Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan

Kala Wanita Percaya

Posted by Sarah Audrey Christie , Rabu, Februari 13, 2008 20.53

Kala Wanita Percaya adalah judul buku yang aku tulis untuk para wanita Indonesia yang lagi berjuang untuk menggapai impian, untuk mereka yang lagi bertahan, atau bahkan yang lagi berada dalam tekanan. Buku ini merupakan rangkaian kisah nyata perjumpaan tiga orang wanita dengan Tuhan dan kuasaNya, yang telah menyelamatkan dan menuntun mereka pada perubahan dan kehidupan yang baru. Buku ini encourage kamu untuk nggak menyerah. Apapun yang terjadi. Apapun yang lagi kamu hadapi. Seperti apapun tertekannya kamu. Karena Tuhan juga nggak pernah give up on you.

Buku ini diterbitkan untuk semua wanita. Yang kaya, yang miskin, yang biasa-biasa, yang doyan browsing, yang nggak kenal internet, yang tinggal di ibu kota, yang berdiam di desa, yang berpendidikan tinggi, yang nggak terlalu tinggi, atau bahkan yang nggak makan sekolahan...., serta banyak lagi wanita dari berbagai kalangan yang ingin digapai oleh buku ini
.

Buku ini juga udah siap dibundle dengan harga yang nggak mahal, supaya semua wanita yang butuh kekuatan bisa memilikinya. Jadi tunggu terbitnya buku berjudul Kala Wanita Percaya. Diterbitkan oleh Penerbit Andi Offset. hadir Juni 2008, di toko-toko buku di seluruh Indonesia.

Beautiful Flower

Posted by Sarah Audrey Christie , Selasa, Februari 12, 2008 20.33

This is a song for every girl who's
Ever been through something she thought she couldn't make it through
I sing these words because
I was that girl too
Wanting something better than this
But who do I turn to

Now we're moving from the darkness into the light
This is the defining moment of our lives

'Cause you're beautiful like a flower
More valuable than a diamond
You are powerful like a fire
You can heal the world with your mind

There is nothing in the world that you cannot do
When you believe in you, who are beautiful
Yeah, you, who are brilliant
Yeah, you, who are powerful
Yeah, you, who are resilient

This is a song for every girl who
Feels like she is not special
'Cause she don't look like a supermodel Coke bottle
The next time the radio tells you to shake your moneymaker
[ Beautiful Flower lyrics found on http://www.completealbumlyrics.com ]
Shake your head and tell them, tell them you're a leader

Now we're moving from the darkness into the light
This is the defining moment of our lives

'Cause you're beautiful like a flower
More valuable than a diamond
You are powerful like a fire
You can heal the world with your mind

There is nothing in the world that you cannot do
When you believe in you, who are beautiful
Yeah, you, who are brilliant
Yeah, you, who are powerful
Yeah, you, who are resilient

Yeah, you, who are beautiful
Yeah, you, who are brilliant
Yeah, you, who are powerful
Yeah, you, who are resilient

Yeah, you, this song is for you
Yeah, you, this song is for you
Yeah, you, this song is for you
Yeah, you, yeah, you
You are brilliant

*India Arie bikin lagu ini khusus buat para gadis di Afrika yang sedang berjuang keluar dari penderitaan, kemiskinan, keterpurukan, kesedihan, kejatuhan, yang mungkin, jauh lebih parah dari yang kamu bayangkan tentang Afrika. India Arie membuat lagu ini, agar gadis-gadis di Afrika tetap kuat dan nggak menyerah, meskipun kelihatannya tekanan dan tantangan datang silih berganti. Bahkan hasil penjualan lagu ini akan disumbangkan untuk mendukung perbaikan kehidupan mereka. Jadi aku juga ingin mengajak kalian turut membeli CD lagu ini yang berjudul India Arie-Beautiful Flower, demi gadis-gadis Afrika, demi wanita di seluruh dunia. Teman, aku juga nggak begitu tahu bagaimana kondisi di sana, tapi aku percaya, kondisimu mungkin masih jauh lebih baik. Jadi, kalau para gadis di Afrika nggak berhenti berjuang, nggak ada alasan buat kita untuk berhenti juga kan?

