>2007-11-14T19:56:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T23:56:55.671-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peran wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karir wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rencana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teriak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masalah'/><title type='text'>Welcome To Women of Heaven</title><content type='html'>Hey, apa kabar? Namaku Audrey. Dan coba tebak, aku seorang wanita! Well, aku bukan tipe wanita yang feminine, tapi aku memang seorang wanita. Tulen dari Allah. Aku benar-benar bangga mendapat kesempatan untuk menjadi spesies unik ini. Aku percaya kalian juga. Tapi ada masalah. Ya, ada masalah dengan kita, kaum wanita. Ada apa sebenarnya? O’o, jangan-jangan kalian belum tahu? Well, begini masalahnya. Hari-hari ini aku bertemu dengan banyak wanita, ya mereka seumuran aku, muda, beberapa di antara mereka cantik, beberapa sangat berbakat, yang lain, penuh potensi luar biasa. Tapi entah mengapa, ada sesuatu yang salah. Biar kujelaskan. Mereka terdiri dari dua golongan. Golongan pertama, wanita-wanita Allah, ya mereka yang sudah mengenal Allah. Hidup tidak bisa dibilang mudah buat mereka. Malah penuh tantangan. Yah, sederhana saja, ketika kita berasal dari Allah, dunia tidak akan dengan mudah menerima kita. Kenyataannya, dunia lebih sering menolak daripada menerima kita. Nah, tantangan itu terkadang sangat berat, mungkin terasa terlalu berat, sampai mereka kehilangan tujuan dan impiannya. Kehilangan rencana Tuhan. Dan itu buruk. Buruk sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okay, golongan kedua, well, tentu saja, wanita-wanita hebat yang belum mengenal Tuhan. Jangan salah, golongan ini kebanyakan berhasil dan berada di tempat yang tinggi. Kehidupan terasa mulus, tapi yah, mereka-mereka ini bukan hanya kehilangan rencana Tuhan, mereka sudah kehilangan dirinya sendiri. Dan sepertinya juga sudah kehilangan makna hidup. (Aku akan menjabarkan lebih banyak nanti tentang golongan ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua golongan terpeleset. Keduanya terhilang. Beberapa wanita dari golongan pertama datang kepadaku dan menceritakan betapa mereka sangat tertekan dan kehilangan tujuan. Kehidupan tidak seperti yang mereka harapkan. Pada kenyataannya, mereka terjebak dalam kehidupan yang menyiksa, meremehkan keberadaan wanita, membatasi peranan wanita, atau mungkin kehidupan yang penuh pengkhianatan dari seorang pria. Beberapa dari mereka sudah melupakan impiannya, segelintir masih dapat bermimpi, tapi tak dapat menemukan jalan menuju impian itu. Sebagian besar dari mereka, bekerja, tapi bekerja pada lingkup pekerjaan yang salah. Bertemu dengan orang-orang yang salah, terintimidasi oleh pemimpin-pemimpin yang salah. Sehingga impian mereka untuk menjadi orang-orang yang besar, pupus begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin menolong mereka-mereka yang berada di golongan ini, aku tidak ingin mereka kehilangan impian dan rencana Tuhan, karena kerasnya kehidupan. Aku pernah mengalami kehidupan yang tidak mudah, dan kalau aku bisa sampai pada track yang benar sekarang (setidaknya kupikir begitu), semata-mata karena anugerah Tuhan dan karena aku bertemu dengan orang-orang yang tepat. Yang tidak mematikan impianku, tapi memberikan kekuatan dan pedoman, untuk aku melawan segala intimidasi akan ketidakberdayaan dan terus mengejar impian. Kini aku separuh jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sooner or later, aku percaya, kalian akan bertemu dengan orang-orang yang tepat. Karena Tuhan itu baik. Tapi I can’t help it. Aku ingin menjadi salah satu dari orang-orang yang tepat itu. Dan seijin Tuhan aku ingin mempercepat proses kalian dengan memberi tahu, berdasarkan hikmat dan pengalamanku dan wanita-wanita sebelum aku, serta teman-teman sepelayananku, apa yang harus kalian lakukan sekarang, kalau kalian sedang berada di tahap paling berat dalam hidup kalian saat ini.&lt;br /&gt;Tapi bukan berarti kalian yang berada di golongan kedua tidak menjadi kegundahanku. Kalian adalah kegundahanku yang terbesar. Aku ingin kalian mengenal Allah. Aku ingin, kalian menemukan diri kalian sendiri sebagai wanita yang penuh kemuliaan. Bukan wanita yang menjadi objek kekaguman seksual belaka. Kalian bukan alat pemuas kebutuhan seks pria. Meskipun nantinya, kita akan memuaskan kebutuhan seorang pria, suami kita. Tapi dalam perjalanan ke sana, kita hanya perlu benar-benar mengerti bagaimana mengendalikan sensualitas kita dengan sepenuh hati menjaga kekudusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya blog ini dibuat untuk wanita-wanita yang merasa pendapat Allah itu penting. Kalau kalian ingin menggapai impian, dan benar-benar menjadi wanita yang sesuai dengan konsep semula ketika Allah menciptakan kita, wanita dengan kekuatan yang mulia, penuh kemuliaan, dan kebesaran, dan kehormatan, ini saatnya untuk memutuskan. Sekarang maju, atau selamanya tertinggal. Dan sejauh jangkauan blog ini, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu mengembalikan kita para wanita pada impian dan konsep brilian Tuhan tentang seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di blog ini, kalian dapat menceritakan masalah kalian, apapun itu, kalau perlu jangan ungkapkan identitas kalian, tapi kalau kemuliaan Allah sedang terjadi dalam kehidupanmu, saksikan. Fokus utamaku saat ini adalah karir, tapi, kita dapat berbicara tentang apa saja. Toh, kita para wanita butuh bicara. Sayang, terkadang nggak ada yang mau dengar kita. Di sini kita boleh berteriak sekeras-kerasnya tentang isi hati yang terdalam sekaligus berharap ada yang mendengar kita. Aku berencana, akan membantu kalian yang terjebak dalam pekerjaan yang salah untuk mendapatkan pekerjaan yang benar. Mungkin dengan memberikan dukungan kekuatan, mungkin juga dalam bentuk lowongan. Yah, kita lihat saja. Semoga, banyak dari kalian yang akan dapat menemukan pekerjaan impian kalian lewat blog ini. Jadi katakan saja, apa karir impian kalian, dan siapa tahu, aku dapat menemukan perusahaan yang cocok. Nah wanita-wanita hebat, kini saatnya menyusun kekuatan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-5797897696482895630?