Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

NOT A GIRL, NOT YET A WOMAN.

Posted by Sarah Audrey Christie , Selasa, Desember 18, 2012 23.43


Frase itu terdengar nyaring di telinga saat usia saya mulai beranjak ke angka dua puluhan. Dan saya yakin, kamu juga pernah mendengarnya. Frase ini diucapkan untuk menggambarkan posisi kita pada tangga kehidupan. Ya, syukurlah, kita sudah berhasil meninggalkan masa remaja yang cukup menguras energi, tetapi sayangnya, kita juga tak bisa dibilang sudah benar-benar dewasa. Dan, berada di 'tengah-tengah' seperti ini selalu menjadi hal yang menyebalkan, bukan. Meskipun, terkadang juga sebuah 'keuntungan' tersendiri.

Saat sebuah masalah terjadi misalnya, kita tak harus menghadapi semuanya sendirian. Setidaknya papa dan mama akan selalu bersama-sama dengan kita, every step of the way. Dan meskipun masalah itu terjadi sebagian karena kesalahan kita, mereka akan berusaha memaklumi. Ya, kita mendapatkan banyak sekali kata 'maklum' pada masa-masa ini. 'Maklum' melindungi kita dari kewajiban untuk bertanggung jawab secara penuh terhadap masalah-masalah yang kita hadapi. Intinya, pada usia-usiamu, kesalahan-kesalahan akan dimengerti, kegagalan dianggap manusiawi .  Menurut saya, itu hal yang cukup menenangkan hati. Walau bukan berarti kita lalu berlomba-lomba untuk melakukan kesalahan. Karena akan tiba masanya, di mana kita harus bertindak untuk diri kita sendiri. We have to speak for our own. Oleh sebab itu, kalau hari ini kita tak harus menanggung sendirian semua masalah yang seharusnya kita hadapi, don't get too excited, itu hanya berarti kita harus lebih siap menghadapinya nanti.

Namun, sisi yang paling tidak menyenangkan dari berada di 'tengah-tengah', ketika kita mulai ingin disebut wanita –daripada gadis– adalah terlalu banyaknya pertanyaan yang muncul di dalam otak kita. Terutama pertanyaan soal jalan yang akan kita tempuh, arah yang kita ambil, dan akan menjadi wanita seperti apakah kita nanti. Semua pertanyaan soal masa depan itu biasanya muncul bersamaan, dan semuanya seolah-olah menuntut jawaban dengan segera. Lagipula ini bukan pertanyaan-pertanyaan kanak-kanak soal cita-cita, yang jawabannya semudah: menjadi dokter, atau dosen, atau presiden. Ini adalah pertanyaan tentang hidup. Dan hidup seperti apa yang ingin kita miliki. Itu sebabnya, lebih sering daripada jarang, kamu jadi bingung dan frustasi dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Para psikolog sering menyebut fase peralihan ini sebagai 'masa pencarian identitas diri'. Saya lebih senang menyebutnya 'sebuah petualangan hidup yang mendebarkan!'

Tetapi tentu saja dalam setiap petualangan, kamu butuh peta dan kompas agar kamu tak tersesat atau salah memilih jalan. Supaya perjalananmu tetap aman sampai ke tujuan, tidak menjadi sebuah usaha penyelamatan diri dari tebing yang curam. Nah, anggap saja, beberapa langkah berikut ini, adalah peta dan kompasmu menuju masa depan. Beberapa langkah sederhana yang dapat membantumu melalui fase penuh pertanyaan ini dengan selamat.