Ada Apa dengan Hot Pants?

Posted by Sarah Audrey Christie , Selasa, November 20, 2007 02.27

Pernah pakai hot pants? Yup, celana ekstra pendek, yang maksudku, sangat pendek. Bukan-bukan, nggak sependek itu, lebih pendek lagi. Lagi, lagi, lebih ke atas lagi, ya, kira-kira segitu, beberapa centimeter di bawah underwear kamu. Pernah?

Syukur kalau belum. Nggak, aku nggak melarang kamu memakai itu. Hey, kamu perempuan, aku rasa, kamu berhak menampilkan bentuk tubuh yang memang masterpiece abadi ini. Tapi, apa kamu yakin, kamu tahu pasti tempat yang tepat untuk melakukannya? Bukannya nggak percaya, tapi sudah beberapa kali ini, seorang temen kantorku, "ngantor" dengan hot pants. Yup, "ngantor" maksudnya pergi ke kantor. Kerja. Kenapa dia melakukan itu? Honestly, aku bener-bener nggak tahu. Aku mencoba berpikir positif dengan mencari alasan-alasan yang positif... seperti misalnya, celana panjangnya lagi dicuci semua, dan karena ini musim ujan, jadi belum kering semua. Atau malah, belum ada yang nyuci baju karena pembantu pulang kampung belum balik juga. Atau bla bla bla, semakin aku berusaha mencari alasan, semakin aku nggak menemukan sejumput sebab positif sampai seorang memutuskan memakai hot pants ke kantornya. Temanku bertanya, "Memangnya itu kantor nggak ada HRD-nya? Nggak ada yang negur gitu? Atau nglarang?" Nggak ada-lah, kantor Advertising, di sebuah tempat kreatif, kamu bebas melakukan apa saja.Tapi, kamu bertanggung jawab atas tindakanmu sendiri. Buat aku itu cukup profesional. Semuanya kan kembali ke kita. Semua yang kita lakukan, sepenuhnya tanggung jawab kita. Aku rasa kebebasan inilah yang membuat orang jadi hilang akal. Bebas bisa berarti beban. Beban untuk bertanggung jawab atas kebebasan kita sendiri.

www.dictionary.com mendefinisikan hot pants sebagai very brief and tight-fitting shorts for women. Ada juga yang menyebutnya sebagai short shorts, atau kalau di-Indonesiakan bisa jadi, celana yang lebih pendek dari celana pendek... Ha ha ha... Yah, memang begitu penampilannya. Tapi yang bikin kaget adalah pengertian kedua, Hot Pants diartikan sebagai bahasa slang dari strong sexual desire; sexual arousal; a state of sexual arousal; horniness. Salah satu terjemahan malah menyebutkan Hot Pants sebagai vulgar slang. Atau kemungkinan besar, pelecehan. Oh My God. Aku sendiri nggak tahu kenapa terdorong buat nyari arti kata Hot Pants. Kebiasaan penulis mungkin. Awalnya cuma ingin tahu, di mana Hot Pants dipakai kalau di luar negeri. Tapi, aku menemukan ini. jadi coba kita teliti. Siapa yang paling sering mengalami sexual arousal? Jelas, kaum pria. jadi tebak siapa yang membangkitkan gairah seksual pria, yup, kaum wanita. Jadi kesimpulannya? Hot Pants bisa jadi cuma celana ekstra pendek. Tapi Hot Pants bisa jadi juga sebuah istilah pelecehan yang datang saat, mungkin, seseorang menggunakan Hot Pants. Dan bisa jadi dengan menggunakan Hot Pants seorang wanita akan membuat seorang pria yang melihatnya mengalami sexual arousal, dan percayalah, itu kemungkinan yang sangat beralasan. Pada akhirnya, syukur kalau cuma pelecehan (harassment), kalau kekerasan (abusement)?