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/5797897696482895630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=5797897696482895630' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/5797897696482895630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/5797897696482895630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2007/11/welcome-to-women-of-heaven.html' title='Welcome To Women of Heaven'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1511474785532821944.post-267377731940292469</id><published>2007-11-14T04:49:00.000-08:00</published><updated>2007-11-14T20:05:10.916-08:00</updated><title type='text'>Mengapa harus ada ruang untuk kita?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Wanita butuh bicara. Tapi wanita seringkali tak boleh bicara. Wanita ingin menggapai impian. Tapi wanita tak boleh bermimpi. Kenyataannya, wanita, ciptaan Tuhan yang istimewa, telah terjebak dalam kubangan realita yang tidak lagi meletakkan wanita di mana semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan hidupku, aku menemui banyak wanita hebat yang lebih banyak tenggelam di balik ketidakpercayaan diri, penyesalan, sakit hati, dan rendah diri. Potensial, berbakat, tapi kehilangan impian. Mereka tidak lagi berpikir untuk melakukan sesuatu yang besar. Mereka kehilangan tujuan, apa yang sebenarnya ingin mereka lakukan dalam kehidupan. Padahal seandainya mau, mereka bisa. Menjadi apapun yang mereka impikan. Ternyata semua karena situasi hidup dan penilaian dunia yang telah memisahkan mereka dari impian. Pendek kata, wanita kehilangan visi. Wanita kehilangan kesadaran akan eksistensinya yang mulia. Yang tersisa adalah keputusasaan akan cinta seorang pria. Aku nggak bilang itu salah. Kita memang diciptakan untuk pria. Tapi untuk pria-pria yang hebat. Pria-pria yang tahu menempatkan wanita di ruang teristimewa dalam hatinya. Bukan pria-pria pecundang yang hanya mencari wanita untuk dijadikan sarana pemuas kebutuhan. Wanita, wanita, wanita, lihatlah, dengarlah, betapa kalian lebih dari sekedar fungsi. Karena kalian bukan alat. Kita adalah manusia, yang dicipta sama  dan bahkan dihias Tuhan dalam kemuliaan. Wanita dapat menjadi seseorang, tapi entah mengapa wanita memilih untuk menjadi sesuatu. (Pasti, aku akan bicara banyak tentang ini nanti.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah bertanya pada seorang teman. Dia seorang wanita yang hebat. Berbakat. Lalu aku bertanya tentang hal yang sederhana. "Apa impianmu?" Dan wanita itu terdiam, tak keluar sepatah kata berbentuk jawaban yang bisa membuat aku menjadi tenang. "Aku lupa..." hanya itu yang keluar dari balik bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa impian, kita tak dapat berharap, karena nggak akan ada dasar untuk berharap, tanpa harapan, nggak akan ada semangat, dan tanpa semangat kita hanya akan menjalani hidup yang panjang dan membosankan. Bisa-bisa malah menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog ini diciptakan untuk wanita-wanita yang ingin bermimpi lagi, yang ingin bisa bicara sebebas-bebasnya tentang kehidupan. Yang ingin melakukan sesuatu yang besar, tapi tidak tahu caranya. Atau... lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mau kalian menemukan kembali impian, seperti Tuhan telah menuntunku pada impianku. Cuma itu yang aku mau. Dan percayalah, aku bukan seorang feminist yang membenci eksistensi pria. Aku mengidolakan pria-pria hebat. Tapi aku juga akan lebih bahagia, kalau wanita pun dibangkitkan menjadi wanita-wanita yang hebat. Kalian setuju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk siapapun yang ingin bergabung, atau sekedar membantu dengan tulisan, hubungi aku di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okay, kalian siap jadi wanita-wanita yang hebat? Sekarang saatnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1511474785532821944-267377731940292469?l=womenofheaven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://womenofheaven.blogspot.com/feeds/267377731940292469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1511474785532821944&amp;postID=267377731940292469' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/267377731940292469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1511474785532821944/posts/default/267377731940292469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://womenofheaven.blogspot.com/2007/11/mengapa-harus-ada-ruang-untuk-kita.html' title='Mengapa harus ada ruang untuk kita?'/><author><name>Sarah Audrey Christie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309106480908606579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_AHlHwIoLEw8/SKwUOqnvJtI/AAAAAAAAADg/KwRlShYhwuI/S220/Photo+17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