1. Tidak Usah Berusaha Menjawab Semuanya Sekarang.

Tidak semua pertanyaan harus dijawab saat ini juga. Malah kebanyakan, pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam kehidupan, baru terjawab beberapa tahun kemudian, atau malah berpuluh-puluh tahun setelah kamu menanyakannya kepada Yang Kuasa. Yang terpenting saat ini, justru bukan menjawab semua pertanyaan, tetapi mengumpulkannya. Nanti, dalam perjalanan hidupmu, kamu pasti akan menemukan jawaban demi jawaban. Ingat waktu kita kecil, ada permainan mencocokkan gambar yang sangat mengasyikkan. Kita menarik garis dari kolom A ke kolom B, untuk mencocokkan gambar di kolom A dengan gambar di kolom B. Sendok dan garpu, amplop dan perangko, piring dan gelas. Seperti itulah kehidupan. Seiring dengan waktu, kamu akan menarik garis-garis, dan kamu akan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaanmu, yang tidak selalu datang dalam urutan yang sama. Kadang pertanyaan yang baru saja muncul dalam benakmu terjawab lebih cepat daripada pertanyaan yang sudah lusuh dalam tumpukan pertanyaan lain di dalam hatimu. Tapi pada akhirnya, kita pasti akan menemukan jawaban-jawaban yang 'cocok'.

Nah, sekarang, yang lebih penting adalah bagaimana kamu benar-benar menjalani kehidupanmu saat ini dengan maksimal. Lakukanlah yang terbaik dalam apapun yang sudah dipercayakan kepadamu, apakah itu kuliah, keluarga, karir, atau cinta. Itulah jawaban yang boleh kamu ketahui untuk saat ini. Kamu punya keluarga yang menyayangimu, karir yang kamu sukai, dan cinta atau persahabatan orang-orang di sekitarmu. Pergunakanlah itu menjadi kekuatan untuk kamu melangkah ke depan. Dan menemukan jawaban-jawaban lainnya.

2. Cari Lebih Dalam.

Meski kamu tak harus menjawab semua pertanyaan sekarang, tidak berarti lalu kamu puas dengan kehidupan, dan memilih diam di depan televisi sambil makan pop corn. Sama sekali tidak. Terobosan-terobosan dalam hidup tak akan datang kepada penonton, non. Kesempatan-kesempatan emas hanya akan mendekat ke mereka yang berusaha meraihnya.

So, justru dalam masa-masa ini, carilah lebih dalam. Berjalanlah lebih jauh, dalam petualanganmu mencari identitas diri. Jangan puas dengan apa yang kamu lihat di depan. Dan jangan puas dengan apa yang kamu lihat di kaca, atau malah menjadi terintimidasi karenanya. Di dalam kamu, ada potensi yang begitu besar, yang masih belum tergali, yang jauh lebih bernilai dari apa yang kasat mata. Dan saat kamu menemukannya, mengembangkannya, memaksimalkannya, kamu benar-benar akan meraih kehidupan yang kamu impikan, atau malah yang belum terpikirkan olehmu. So, dig deeper, my friend!

3. Menjadi Ibu Untuk Sesuatu Yang Lebih Besar.

Ini clue-nya, kalau kamu bingung. Yang pasti, kamu tidak semata-mata ditakdirkan menjadi ibu dari anak-anakmu. Meskipun, itu adalah tugas utama seorang wanita, dan juga yang paling mulia (jadi kamu harus bangga menjadi seorang ibu ya). Siapa tak ingin berjumpa dengan seorang pangeran berkuda putih dan menikahi dia, lalu melahirkan putra-putri dan hidup bahagia selamanya. Bukankah itu adalah impian setiap wanita? Atau sekalipun kamu tak pernah mengimpikannya, sekali waktu, kamu pasti pernah memikirkannya, kan.

Namun bukan itu saja takdirmu. Kamu direncanakan untuk menjadi lebih daripada itu. Dan percaya tidak percaya, kebahagiaan yang sesungguhnya, adalah ketika kamu dapat membagi kebahagiaan itu pada orang lain. Dan jika kamu bertanya-tanya bagaimana caranya membagi kebahagiaan itu, well, jawabannya sederhana. Jadilah 'ibu' bagi banyak hal yang dibutuhkan oleh bangsa ini; Ibu bagi pelestarian budaya. Ibu bagi kehidupan berpolitik yang bersih dan kondusif. Ibu bagi perubahan. Ibu bagi pemerintahan yang adil dan benar. Ibu bagi peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Ibu bagi kesehatan ekonomi massa. Ibu bagi kesejahteraan bangsa. Ibu, bagi generasi-generasi yang akan datang.