Kembali ke temen kantorku itu. Dia pulang pergi naik bis lho... Oke kalau nggak naik bis, semisal abis gajian, mungkin agak mewah dikit, naik taksi. Menurut kamu apa yang ada di pikiran sopir bis, kernet, sopir taksi, dan para penumpang bis itu? Aku nggak tahu pasti, karena aku juga perempuan. Tapi, ini bayangannya, seorang temen kantorku dulu mengatakan kalau sebagai laki-laki, dia bisa melihat seorang wanita berpakaian lengkap, jadi telanjang bulat, dalam imajinasinya. Man, dia katakan itu sudah beberapa tahun yang lalu, tapi aku nggak bisa lupa. Persis seperti di film-film waktu seseorang dapat melihat tembus pandang sampai ke balik pakaian seorang wanita. Satu kejadian lagi, waktu itu aku lagi jalan-jalan di sebuah plasa yang cukup lumayan di Jakarta. Bukan Plasa murahan lah pokoknya. Tapi kemudian ada beberapa orang yang memang agak buta moral, sedang melihat ke atas, ke arah eskalator naik. Mereka melihat sesuatu sambil saling mendorong, tanpa melepaskan pandangan dari sesuatu yang aku pun jadi ingin tahu. Ternyata begitu aku melihat ke arah atas, Oh My God lagi, seorang wanita sedang bersama pacarnya, dan rok yang dipakainya, percayalah, aku nggak bohong, sangat pendek! Aku dapat melihat dengan jelas apa yang di balik rok itu.Kumpulan laki-laki itu tertawa-tawa sambil terus dorong-mendorong untuk mendapatkan sudut pandang yang tepat agar dapat menemukan keseluruhan misteri di balik rok seorang wanita. Tapi hatiku menangis. Apa yang terjadi dengan moral? Itu pertanyaanku, tapi jawaban mereka bisa-bisa: Moral? Apa itu moral? Perdebatan bisa sangat panjang untuk memutuskan siapa yang salah. Wanita yang salah menginterpretasikan kebebasan dan emansipasi, atau pria yang tidak dapat mengendalikan kehewaniannya?

Sebagai seorang wanita, jujur aku tak dapat menyalahkan pria.Karena wanita dianugerahi dengan kontrol lebih baik daripada pria. Wanita juga dianugerahi dengan kemuliaan lebih tinggi daripada pria. Jadi memang, beban untuk menjaga moral itu lebih berat ke wanita daripada pria.

Lisa Bevere, penulis Best Seller yang bukunya kuulas beberapa waktu lalu mengatakan yang intinya seperti ini, "kalau kamu mau berpakaian seperti pelacur nggak masalah, kalau kamu memang mau mendapatkan pria-pria yang melacur" Katanya lagi, "Jangan berharap mendapatkan pria-pria yang tepat dengan berpakaian yang tidak tepat."

Di sinilah, wanita kurang mengerti. Seumur hidup, wanita berusaha memperlihatkan sebagian (atau seluruh?) dari misteri di balik pakaiannya, hanya untuk mendapatkan perhatian pria-pria yang tepat yang mereka idamkan. Tapi kenyataannya, sebelum itu terjadi, ia sudah disakiti oleh pria-pria yang tidak tepat.Wanita bahkan mengalami luka yang dalam hanya untuk itu.

Jadi lupakan soal teman kantorku yang suka sekali mengenakan Hot Pants (entah berapa kali dalam seminggu). Lupakan juga tentang seorang wanita yang memutuskan untuk memakai rok yang lebih pendek dari underwearnya. Dan sejenak, hanya sejenak saja, lupakan tentang pendapat pria. Sekarang, kembalilah kepada suara hati yang paling dalam, ya, suara hati yang itu, yang sering kamu bilang membatasi kamu, suara yang sering mengingatkan kamu saat kamu melakukan sesuatu yang tidak seharusnya. Orang menyebutnya nurani. Aku menyebutNya Tuhan. Dan dalam kondisi ini, coba teliti kembali apa yang ingin kamu dapatkan melalui cara berpakaianmu? Pujian, kekaguman, rasa hormat, atau pelecehan? Percaya nggak percaya, itu tipis sekali perbedaannya. Yang jelas, pria-pria yang tepat tidak datang dari cara berpakaian yang salah.

Inilah saatnya untuk kembali memikirkan alasan-alasan dari tipisnya, dan pendeknya, dan sedikitnya kain, dan tidak proporsionalnya pakaian yang kamu beli. Apakah itu bermanfaat, apakah itu baik, dan terlebih, apakah itu mendatangkan dampak yang baik buat kehidupanmu, kamu yang memutuskan.

Akhirnya, perlu juga untuk kamu mengingat kembali begitu panjangnya, dan lebarnya, dan dalamnya kasih Tuhan untuk menyayangi kamu. Jangan sampai, Ia menyayangkan cara berpakaianmu.

Kissed The Girls and Made Them Cry: by Lisa Bevere

Posted by Sarah Audrey Christie , Rabu, November 14, 2007 20.54


Ini adalah sebuah buku yang baru kubaca beberapa hari ini. Aku baru membaca bab I tapi aku sudah diberkati dengan luar biasa oleh perenungan Lisa Bevere tentang perempuan, dan sejauh apa perempuan boleh pergi... dalam hubungannya dengan seks, dan kekudusan.

Sebelum aku mengetahui tentang Lisa Bevere, aku sama sekali tidak mengenal dia.
Lalu suatu pagi... dan aku maksud, sangat pagi. Aku terbangun. Percayalah, seumur hidup tidak semudah itu aku bangun jam setengah empat pagi... Pernah sih, karena ada maling AC. itu pun setengah enam. I mean, bener-bener nggak pernah bangun subuh seperti itu. Karena aku terjaga dan tak bisa tidur lagi. Lalu aku melihat ke arah televisi. Televisi adalah satu-satunya alat elektronik yang harus menyala pada saat aku tidur, karena aku tidak suka suasana yang sepi.

Disney channel... channel favoritku... Channel yang aman dan tak perlu pikiran untuk memahami kelucuan tokoh-tokoh yang berperan. Tapi entah mengapa, sepertinya Tuhan menyuruhku untuk angkat remote TV dan pencet 9, Star World. Sesungguhnya aku jarang menonton Star World. Tapi itulah Tuhan kita, saat Ia mau berbicara tentang sesuatu, Ia akan menggunakan apa saja. Kapan saja. Dan di situlah, sebuah pertanyaan yang telah kuajukan ke Tuhan tentang kekudusan, dijawab melalui Lisa Bevere, dan Kelly Copeland.

Jujur aku sebelum ini, menganggap kekudusan penting, tapi sejauh apa yang kita sebut penting, aku tidak dapat menarik garis yang jelas. Aku banyak terganggu oleh betapa dunia ini mengidolakan seks, dan mencibir kekudusan. Pendapat dunia, membuat pendapatku sendiri tentang kekudusan menjadi goyah. Seorang sahabatku dan juga seorang penginjil, mengatakan kepadaku tentang pentingnya pengertian. Kalau kamu tidak mengerti maka apapun yang sedang kamu pegang sekarang, akan dengan mudah diruntuhkan orang. Dan diputarbalikkan setan. Kalau kamu tidak mengerti kebenaran itu bagaimana kamu mau membela kebenaran itu. Dan stand for what is right? Ia benar. Aku tidak mengerti, karena itu pemahamanku tentang kekudusan pun lebih sering goyah daripada berdiri tegap seperti seharusnya. Aku tidak melakukan hubungan seks sebelum nikah, tapi ketika aku ditanya akankah aku melakukannya kalau aku benar-benar mencintai orang yang memintaku melakukannya, aku tak bisa menjawab tidak. Padahal ini bahkan belum terjadi. See, betapa rentannya kita kalau kita tidak mengerti.