Kamu siap? Sebuah kehidupan yang besar menunggumu! Jadi saatnya kamu menoleh ke kiri dan ke kanan, ke segala arah yang tak pernah kamu lihat sebelumnya, sambil mencari, adakah di sekitarmu sebuah kehidupan yang membutuhkan seorang 'ibu'? Dan mulailah lakukan sesuatu.

4. Berdampak, Bukan Populer.

Memang sulit untuk membedakan, apakah kamu ingin menjadi orang yang berdampak, atau orang yang populer. Ada garis tipis yang hampir tak kelihatan, di antara berdampak dan populer. Tapi mari kita menggunakan teori 'belum tentu'. Populer, belum tentu berdampak. Tetapi menjadi orang yang berdampak, tentu akan membawa popularitas yang baik dengan sendirinya.

Artinya, jangan mencari kehidupan yang populer, karena pada akhirnya kamu tak akan menemukan apa-apa di ujung perjalanan, selain popularitas yang menurun ketika waktumu senja. Tetapi carilah dan capailah kehidupan yang berdampak. Yang punya pengaruh bagi mereka yang ada di sekitarmu, dan yang membangun mereka menjadi orang yang lebih baik. Maka niscaya, kamu akan bertumbuh menjadi wanita-wanita dewasa yang dapat menjadi panutan untuk jutaan generasi yang akan datang.

Jadi tidak ada yang salah dengan demikian banyaknya pertanyaan yang melingkupimu saat ini. Kemasi pertanyaanmu dan masukkan dalam kapsul waktu. Biarkan hidup maksimalmu yang menjawabnya. Selamat berpetualang, wanita-wanita muda yang hebat!

Kelembutan Hati Seorang Wanita

Posted by Sarah Audrey Christie , Senin, Agustus 24, 2009 02.49

Saat ia ingin berkata-kata, ia diam
Saat ia ingin marah, ia bersabar dalam keheningan
Saat ia ingin menangis, ia tertawa
Saat ia direndahkan, ia mengucap syukur
Saat ia ditinggalkan, ia menunggu untuk kembali
Saat ia dihina, ia mencinta
Saat ia disakiti, ia mengampuni
Saat ia ingin pergi, ia menunggu meski tak pasti
Saat ia ingin berhenti, ia berlari
Saat ia lelah, ia tak menyerah
Saat ia ragu-ragu, ia bertahan
Saat putus asa, ia berdoa

Wanita, lebih lembut daripada cinta
Mulia dalam ketidakmuliaan
Keindahan yang terasing bagai mutiara
Siapakah yang akan menemukannya?

Kala Wanita Percaya

Posted by Sarah Audrey Christie , Rabu, Februari 13, 2008 20.53

Kala Wanita Percaya adalah judul buku yang aku tulis untuk para wanita Indonesia yang lagi berjuang untuk menggapai impian, untuk mereka yang lagi bertahan, atau bahkan yang lagi berada dalam tekanan. Buku ini merupakan rangkaian kisah nyata perjumpaan tiga orang wanita dengan Tuhan dan kuasaNya, yang telah menyelamatkan dan menuntun mereka pada perubahan dan kehidupan yang baru. Buku ini encourage kamu untuk nggak menyerah. Apapun yang terjadi. Apapun yang lagi kamu hadapi. Seperti apapun tertekannya kamu. Karena Tuhan juga nggak pernah give up on you.

Buku ini diterbitkan untuk semua wanita. Yang kaya, yang miskin, yang biasa-biasa, yang doyan browsing, yang nggak kenal internet, yang tinggal di ibu kota, yang berdiam di desa, yang berpendidikan tinggi, yang nggak terlalu tinggi, atau bahkan yang nggak makan sekolahan...., serta banyak lagi wanita dari berbagai kalangan yang ingin digapai oleh buku ini
.

Buku ini juga udah siap dibundle dengan harga yang nggak mahal, supaya semua wanita yang butuh kekuatan bisa memilikinya. Jadi tunggu terbitnya buku berjudul Kala Wanita Percaya. Diterbitkan oleh Penerbit Andi Offset. hadir Juni 2008, di toko-toko buku di seluruh Indonesia.

ESTHER. Women of Strength and Dignity: by Charles Swindoll

Posted by Sarah Audrey Christie , Rabu, November 14, 2007 22.04

Ini adalah salah satu seri Great Lives from God's Words karangan Charles Swindoll, dan satu-satunya seri yang membahas tentang seorang wanita. Tapi bahasan Charles Swindoll di sini sangat menyeluruh, sehingga meskipun aku terkenal sebagai orang yang suka membeli buku tapi jarang selesai membaca buku, aku dapat menyelesaikan buku ini! Karena buku ini sangat menarik. Sangat detil dalam membahas setiap langkah kehidupan Ester, sang tokoh utama. Dan jujur, aku belajar banyak dari sebuah buku, lebih banyak dari apa yang kudapatkan dari SD 6 tahun. atau SMP 3 tahun, atau SMU 3 tahun lagi. Yah, kalian mengerti maksudku, banyak! Charles Swindoll segera menjadi penulis idolaku karena ia mampu menegur dengan kasih tanpa mengesampingkan keadilan Allah. Charles Swindoll mengatakan dalam salah satu bukunya, "Kebenaran tanpa kasih sangat kejam, tapi kasih tanpa kebenaran juga merupakan sebuah ketidakadilan."

Buku ini menceritakan detil perjalanan hidup seorang wanita hebat bernama Ester. Berangkat dari wanita biasa menjadi seorang permaisuri raja. Ratu, atas sebuah kerajaan yang sangat besar. Lewat hikmat yang ia pelihara di dalam hatinya, ketaatan dan takut akan Tuhan, ia telah meletakkan dasar bagi wanita-wanita yang lain untuk sebuah kedudukan yang sepadan dengan pria. Keberaniannya, tekad, bahkan sikap diam yang ia lakukan, membuat sang Raja pun terkagum padanya. Raja Ahasyweros berkata "Katakan apapun yang kamu mau, bahkan setengah kerajaan akan kuberikan kepadamu" Dan kalau menurut kalian setengah kerajaan itu kecil, kalian harus membaca ulang kitab Ester, karena pada saat itu, Raja Ahasyweros menguasai hampir seluruh dunia. Hingga pesta perayaan yang diadakannya berlangsung 6 bulan lamanya. 6 bulan! Pesta kawin selama 3 jam sudah jadi sangat membosankan. Bayangkan 6 bulan! Mungkin karena terlalu banyak orang yang harus diundang... Dan terlebih dari pada itu, sesungguhnya Ester menjadi bagian terpenting dari rencana besar Tuhan menyelamatkan umatNya dari kepunahan. Ada hal yang menarik di sini. Bagaimana kalau ternyata Ester tidak mau dipakai Tuhan? Ya, percaya tidak percaya, Tuhan dapat memakai wanita-wanita yang lain. Mordekhai, Ayah angkat Ester berkata kepada Ester sewaktu ia setengah menolak rencana Tuhan. "Kalau kamu nggak mau, percayalah pertolongan atas bangsa ini akan datang dari pihak lain." (Ester4:14)
Atau dengan kata lain, Kalau kamu nggak mau, itu keputusanmu. Tuhan bisa pakai orang lain, wanita lain. Tapi apa benar kamu mau "nggak ikutan" dalam rencana Tuhan yang hebat ini, hanya karena kamu takut? Jadi, ikut atau nggak ikut rencana Tuhan itu keputusan kita sepenuhnya. Manusia diciptakan dengan kehendak bebas. Dan Tuhan tidak bilang kamu akan dihukum setelah itu. Tapi yang aku tahu, kalau Tuhan ijinkan, aku mau terlibat dalam rencana besarNya...