Hari itu, subuh itu, Tuhan memberiku lebih dari pengertian. Ia memberiku kesadaran. Kesadaran akan kekudusan yang ia percayakan kepadaku. Kekudusan yang Ia percayakan pada pria berbeda dengan kekudusan yang Ia percayakan kepada kita. Kekudusan kita adalah kekudusan yang diturunkan. Kekudusan yang menular, merembet, dan mempengaruhi generasi selanjutnya. Simple thoughts, kalau pria tidak menjaga kekudusan, apa yang ia dapatkan? Kalau wanita tidak menjaga kekudusan, apa yang ia dapatkan? Malu, ketergantungan pada pria yang meminta kekudusannya, sakit hati, dan yang paling drastis, kehamilan sebelum waktunya. Dan anak yang dilahirkan, menderita bukan karena ia tidak kudus. Ia tetap kudus, tapi ia menderita karena ketidakkudusan orang tuanya.

Ya, subuh itu, subuh yang sangat bersejarah bagiku. Dan sejak saat itu aku mengerti, bahwa kekudusan itu penting bukan hanya untukku, tapi untuk keturunanku, dan terlebih, untuk Tuhan. Ya, kekudusan adalah milik Tuhan. Jadi jangan memberikannya tanpa seijin Tuhan. Subuh itu pula, buku ini diperkenalkan kepadaku, Kissed the Girls and Made Them Cry. Seakan-akan Tuhan menyuruhku mencari buku itu.

Setelah itu, aku mencari tahu tentang Lisa Bevere. Ternyata ia adalah seorang penulis Best Seller, juga seorang penginjil, dan pelayanannya sebagian besar adalah tentang wanita. Aku mencari buku itu, tidak mudah mencarinya memang jika tidak tahu tempatnya. Setelah 2-3 minggu baru aku mendapatkannya dari seorang teman, dan kini buku itu selalu berada di backpack-ku. Sangat memberkati dan menguatkan pengertian yang kudapatkan pagi itu. Dan berita gembiranya buku ini sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Kalian dapat memperolehnya di toko-toko buku Kristen yang lengkap seperti Metanoia.

Buku ini akan membuat kalian mengerti, sejauh mana kalian harus pergi.

Ini review mereka-mereka yang juga sudah membaca buku ini:

Reviewed by Rachel
(Australia), December 26, 2006

I read this book when I was 18 and it settled so many questions for me - I really loved her take on different issues I had been sick of hearing the heavy lines and rules that I had heard and read in the past to see it all put into the perspective of relationship was wonderful. A must read for young christian teen girls

Reviewed by Curtis Wilmoth (Fairmont WV), January 07, 2003

I feel that Lisa is very much in touch with the losses a woman will suffer if they choose to live a life of promiscuity. As our church's teen minister I was anxious to get a woman’s perspective on how to talk with our teen girls. The answer is simple. Let Lisa through her book. I recommend this book to anyone who is wondering how to address such sensitive issues as a woman’s virtue.

Komsel Online

Posted by Sarah Audrey Christie 20.25

Temans, konsep blog ini adalah komsel online, jadi apapun yang kalian alami, we're here to help you. Sebenernya di sini bukan hanya akan ada aku, tapi juga teman-temanku, senior-seniorku. Mereka adalah orang-orang yang "tepat" yang aku ceritakan dulu. Mereka telah membuatku kembali kepada impianku. Sebenarnya, mereka menuntunku kepada Tuhan. Dan Tuhan menuntunku pada impianku yang hilang. Mereka juga akan membantu kamu. Mereka terdiri dari sarjana psikologi, sastra, dan komunikasi. Tapi terlebih dari itu, mereka adalah wanita-wanita Allah yang hebat, oleh penyertaan Roh Kudus.

Jadi kalian bebas cerita, dengan atau tanpa nama.