So, itu sebagian kecil dari yang aku temukan di dalam buku ini, dan untuk menemukan sebagian besar dan seluruhnya, kalian harus membaca sendiri setiap halaman dan menikmati pengertian-pengertian baru yang Tuhan bukakan untuk kita lewat Charles Swindoll.

Publisher Reviews:
Everyone loves a transforming story. Rags to riches. Plain to beautiful. Weak to strong. Esther’s story is that, and much more. It is a thought-provoking study of God’s invisible hand, writing silently across the pages of human history. Perhaps most of all, it is an account of a godly woman with the courage, wisdom, and strength to block an evil plot, overthrow an arrogant killer, and replace with joy in thousands of Jewish homes. Through Esther’s courageous struggle to help her people, Swindoll explains the power of divine providence in volume 2 of the best-selling &"Great Lives&" series.

Kissed The Girls and Made Them Cry: by Lisa Bevere

Posted by Sarah Audrey Christie 20.54


Ini adalah sebuah buku yang baru kubaca beberapa hari ini. Aku baru membaca bab I tapi aku sudah diberkati dengan luar biasa oleh perenungan Lisa Bevere tentang perempuan, dan sejauh apa perempuan boleh pergi... dalam hubungannya dengan seks, dan kekudusan.

Sebelum aku mengetahui tentang Lisa Bevere, aku sama sekali tidak mengenal dia.
Lalu suatu pagi... dan aku maksud, sangat pagi. Aku terbangun. Percayalah, seumur hidup tidak semudah itu aku bangun jam setengah empat pagi... Pernah sih, karena ada maling AC. itu pun setengah enam. I mean, bener-bener nggak pernah bangun subuh seperti itu. Karena aku terjaga dan tak bisa tidur lagi. Lalu aku melihat ke arah televisi. Televisi adalah satu-satunya alat elektronik yang harus menyala pada saat aku tidur, karena aku tidak suka suasana yang sepi.

Disney channel... channel favoritku... Channel yang aman dan tak perlu pikiran untuk memahami kelucuan tokoh-tokoh yang berperan. Tapi entah mengapa, sepertinya Tuhan menyuruhku untuk angkat remote TV dan pencet 9, Star World. Sesungguhnya aku jarang menonton Star World. Tapi itulah Tuhan kita, saat Ia mau berbicara tentang sesuatu, Ia akan menggunakan apa saja. Kapan saja. Dan di situlah, sebuah pertanyaan yang telah kuajukan ke Tuhan tentang kekudusan, dijawab melalui Lisa Bevere, dan Kelly Copeland.

Jujur aku sebelum ini, menganggap kekudusan penting, tapi sejauh apa yang kita sebut penting, aku tidak dapat menarik garis yang jelas. Aku banyak terganggu oleh betapa dunia ini mengidolakan seks, dan mencibir kekudusan. Pendapat dunia, membuat pendapatku sendiri tentang kekudusan menjadi goyah. Seorang sahabatku dan juga seorang penginjil, mengatakan kepadaku tentang pentingnya pengertian. Kalau kamu tidak mengerti maka apapun yang sedang kamu pegang sekarang, akan dengan mudah diruntuhkan orang. Dan diputarbalikkan setan. Kalau kamu tidak mengerti kebenaran itu bagaimana kamu mau membela kebenaran itu. Dan stand for what is right? Ia benar. Aku tidak mengerti, karena itu pemahamanku tentang kekudusan pun lebih sering goyah daripada berdiri tegap seperti seharusnya. Aku tidak melakukan hubungan seks sebelum nikah, tapi ketika aku ditanya akankah aku melakukannya kalau aku benar-benar mencintai orang yang memintaku melakukannya, aku tak bisa menjawab tidak. Padahal ini bahkan belum terjadi. See, betapa rentannya kita kalau kita tidak mengerti.

Hari itu, subuh itu, Tuhan memberiku lebih dari pengertian. Ia memberiku kesadaran. Kesadaran akan kekudusan yang ia percayakan kepadaku. Kekudusan yang Ia percayakan pada pria berbeda dengan kekudusan yang Ia percayakan kepada kita. Kekudusan kita adalah kekudusan yang diturunkan. Kekudusan yang menular, merembet, dan mempengaruhi generasi selanjutnya. Simple thoughts, kalau pria tidak menjaga kekudusan, apa yang ia dapatkan? Kalau wanita tidak menjaga kekudusan, apa yang ia dapatkan? Malu, ketergantungan pada pria yang meminta kekudusannya, sakit hati, dan yang paling drastis, kehamilan sebelum waktunya. Dan anak yang dilahirkan, menderita bukan karena ia tidak kudus. Ia tetap kudus, tapi ia menderita karena ketidakkudusan orang tuanya.

Ya, subuh itu, subuh yang sangat bersejarah bagiku. Dan sejak saat itu aku mengerti, bahwa kekudusan itu penting bukan hanya untukku, tapi untuk keturunanku, dan terlebih, untuk Tuhan. Ya, kekudusan adalah milik Tuhan. Jadi jangan memberikannya tanpa seijin Tuhan. Subuh itu pula, buku ini diperkenalkan kepadaku, Kissed the Girls and Made Them Cry. Seakan-akan Tuhan menyuruhku mencari buku itu.

Setelah itu, aku mencari tahu tentang Lisa Bevere. Ternyata ia adalah seorang penulis Best Seller, juga seorang penginjil, dan pelayanannya sebagian besar adalah tentang wanita. Aku mencari buku itu, tidak mudah mencarinya memang jika tidak tahu tempatnya. Setelah 2-3 minggu baru aku mendapatkannya dari seorang teman, dan kini buku itu selalu berada di backpack-ku. Sangat memberkati dan menguatkan pengertian yang kudapatkan pagi itu. Dan berita gembiranya buku ini sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Kalian dapat memperolehnya di toko-toko buku Kristen yang lengkap seperti Metanoia.

Buku ini akan membuat kalian mengerti, sejauh mana kalian harus pergi.

Ini review mereka-mereka yang juga sudah membaca buku ini:

Reviewed by Rachel
(Australia), December 26, 2006

I read this book when I was 18 and it settled so many questions for me - I really loved her take on different issues I had been sick of hearing the heavy lines and rules that I had heard and read in the past to see it all put into the perspective of relationship was wonderful. A must read for young christian teen girls

Reviewed by Curtis Wilmoth (Fairmont WV), January 07, 2003

I feel that Lisa is very much in touch with the losses a woman will suffer if they choose to live a life of promiscuity. As our church's teen minister I was anxious to get a woman’s perspective on how to talk with our teen girls. The answer is simple. Let Lisa through her book. I recommend this book to anyone who is wondering how to address such sensitive issues as a woman’s virtue.

Any Vacancy?

Posted by Sarah Audrey Christie 20.37

Ini serangkaian wanita hebat yang aku kenal, yang sedang meniti jalannya menuju impian. Kalau ada di antara kalian yang punya kesempatan buat mereka (please be specific, jangan bilang, di koran kemarin aku liat... Karena kalau ada di koran kita juga bakalan udah liat... hehehe), atau kalian tahu orang-orang yang tepat yang membutuhkan wanita-wanita yang tepat, leave your comments, I'll reach you.

Putri, 23th
Seorang akuntan. Pendidikan S1 akuntansi Universitas Petra Surabaya Class 2002. Pengalaman 1th di perusahaan travel. Lokasi: Jakarta
Mencari pekerjaan impian: Yang berhubungan dengan akuntansi atau berhubungan dengan anak-anak. Karena she loves children.

Ella, 27th
Pendidikan S1 Psikologi. Speaking and writing English fluently. Good teamwork. A very talented young woman. Smart and passionate. Pengalaman bekerja 3 th. Lokasi: Jakarta
Mencari pekerjaan impian: Bekerja di foundation atau social organization. Contoh: PBB, Unicef, WWF, dan lain-lain.

Febs, 26 th,
Akuntan, Pendidikan S1 akuntansi. Saat ini bekerja di akuntan publik. Pengalaman 2-3th. Lokasi: Jakarta
Mencari pekerjaan yang lebih baik.


Dan ada beberapa lainnya mencari pekerjaan yang berhubungan dengan desain grafis, kalau ada di antara kalian yang sedang mencari seorang desainer, please leave comment…

Appreciate it. Thx.

Komsel Online

Posted by Sarah Audrey Christie 20.25

Temans, konsep blog ini adalah komsel online, jadi apapun yang kalian alami, we're here to help you. Sebenernya di sini bukan hanya akan ada aku, tapi juga teman-temanku, senior-seniorku. Mereka adalah orang-orang yang "tepat" yang aku ceritakan dulu. Mereka telah membuatku kembali kepada impianku. Sebenarnya, mereka menuntunku kepada Tuhan. Dan Tuhan menuntunku pada impianku yang hilang. Mereka juga akan membantu kamu. Mereka terdiri dari sarjana psikologi, sastra, dan komunikasi. Tapi terlebih dari itu, mereka adalah wanita-wanita Allah yang hebat, oleh penyertaan Roh Kudus.

Jadi kalian bebas cerita, dengan atau tanpa nama.

Welcome To Women of Heaven

Posted by Sarah Audrey Christie 19.56

Hey, apa kabar? Namaku Audrey. Dan coba tebak, aku seorang wanita! Well, aku bukan tipe wanita yang feminine, tapi aku memang seorang wanita. Tulen dari Allah. Aku benar-benar bangga mendapat kesempatan untuk menjadi spesies unik ini. Aku percaya kalian juga. Tapi ada masalah. Ya, ada masalah dengan kita, kaum wanita. Ada apa sebenarnya? O’o, jangan-jangan kalian belum tahu? Well, begini masalahnya. Hari-hari ini aku bertemu dengan banyak wanita, ya mereka seumuran aku, muda, beberapa di antara mereka cantik, beberapa sangat berbakat, yang lain, penuh potensi luar biasa. Tapi entah mengapa, ada sesuatu yang salah. Biar kujelaskan. Mereka terdiri dari dua golongan. Golongan pertama, wanita-wanita Allah, ya mereka yang sudah mengenal Allah. Hidup tidak bisa dibilang mudah buat mereka. Malah penuh tantangan. Yah, sederhana saja, ketika kita berasal dari Allah, dunia tidak akan dengan mudah menerima kita. Kenyataannya, dunia lebih sering menolak daripada menerima kita. Nah, tantangan itu terkadang sangat berat, mungkin terasa terlalu berat, sampai mereka kehilangan tujuan dan impiannya. Kehilangan rencana Tuhan. Dan itu buruk. Buruk sekali.

Okay, golongan kedua, well, tentu saja, wanita-wanita hebat yang belum mengenal Tuhan. Jangan salah, golongan ini kebanyakan berhasil dan berada di tempat yang tinggi. Kehidupan terasa mulus, tapi yah, mereka-mereka ini bukan hanya kehilangan rencana Tuhan, mereka sudah kehilangan dirinya sendiri. Dan sepertinya juga sudah kehilangan makna hidup. (Aku akan menjabarkan lebih banyak nanti tentang golongan ini).

Kedua golongan terpeleset. Keduanya terhilang. Beberapa wanita dari golongan pertama datang kepadaku dan menceritakan betapa mereka sangat tertekan dan kehilangan tujuan. Kehidupan tidak seperti yang mereka harapkan. Pada kenyataannya, mereka terjebak dalam kehidupan yang menyiksa, meremehkan keberadaan wanita, membatasi peranan wanita, atau mungkin kehidupan yang penuh pengkhianatan dari seorang pria. Beberapa dari mereka sudah melupakan impiannya, segelintir masih dapat bermimpi, tapi tak dapat menemukan jalan menuju impian itu. Sebagian besar dari mereka, bekerja, tapi bekerja pada lingkup pekerjaan yang salah. Bertemu dengan orang-orang yang salah, terintimidasi oleh pemimpin-pemimpin yang salah. Sehingga impian mereka untuk menjadi orang-orang yang besar, pupus begitu saja.

Aku ingin menolong mereka-mereka yang berada di golongan ini, aku tidak ingin mereka kehilangan impian dan rencana Tuhan, karena kerasnya kehidupan. Aku pernah mengalami kehidupan yang tidak mudah, dan kalau aku bisa sampai pada track yang benar sekarang (setidaknya kupikir begitu), semata-mata karena anugerah Tuhan dan karena aku bertemu dengan orang-orang yang tepat. Yang tidak mematikan impianku, tapi memberikan kekuatan dan pedoman, untuk aku melawan segala intimidasi akan ketidakberdayaan dan terus mengejar impian. Kini aku separuh jalan.

Sooner or later, aku percaya, kalian akan bertemu dengan orang-orang yang tepat. Karena Tuhan itu baik. Tapi I can’t help it. Aku ingin menjadi salah satu dari orang-orang yang tepat itu. Dan seijin Tuhan aku ingin mempercepat proses kalian dengan memberi tahu, berdasarkan hikmat dan pengalamanku dan wanita-wanita sebelum aku, serta teman-teman sepelayananku, apa yang harus kalian lakukan sekarang, kalau kalian sedang berada di tahap paling berat dalam hidup kalian saat ini.
Tapi bukan berarti kalian yang berada di golongan kedua tidak menjadi kegundahanku. Kalian adalah kegundahanku yang terbesar. Aku ingin kalian mengenal Allah. Aku ingin, kalian menemukan diri kalian sendiri sebagai wanita yang penuh kemuliaan. Bukan wanita yang menjadi objek kekaguman seksual belaka. Kalian bukan alat pemuas kebutuhan seks pria. Meskipun nantinya, kita akan memuaskan kebutuhan seorang pria, suami kita. Tapi dalam perjalanan ke sana, kita hanya perlu benar-benar mengerti bagaimana mengendalikan sensualitas kita dengan sepenuh hati menjaga kekudusan.

Pada dasarnya blog ini dibuat untuk wanita-wanita yang merasa pendapat Allah itu penting. Kalau kalian ingin menggapai impian, dan benar-benar menjadi wanita yang sesuai dengan konsep semula ketika Allah menciptakan kita, wanita dengan kekuatan yang mulia, penuh kemuliaan, dan kebesaran, dan kehormatan, ini saatnya untuk memutuskan. Sekarang maju, atau selamanya tertinggal. Dan sejauh jangkauan blog ini, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu mengembalikan kita para wanita pada impian dan konsep brilian Tuhan tentang seorang wanita.

Di blog ini, kalian dapat menceritakan masalah kalian, apapun itu, kalau perlu jangan ungkapkan identitas kalian, tapi kalau kemuliaan Allah sedang terjadi dalam kehidupanmu, saksikan. Fokus utamaku saat ini adalah karir, tapi, kita dapat berbicara tentang apa saja. Toh, kita para wanita butuh bicara. Sayang, terkadang nggak ada yang mau dengar kita. Di sini kita boleh berteriak sekeras-kerasnya tentang isi hati yang terdalam sekaligus berharap ada yang mendengar kita. Aku berencana, akan membantu kalian yang terjebak dalam pekerjaan yang salah untuk mendapatkan pekerjaan yang benar. Mungkin dengan memberikan dukungan kekuatan, mungkin juga dalam bentuk lowongan. Yah, kita lihat saja. Semoga, banyak dari kalian yang akan dapat menemukan pekerjaan impian kalian lewat blog ini. Jadi katakan saja, apa karir impian kalian, dan siapa tahu, aku dapat menemukan perusahaan yang cocok. Nah wanita-wanita hebat, kini saatnya menyusun kekuatan!